Konten dari Pengguna

Pengertian Skala dalam Konteks Penelitian

Pengertian dan Istilah

Pengertian dan Istilah

Artikel yang menjelaskan pengertian dari sebuah istilah.

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Pengertian dan Istilah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi pengertian skala. Foto: Toby Melville/REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi pengertian skala. Foto: Toby Melville/REUTERS

Skala adalah konsep yang penting dalam penelitian ilmiah, baik dalam ilmu sosial, ekonomi, maupun ilmu pengetahuan lainnya.

Skala membantu peneliti untuk mengukur, menggambarkan, dan menganalisis data dengan lebih baik.

Lantas apa sebenarnya pengertian skala? Artikel ini akan membahas pengertian skala, jenis-jenis skala, dan bagaimana penggunaannya dalam konteks penelitian.

Memahami Pengertian Skala

Skala adalah alat yang memungkinkan kita untuk mengubah data mentah menjadi informasi yang lebih bermakna. Foto: Toby Melville/REUTERS

Skala, dalam konteks penelitian, merujuk pada seperangkat aturan atau nilai-nilai yang digunakan untuk mengukur atau menggambarkan karakteristik atau variabel tertentu dalam sebuah studi.

Dalam kata lain, skala adalah alat yang memungkinkan kita untuk mengubah data mentah menjadi informasi yang lebih bermakna.

Menurut Bernard Berelson dalam bukunya yang berjudul "Content Analysis in Communication Research" (1952), skala adalah seperangkat pernyataan atau pertanyaan yang digunakan untuk mengukur variabel tertentu dalam suatu penelitian.

Ini berarti skala dapat berbentuk pernyataan atau pertanyaan yang harus dijawab oleh responden dalam sebuah penelitian.

Baca juga: Jenis Buku yang Ditulis Berdasarkan Penelitian dan Contohnya

Jenis-jenis Skala

Terdapat beberapa jenis skala yang digunakan dalam penelitian, yang dapat dikelompokkan menjadi empat kategori utama:

1. Skala Nominal

Skala nominal adalah jenis skala yang digunakan untuk mengkategorikan data menjadi kelompok-kelompok yang saling eksklusif dan tidak mempunyai urutan tertentu. Misalnya, jenis kelamin (pria atau wanita) atau warna (merah, biru, hijau) adalah contoh dari skala nominal.

Menurut Kerlinger dan Lee (2000) dalam buku yang berjudul "Foundations of Behavioral Research", skala nominal digunakan untuk mengkategorikan objek-objek dalam kelompok-kelompok yang berbeda tanpa memberikan nilai relatif antara objek-objek tersebut.

Baca juga: Pengertian dan Contoh Soal Skala Thurstone

2. Skala Ordinal

Skala ordinal digunakan untuk mengkategorikan data seperti skala nominal, tetapi juga memiliki urutan atau peringkat yang dapat diidentifikasi. Contoh dari skala ordinal adalah tingkat pendidikan (SD, SMP, SMA, S1, S2, S3) atau tingkat kepuasan (sangat puas, puas, netral, tidak puas, sangat tidak puas).

Skala ordinal memberikan informasi tentang peringkat atau urutan, tetapi tidak memberikan informasi tentang seberapa besar perbedaannya antara peringkat tersebut."

3. Skala Interval

Ilustrasi gempa bumi. Foto: MuhsinRina/shutterstock

Skala interval adalah jenis skala yang memiliki peringkat, seperti skala ordinal, tetapi juga memiliki selang antara nilai-nilai yang konstan. Misalnya, suhu dalam skala Celcius atau Fahrenheit adalah contoh dari skala interval.

4. Skala Rasio

Skala rasio adalah jenis skala yang memiliki peringkat, selang antara nilai yang konstan, dan titik nol yang mutlak. Contoh dari skala rasio adalah umur, tinggi badan, berat badan, dan pendapatan.

Skala rasio memungkinkan peneliti untuk melakukan perbandingan yang lebih kuat dan operasi matematika yang lebih lanjut. Skala rasio memberikan informasi tentang peringkat, selang, dan memiliki titik nol yang mutlak yang menunjukkan ketiadaan variabel yang diukur.

Penggunaan Skala dalam Penelitian

Skala digunakan dalam penelitian untuk mengukur berbagai variabel, seperti sikap, perilaku, preferensi, dan banyak lagi. Penggunaan yang tepat dari skala sangat penting dalam memastikan validitas dan reliabilitas data yang dikumpulkan.

Skala yang baik harus dirancang dengan cermat, sehingga dapat menghasilkan data yang akurat dan dapat diandalkan.

Menurut Dawson dan Trapp (2004) dalam bukunya yang berjudul "Basic & Clinical Biostatistics", langkah-langkah penting dalam penggunaan skala dalam penelitian meliputi:

  1. Pembuatan Skala: Peneliti harus merancang pertanyaan atau pernyataan dengan cermat untuk mencerminkan variabel yang akan diukur.

  2. Uji Validitas dan Reliabilitas: Skala yang dibuat harus diuji untuk memastikan validitas (apakah skala tersebut benar-benar mengukur variabel yang dimaksud) dan reliabilitas (apakah skala tersebut memberikan hasil yang konsisten).

  3. Pengumpulan Data: Data dikumpulkan dari responden atau sumber data yang relevan dengan menggunakan skala yang telah dirancang.

  4. Analisis Data: Data yang dikumpulkan kemudian dianalisis menggunakan metode statistik yang sesuai, tergantung pada jenis skala yang digunakan.

  5. Interpretasi Hasil: Hasil analisis data digunakan untuk membuat kesimpulan atau generalisasi tentang populasi yang diteliti.

Skala adalah alat penting dalam penelitian ilmiah yang memungkinkan peneliti untuk mengukur dan menggambarkan variabel dengan lebih baik.

Terdapat empat jenis utama skala, yaitu nominal, ordinal, interval, dan rasio, masing-masing dengan karakteristik dan penggunaannya sendiri. Dalam penelitian, penting untuk merancang, menguji, dan menggunakan skala dengan hati-hati untuk memastikan validitas dan reliabilitas data yang diperoleh.

(APS)