Konten dari Pengguna

Pengertian Radikalisme, Faktor, dan Ciri-cirinya

Pengertian dan Istilah

Pengertian dan Istilah

Artikel yang menjelaskan pengertian dari sebuah istilah.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Pengertian dan Istilah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Pengertian Radikalisme. Foto: Pexels.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Pengertian Radikalisme. Foto: Pexels.

Istilah radikalisme sering kita jumpai dalam pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI). Lantas, apa pengertian radikalisme itu sendiri?

Secara sederhana, radikalisme diartikan sebagai paham yang menghendaki perubahan yang ada dalam suatu sistem. Tindakan radikalisme yang terjadi di masyarakat dalam dikenali. Untuk penjelasan selengkapnya, simak artikel di bawah sini.

Apa Pengertian Radikalisme?

Ilustrasi Pengertian Radikalisme. Foto: Pexels.

Istilah radikalisme adalah pengembangan dari kata “radikal” yang berasal dari bahasa Latin, “radix” berarti akar. Radikal sendiri merujuk pada tindakan kekerasan yang menuntut perubahan (undang-undang, pemerintah).

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), radikalisme mempunyai tiga arti, yakni pertama, paham atau aliran yang radikal dalam politik, kedua, paham atau aliran yang menginginkan perubahan atau pembaharuan sosial dan politik dengan cara kekerasan atau drastis, dan ketiga, sikap ekstrem dalam aliran politik.

Mengutip buku Isu-isu Krusial tentang Radikalisme dan Separatisme oleh Gusti Kadek Sintia Dewi, dkk., radikalisme merupakan ideologi yang menginginkan terjadinya perubahan dan pembentukan kembali tatanan sistem sosial secara menyeluruh.

Terdapat faktor dan ciri-ciri dari tindakan radikalisme yang terjadi di masyarakat dan perlu dipahami. Untuk mengetahuinya, simak pembahasannya berikut ini.

Faktor Radikalisme

Ilustrasi Pengertian Radikalisme. Foto: Pexels.

Mengutip buku Aqidah Akhlak oleh Syafiuddin, Machnunah Ani Zulfah, faktor-faktor yang menyebabkan radikalisme adalah:

  • Pengetahuan agama yang setengah-setengah melalui proses pembelajaran yang doktriner.

  • Memahami agama Islam dari kulitnya saja, tetapi minim wawasan tentang esensi agama.

  • Disibukkan oleh masalah sekunder dan melupakan masalah-masalah primer.

  • Lemah dalam wawasan sejarah dan sosial sehingga fatwa-fatwa mereka sering bertentangan dengan kemaslahatan umat, akal sehat, serta semangat zaman.

Baca Juga: 6 Faktor Terjadinya Paham Radikalisme

Ciri-ciri Radikalisme di Masyarakat

Ilustrasi Pengertian Radikalisme. Foto: Pexels.

Adapun ciri-citi radikalisme yang terjadi di masyarakat adalah berikut ini:

  • Kaku, kelompok radikalisme kaku dan tekstualis dalam memahami suatu teks sehingga menghasilkan kesimpulan yang lompat. Contohnya, petunjuk dalam kitab suci yang membahas kaum kafir, tetapi justru dijadikan dasar untuk mengkafirkan orang lain yang tidak sepaham.

  • Suka mengoreksi, kaum radikalisme memiliki sikap eksklusif sehingga senang mengoreksi, menolak, hingga melawan orang lain.

  • Eksklusif, kelompok radikalisme selalu menganggap bahwa cara dan paham yang mereka anut adalah yang paling benar. Mereka juga menilai cara pandang orang lain adalah hal yang salah.

  • Kekerasan, kaum radikalime menggunakan cara kekerasan dan menakutkan untuk menegakkan dan mengembangkan paham yang mereka anut.

  • Musuh, kelompok radikalisme akan menganggap siapapun yang memiliki prinsip, latar belakang, pendapat, dan keyakinan berbeda sebagai musuh.

  • Negara agama, kaum radikalisme beranggapan negara agama dapat membuat tatanan dunia lebih sejahtera dan adil, karena mereka menggunakan agama sebagai dasar negara.

  • Perang, identitas musuh yang tidak jelas memicu kelompok radikalisme untuk melakukan perang mati-matian pada musuhnya. Bagi mereka, membunuh dan mengusir musuh dapat menjadi syarat perang.

  • Mengkafirkan, kelompok radikal suka menghukum kafir orang yang tidak menjadikan agam sebagai dasar hukum bermasyarakat dan bernegara.

  • Kesetiaan, kelompok radikal mempunyai keloyalitasan yang sangat erat sehingga mereka bisa mengontrol satu sama lain melalui jarak jauh. Saking eratnya anggota kelompok mereka rela mengorbankan diri sendiri demi membalas apa yang dialami kelompoknya di negara lain.

(SNS)

Frequently Asked Question Section

Kata radikalisme merupakan pengembangan dari kata apa?

chevron-down

Istilah radikalisme adalah pengembangan dari kata “radikal”.

Kata radikal berasal dari bahasa apa?

chevron-down

Kata “radikal” berasal dari bahasa Latin, “radix” berarti akar.

Apa maksud dari ciri radikasime kekerasan?

chevron-down

Kekerasan, kaum radikalime menggunakan cara kekerasan dan menakutkan untuk menegakkan dan mengembangkan paham yang mereka anut.