Pragmatisme: Pengertian, Karakteristik, dan Contoh dalam Kehidupan

Artikel yang menjelaskan pengertian dari sebuah istilah.
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Pengertian dan Istilah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pragmatisme adalah aliran filsafat yang menekankan pada manfaat serta kegunaan praktis dari pengetahuan. Aliran filsafat ini melihat kebenaran dari segala hal didasarkan pada manfaat yang diberikannya.
Pragmatisme merupakan tradisi pemikiran yang berasal dari dunia Barat, khususnya Benua Amerika. Aliran ini memandang kebenaran bersifat relatif, bukan mutlak.
Pragmatisme adalah Aliran Filsafat yang Menekankan Pada Manfaat serta Kegunaan Praktis dari Pengetahuan
Dikutip dari Sejarah Pemikiran Barat, Husodo (2021:147), secara terminologis, pragmatisme berasal dari bahasa Yunani, yaitu pragma yang berarti perbuatan atau tindakan yang bermanfaat dan isme yang berarti ajaran, aliran, atau paham.
Pragmatisme adalah ajaran, aliran, atau paham yang menekankan pada suatu perbuatan atau tindakan. Perbuatan atau tindakan tersebut harus menimbulkan akibat praktis yang bermanfaat. Dalam pragmatisme, kebenaran diukur dari manfaatnya.
Pragmatisme juga dapat diartikan sebagai ajaran yang menekankan pada suatu perbuatan yang membawa manfaat. Aliran ini berpedoman bahwa hidup harus dimanfaatkan secara praktis dan segala pengetahuan harus membawa manfaat.
Dalam kehidupan sehari-hari, paham pragmatisme dapat terlihat dari berbagai tindakan. Berikut beberapa contohnya.
Dalam permainan sepak bola, pragmatisme dapat terlihat dari pemain yang hanya bertujuan untuk mencetak gol tanpa mempertimbangkan teknik bermain.
Dalam bidang pendidikan, guru yang pragmatis hanya berfokus bagaimana caranya mengajarkan materi kepada peserta didik yang sesuai dengan kurikulum.
Dalam dunia bisnis, pemimpin yang menganut paham pragmatis akan memilih strategi paling efektif untuk mencapai tujuan perusahaan.
Karakteristik Pragmatisme
Orang-orang beraliran pragmatisme dapat dikenali dari karakteristik tertentu. Berikut beberapa di antaranya.
1. Anti Absolutisme
Pragmatisme juga disebut sebagai relativisme radikal karena melawan absolutisme. Pragmatisme tidak tunduk kepada pemerintahan yang tanpa didasari oleh undang-undang dasar.
2. Anti Dualisme
Penganut aliran pragmatisme juga menolak dualisme. Pemikir pragmatis menganggap hakikat realitas merupakan sesuatu yang terus berjalan, bukan terbagi-bagi. Pragmatis juga memiliki pendirian bahwa yang paling utama adalah yang terbukti dalam tindakan.
3. Tidak Mempertanyakan Hal Normatif
Pragmatisme memandang semua pengertian yang mempunyai kecenderungan untuk menjelaskan segala hal dalam setiap situasi merupakan hal yang mustahil. Pragmatisme menganggap ada banyak kriteria tentang kebenaran dan kebaikan.
Baca juga: Pengertian Xenophobia, Jenis, dan Faktor Penyebabnya dalam Masyarakat
Jadi, pengertian pragmatisme adalah aliran filsafat yang menekankan pada manfaat serta kegunaan praktis dari pengetahuan. Aliran ini berpendapat bahwa kebenaran diukur dari manfaatnya. (KRIS)
