Konten dari Pengguna

Pengertian Zat Tunggal, Ciri-ciri, dan Jenis-jenisnya

Pengertian dan Istilah

Pengertian dan Istilah

Artikel yang menjelaskan pengertian dari sebuah istilah.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Pengertian dan Istilah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pengertian Zat Tunggal. Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Pengertian Zat Tunggal. Foto: Unsplash

Pengertian zat tunggal adalah materi yang hanya terdiri atas satu jenis materi saja, makanya dinamakan tunggal. Dalam sains, zat tunggal terkadang disebut sebagai zat murni.

Hal tersebut karena zat tunggal terdiri atas atom-atom dengan jenis kimiawi yang sama, jadi disebut murni. Simak penjelasan selengkapnya mengenai zat tunggal di bawah ini.

Apa Itu Zat Tunggal?

Apa itu Zat Tunggal. Foto: Unsplash

Zat tunggal adalah materi yang terdiri atas satu jenis zat saja. Dikutip dari LibreTexts, zat tunggal adalah zat apa pun yang memiliki komposisi kimia dan sifat karakteristik yang tetap.

Zat tunggal bisa berupa unsur maupun senyawa. Unsur tunggal terdiri dari satu atom. Sedangkan, senyawa tunggal terdiri dari beberapa atom yang sama dan dapat mempertahankan sifat kimia juga komposisinya.

Karena hanya terdiri dari satu jenis atom atau molekul, zat tunggal dapat dikatakan sebagai suatu zat yang bersifat homogen.

Ciri- iri Zat Tunggal

Ciri-Ciri Zat Tunggal. Foto: Unsplash

Suatu zat dapat disebut zat tunggal atau murni bila sudah memenuhi karakteristik tertentu. Berikut ciri atau karakteristik zat tunggal:

  • Bersifat homogen dan hanya mengandung satu jenis atom atau molekul

  • Memiliki komposisi yang seragam di seluruh bagiannya

  • Memiliki peran dalam reaksi kimia yang membentuk produk dan dapat diprediksi

  • Memiliki titik didih dan titik leleh yang tidak akan berubah atau tetap.

Baca Juga: Perbandingan Massa Zat-Zat Penyusun Campuran Homogen dan Heterogen

Jenis-jenis Zat Tunggal dan Contohnya

Jenis-jenis Zat Tunggal dan Contohnya. Foto: Unsplash

Zat tunggal dibagi menjadi dua jenis, yaitu unsur dan senyawa. Berikut penjelasan dan contohnya.

1. Unsur

Unsur adalah zat murni yang sudah tidak dapat diuraikan lagi menjadi zat lain yang lebih sederhana. Unsur memiliki tiga jenis, yaitu:

  • Unsur logam, memiliki bentuk padat dengan suhu normal dan bisa cair saat dipanaskan dengan suhu tinggi. Misalnya besi, tembaga, emas, dll.

  • Unsur non-logam, bisa memiliki bentuk gas, padat atau cair. Misalnya oksigen, kalsium, hydrogen, dll.

  • Unsur semi logam (metaloid). Sifatnya ada tengah-tengah antara logam dan non-logam sehingga sifatnya menjadi tidak konsisten. Misalnya boron, silikon, germanium, dll.

2. Senyawa

Senyawa juga menjadi bagian dari zat tunggal. Menurut Kemendikbud, senyawa adalah materi yang masih dapat diuraikan menjadi zat lain yang lebih sederhana, misalnya air (H2O).

Air merupakan reaksi kimia dari hidrogen (H) dan oksigen (O), yang mana keduanya berbentuk gas. Untuk memisahkan kedua zat tersebut, maka dapat diurai kembali menjadi zat yang lebih sederhana.

Berdasarkan unsur pembentuknya, senyawa dibagi menjadi dua jenis, yaitu:

  • Senyawa organik (hidup), senyawa yang berasal dari makhluk hidup dan terbuat dari unsur yang mengandung karbon.

  • Senyawa anorganik (tidak hidup), senyawa yang berasal dari benda tak hidup dan berasal dari batuan dan mineral serta karbon.

(DEL)