Konten dari Pengguna

Pengertian Sampel, Cara Menentukan, dan Tekniknya

Pengertian dan Istilah

Pengertian dan Istilah

Artikel yang menjelaskan pengertian dari sebuah istilah.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Pengertian dan Istilah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pengertian Sampel. Foto: Pexels
zoom-in-whitePerbesar
Pengertian Sampel. Foto: Pexels

Pengertian sampel menurut KBBI adalah sesuatu yang digunakan untuk menunjukkan sifat suatu kelompok yang lebih besar. Sampel tak terpisah dari populasi.

Populasi sendiri adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas objek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu, kemudian akan ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari.

Yuk, simak penjelasan lebih jauh mengenai sampel di bawah ini.

Apa yang Dimaksud dengan Sampel?

Apa yang Dimaksud dengan Sampel. Foto: Pexels

Mengutip dari buku Buku Ajar Statistik Dasar yang disusun Dameria Sinaga, sampel adalah sebagian data yang merupakan objek dari populasi yang diambil.

Agar lebih memahami apa itu sampel, simak definisi para ahli berikut ini.

1. Menurut Somantri (2006:63)

Sampel adalah bagian kecil dari anggota populasi yang diambil menurut prosedur tertentu sehingga dapat mewakili populasinya.

2. Menurut Furqon (1999:2)

Sebagian anggota dari populasi disebut sampel.

3. Menurut Pasaribu (1975:21)

Sampel adalah sebagian dari anggota-anggota suatu golongan (kumpulan objek-objek) yang dipakai sebagai dasar untuk mendapatkan keterangan (atau menarik kesimpulan) mengenai golongan (kumpulan itu).

4. Menurut Arikunto (1998:117)

Sampel adalah bagian dari populasi (sebagian atau wakil populasi yang diteliti). Sampel penelitian adalah sebagian dari populasi yang diambil sebagai sumber data dan dapat mewakili seluruh populasi.

Baca Juga: Pengertian Populasi, Jenis, dan Faktor-faktor yang Mempengaruhinya

Cara Menentukan Sampel agar Memenuhi Syarat

Cara Menentukan Sampel agar Memenuhi Syarat. Foto: Pexels

Teknik (metode) penentuan sampel yang ideal memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

  • Dapat memberikan gambaran yang akurat tentang populasi.

  • Dapat menentukan presisi.

  • Sederhana sehingga mudah dilaksanakan.

  • Dapat memberikan keterangan sebanyak mungkin dengan biaya murah.

Dalam menentukan besar sampel perlu mempertimbangkan hal-hal berikut:

  • Derajat keseragaman (degree of homogenity) dari populasi.

  • Presisi yang dikehendaki dari penelitian.

  • Rencana analisis.

  • Tenaga, biaya dan waktu.

  • Besar populasi.

Kesimpulannya, semakin besar sampel semakin tinggi tingkat presisi yang didapatkan.

Teknik Penarikan Sampel

Teknik Penarikan Sampel. Foto: Pexels

Teknik penarikan sampel dibagi menjadi dua, yakni probability sampling dan non-probability sampling.

1. Teknik Probability Sampling

Teknik probability sampling adalah teknik yang dilakukan, di mana setiap unsur atau elemen sampling diberi kesempatan yang sama untuk diikutkan/dipilih.

Sampel yang didapatkan diharapkan merupakan sampel yang bersifat representatif. Teknik probability sampling dibagi menjadi beberapa jenis yaitu sebagai berikut:

  • Simple random sampling, yaitu pengambilan sampel anggota populasi secara acak tanpa memerhatikan strata dalam populasi tersebut.

  • Sistematic sampling, yaitu penarikan sampel dengan cara mengambil setiap kasus secara berurutan dari daftar populasi.

  • Proportionate stratified random sampling, yaitu pengambilan sampel yang dapat dilakukan dengan cara undian maupun sistematis.

  • Cluster sampling, yaitu teknik pengambilan sampel ketika objek yang diteliti atau sumber datanya sangat luas dengan cara menentukan kelompok klaster secara bertahap.

2. Teknik Non-probability Sampling

Teknik non-probability sampling adalah teknik pengambilan sampel dari populasi yang ditentukan sendiri oleh peneliti. Contohnya, peneliti akan mengambil sampel dengan meminta responden secara sukarela untuk mengisi survei layanan administrasi X berdasarkan nomor kontak responden penduduk di kota A.

Teknik ini juga dibagi menjadi beberapa jenis, yakni sebagai berikut:

  • Sampling sistematis, yakni teknik pengambilan sampel berdasarkan urutan dari anggota populasi yang diberi nomor urut.

  • Sampling kuota, yakni teknik untuk menentukan sampel dari populasi yang memiliki ciri-ciri tertentu hingga mencapai kuota yang diinginkan.

  • Sampling aksidental, yakni penentuan sampel secara kebetulan yang sekiranya cocok untuk menjadi sumber data.

  • Purposive sampling, yakni teknik penentuan sampel dengan pertimbangan tertentu.

  • Sampling jenuh, yakni teknik pengambilan sampel di mana semua anggota populasi digunakan sebagai sampel.

  • Sampling snowball, yakni teknik pengambilan sampel berdasarkan penelusuran sampel sebelumnya sehingga sampel yang awalnya berjumlah sedikit, kemudian jadi membesar.

Nah, itulah penjelasan mengenai sampel dalam metode penelitian. Semoga informasi di atas bermanfaat, ya!

(DEL)

Frequently Asked Question Section

Bagaimana cara mendapatkan hasil penelitian yang presisi?
chevron-down

Semakin besar sampel semakin tinggi tingkat presisi yang didapatkan.

Apa itu purposive sampling?
chevron-down

Purposive sampling, yakni teknik penentuan sampel dengan pertimbangan tertentu.

Apa itu cluster sampling?
chevron-down

Cluster sampling, yaitu teknik pengambilan sampel ketika objek yang diteliti atau sumber datanya sangat luas dengan cara menentukan kelompok klaster secara bertahap.