Konten dari Pengguna

Pengertian Rima pada Puisi, Jenis, dan Contohnya

Pengertian dan Istilah

Pengertian dan Istilah

Artikel yang menjelaskan pengertian dari sebuah istilah.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Pengertian dan Istilah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pengertian Rima pada Puisi. Foto: Pexels
zoom-in-whitePerbesar
Pengertian Rima pada Puisi. Foto: Pexels

Rima dalam puisi adalah unsur yang memperindah karya sastra dengan menyatukan keselarasan bunyi antara akhiran-akhiran baris atau bait. Apa sebenarnya pengertian rima?

Rima dalam puisi merujuk pada pengulangan bunyi yang membentuk seni dan membantu penulis puisi menyampaikan pesannya dengan bahasa menarik.

Rima memiliki peran penting dalam puisi untuk membuat puisi lebih indah dengan efek intelektual dan efek magis. Berikut ini penjelasan lengkap mengenai rima dalam puisi.

Pengertian Rima pada Puisi

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, rima dalam puisi merujuk pada pengulangan bunyi atau keselarasan bunyi pada akhir setiap baris atau bait puisi.

Ini terjadi ketika dua baris atau lebih memiliki pola suara yang serupa pada suku kata terakhir, menciptakan harmoni bunyi yang menyatu dan memperkaya makna puisi.

Rima memiliki peran penting dalam menghadirkan keindahan dan ritme dalam puisi. Ini tidak hanya memberikan keselarasan estetika dalam pembacaan, tetapi juga memberikan sentuhan emosional dan melodis yang dapat menguatkan kesan atau pesan yang ingin disampaikan oleh penyair.

Jenis Rima

Pengertian Rima pada Puisi. Foto: Pexels

Rima dalam puisi dapat dibagi menjadi beberapa jenis, seperti:

  • Rima sempurna: Rima yang memiliki sifat berupa, suku kata terakhir pada akhir barisnya sama. Contohnya, serang-perang.

  • Rima tak sempurna: Rima yang bagian identik pada umumnya hanya di setengah bagian akhir. Contohnya, sayang-terang.

  • Rima mutlak: Rima yang berarti kata yang digunakan mengadung suku kata yang sama. Contohnya, suap-suap.

  • Rima terbuka: Rima yang tidak mewajibkan kata untuk mengandung bunyi yang sama, tetapi harus diakhiri dengan huruf vokal. Contohnya, ayo-loyo dan pergi-pagi.

  • Rima tertutup: Kebalikan dari rima terbuka, yaitu diakhiri dengan huruf konsonan. Contohnya, masuk-busuk dan bulat-ketat.

  • Rima aliterasi: Rima yang ditandai dengan pengulangan bunyi dari awal kata, alih alih akhir kata. Contohnya, bukan-buat dan beberapa-bangsa.

  • Rima asonansi: Rima yang ditandai dengan persamaan bunyi vokal. Contohnya, ketekunan-kegemukan.

  • Rima disonansi: Rima yang terdapat pertentangan bunyi vokal di dalamnya. Contohnya, kisah-kasih.

Baca juga: 4 Contoh Puisi Hari Guru untuk Para Siswa

Contoh Puisi dengan Rima Indah

Pengertian Rima pada Puisi. Foto: Pexels

Berikut ini contoh puisi karya Chairil Anwar dengan judul "Sajak Putih" yang memiliki rima yang indah.

Bersandar pada tari warna pelangi

Kau depanku bertudung sutra senja

Di hitam matamu kembang mawar dan melati

Harum rambutmu mengalun bergelut senda

Sepi menyanyi, malam dalam mendoa tiba

Meriak muka air kolam jiwa

Dan dalam dadaku memerdu lagu

Menarik menari seluruh aku

Hidup dari hidupku, pintu terbuka

Selama matamu bagiku menengadah

Selama kau darah mengalir dari luka

Antara kita mati datang tidak membelah

(IR)