Pengertian Simbiosis, Jenis, dan Contohnya

Artikel yang menjelaskan pengertian dari sebuah istilah.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Pengertian dan Istilah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Saat belajar mata pelajaran biologi, kita pasti sering mendengar istilah simbiosis. Secara umum, pengertian simbiosis adalah keadaan hidup bersama secara erat antara dua organisme yang berbeda.
Simbiosis merupakan fenomena yang hadir dalam kehidupan suatu ekosistem lingkungan. Simbiosis sendiri terdiri dari beberapa jenis.
Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai simbiosis, simak penjelasan di bawah ini.
Pengertian Simbiosis
Simbiosis adalah konsep dalam ekologi yang merujuk pada interaksi antara dua atau lebih organisme yang berbeda jenis dalam lingkungan tertentu.
Menurut Tomi Zapino dalam buku Sukses Olimpiade Biologi SMP, simbiosis adalah hubungan antara organisme satu dengan organisme lain , antarpopulasi dalam suatu ekosistem.
Interaksi ini dapat membawa manfaat bagi salah satu atau kedua belah pihak yang terlibat. Simbiosis sering kali menjadi contoh konkret dari bagaimana makhluk hidup di alam saling bergantung satu sama lain dalam upaya untuk bertahan hidup dan berkembang.
Jenis-jenis Simbiosis
Simbiosis terbagi menjadi beberapa jenis berdasarkan hubungan interaksi yang terjalin antara organisme-organisme yang terlibat. Tiga jenis simbiosis utama adalah mutualisme, komensalisme, dan parasitisme.
1. Mutualisme
Mutualisme terjadi ketika dua atau lebih organisme saling menguntungkan satu sama lain. Kedua belah pihak mendapatkan manfaat dari interaksi ini.
Contohnya adalah hubungan antara lebah dan bunga. Lebah mendapatkan nektar sebagai makanan, sementara bunga mendapatkan bantuan dalam penyerbukan.
2. Komensalisme
Komensalisme terjadi ketika satu organisme mendapatkan manfaat dari interaksi dengan organisme lain tanpa memberikan dampak positif atau negatif yang signifikan pada organisme yang kedua.
Contohnya adalah ikan remora yang melekat pada ikan hiu. Ikan remora mendapatkan sisa makanan dari hiu tanpa memberikan efek berarti pada hiu itu sendiri.
3. Parasitisme
Parasitisme terjadi ketika satu organisme (parasit) mendapatkan manfaat sementara organisme lain (inang) menderita akibat interaksi tersebut.
Parasit menggunakan inangnya sebagai sumber makanan atau tempat hidup. Contohnya adalah kutu pada hewan atau tumbuhan. Kutu menghisap darah inangnya untuk makanan.
Contoh Simbiosis dalam Alam
Agar lebih paham dengan konsep mutualisme, kita perlu tahu contoh simbiosis dalam ekosistem. Berikut bebera di antaranya:
1. Lumut dan Pohon
Hubungan mutualisme dapat ditemukan antara lumut dan pohon. Lumut dapat tumbuh di permukaan pohon dan mendapatkan nutrisi dari udara serta debu.
Di sisi lain, lumut membantu menahan air di sekitar pohon dan menciptakan lingkungan yang lembab, memungkinkan pohon untuk bertahan dalam kondisi kering.
2. Bakteri dalam Usus Manusia
Tubuh manusia memiliki hubungan mutualisme dengan sejumlah bakteri yang hidup di dalam usus.
Bakteri ini membantu mencerna makanan dan menghasilkan nutrisi yang penting bagi manusia. Sebagai imbalan, bakteri mendapatkan tempat tinggal dan nutrisi dari manusia.
3. Burung Plovers dan Hewan Ternak
Burung plovers adalah contoh komensalisme. Mereka sering mengikuti hewan ternak seperti sapi atau kuda. Ketika hewan ternak menggoyangkan ekornya, serangga yang terbang terbangun dan menjadi makanan bagi burung plovers.
4. Cacing Parasit dalam Hewan
Parasitisme dapat diilustrasikan dengan hubungan antara cacing parasit dan hewan inangnya. Misalnya, cacing hati pada sapi akan menghuni hati sapi sebagai tempat hidup dan mendapatkan nutrisi dari darahnya, sementara sapi mengalami penurunan kesehatan akibat cacing tersebut.
Simbiosis adalah contoh penting dari kompleksitas dan keanekaragaman ekosistem di alam. Hubungan-hubungan ini menggarisbawahi pentingnya keseimbangan dalam ekosistem, di mana setiap organisme memiliki peran uniknya dalam menjaga stabilitas dan berkelanjutan.
(SAI)
