Pengertian Rima pada Puisi, Jenis, dan Contohnya

Artikel yang menjelaskan pengertian dari sebuah istilah.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Pengertian dan Istilah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Rima dalam puisi adalah unsur yang memperindah karya sastra dengan menyatukan keselarasan bunyi antara akhiran-akhiran baris atau bait. Apa sebenarnya pengertian rima?
Rima dalam puisi merujuk pada pengulangan bunyi yang membentuk seni dan membantu penulis puisi menyampaikan pesannya dengan bahasa menarik.
Rima memiliki peran penting dalam puisi untuk membuat puisi lebih indah dengan efek intelektual dan efek magis. Berikut ini penjelasan lengkap mengenai rima dalam puisi.
Pengertian Rima pada Puisi
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, rima dalam puisi merujuk pada pengulangan bunyi atau keselarasan bunyi pada akhir setiap baris atau bait puisi.
Ini terjadi ketika dua baris atau lebih memiliki pola suara yang serupa pada suku kata terakhir, menciptakan harmoni bunyi yang menyatu dan memperkaya makna puisi.
Rima memiliki peran penting dalam menghadirkan keindahan dan ritme dalam puisi. Ini tidak hanya memberikan keselarasan estetika dalam pembacaan, tetapi juga memberikan sentuhan emosional dan melodis yang dapat menguatkan kesan atau pesan yang ingin disampaikan oleh penyair.
Jenis Rima
Rima dalam puisi dapat dibagi menjadi beberapa jenis, seperti:
Rima sempurna: Rima yang memiliki sifat berupa, suku kata terakhir pada akhir barisnya sama. Contohnya, serang-perang.
Rima tak sempurna: Rima yang bagian identik pada umumnya hanya di setengah bagian akhir. Contohnya, sayang-terang.
Rima mutlak: Rima yang berarti kata yang digunakan mengadung suku kata yang sama. Contohnya, suap-suap.
Rima terbuka: Rima yang tidak mewajibkan kata untuk mengandung bunyi yang sama, tetapi harus diakhiri dengan huruf vokal. Contohnya, ayo-loyo dan pergi-pagi.
Rima tertutup: Kebalikan dari rima terbuka, yaitu diakhiri dengan huruf konsonan. Contohnya, masuk-busuk dan bulat-ketat.
Rima aliterasi: Rima yang ditandai dengan pengulangan bunyi dari awal kata, alih alih akhir kata. Contohnya, bukan-buat dan beberapa-bangsa.
Rima asonansi: Rima yang ditandai dengan persamaan bunyi vokal. Contohnya, ketekunan-kegemukan.
Rima disonansi: Rima yang terdapat pertentangan bunyi vokal di dalamnya. Contohnya, kisah-kasih.
Baca juga: 4 Contoh Puisi Hari Guru untuk Para Siswa
Contoh Puisi dengan Rima Indah
Berikut ini contoh puisi karya Chairil Anwar dengan judul "Sajak Putih" yang memiliki rima yang indah.
Bersandar pada tari warna pelangi
Kau depanku bertudung sutra senja
Di hitam matamu kembang mawar dan melati
Harum rambutmu mengalun bergelut senda
Sepi menyanyi, malam dalam mendoa tiba
Meriak muka air kolam jiwa
Dan dalam dadaku memerdu lagu
Menarik menari seluruh aku
Hidup dari hidupku, pintu terbuka
Selama matamu bagiku menengadah
Selama kau darah mengalir dari luka
Antara kita mati datang tidak membelah
(IR)
