Konten dari Pengguna

100 Kata Mutiara Kehidupan dari Pepatah Bugis yang Penuh Makna

Pengetahuan Umum

Pengetahuan Umum

Menyediakan berbagai informasi seputar Generasi Z.

·waktu baca 8 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Pengetahuan Umum tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Kata Mutiara Kehidupan dari Pepatah Bugis. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Kata Mutiara Kehidupan dari Pepatah Bugis. Foto: Shutterstock

Suku Bugis dikenal memiliki banyak pepatah dan ungkapan bijak yang diwariskan secara turun-temurun. Setiap kata yang tertuang dalam pepatah tersebut bukan hanya sekadar nasihat, melainkan juga cerminan nilai-nilai budaya yang sarat makna.

Pepatah Bugis mengajarkan tentang kesabaran, kejujuran, keteguhan hati, hingga pentingnya menjaga kehormatan diri. Karena itu, biasanya digunakan sebagai pengingat, pedoman hidup, sekaligus motivasi dalam menghadapi berbagai situasi.

Bagi yang butuh referensi kata mutiara kehidupan dari pepatah Bugis, simak kumpulan kalimatnya dalam artikel ini.

Kumpulan Kata Mutiara Kehidupan Bugis

Ilustrasi Membaca Kata Mutiara Kehidupan dari Pepatah Bugis. Foto: Shutterstock

Berikut adalah kumpulan pepatah Bugis yang penuh makna dan mengandung pesan moral, sehingga dapat dijadikan pedoman dalam menjalani kehidupan.

  1. “Tappasiri’ nasaba siri’, tettappasiri’ nasaba pacce.” (Lebih baik hidup dengan harga diri, daripada hidup tanpa belas kasih.)

  2. “Resopa natemmangingngi, malomo naletei pammase dewata.” (Hanya dengan kerja keras dan kesabaran, kita bisa meraih rahmat Tuhan.)

  3. “Siri’ na pacce, pangkaukang ri lino.” (Harga diri dan empati adalah pegangan hidup di dunia.)

  4. “Tau mappeada, tau mallinrung.” (Orang yang suka berbagi adalah orang yang dipuji.)

  5. “Taro ada taro gau.” (Sepadan antara ucapan dengan perbuatan.)

  6. “Anre nakko siri’mu, nakko de’ muisengngi tau.” (Tidak ada gunanya punya harga diri jika tidak menghargai orang lain.)

  7. “Mappakalebbiri’ tau, mappasitinaja tau.” (Menghormati orang lain sama artinya menjaga kehormatan diri sendiri.)

  8. “De’na sirui menre’, de’na sirui no.” (Tidak ada yang naik sendiri, tidak ada yang turun sendiri, semua butuh kebersamaan.)

  9. “Naia tau mappisona, tau mappiseng.” (Orang yang berilmu akan selalu disegani.)

  10. “Cera’na ada, cera’na gau.” (Baiknya ucapan, baik pula perbuatan.)

  11. “Tau mappeccae ri lino, tau mappanessa ri ade.” (Orang dihargai di dunia karena ilmunya, dihormati dalam adat karena adabnya.)

  12. “Siri’ku, siri’mu, siri’ kita.” (Harga diriku, harga dirimu, adalah harga diri kita bersama.)

  13. “De’na nakko madeceng gau’mu, de’na madeceng nama’.” (Jika perbuatanmu tidak baik, maka namamu pun tidak baik.)

  14. “Tau maega ada, tau maega gau.” (Orang yang banyak bicara harus seimbang dengan banyak berbuat.)

  15. “Resopa sitinaja, alena naletei.” (Kesabaran adalah kekuatan yang menopang kehidupan.)

  16. “Siri’ masseddi, pacce masseddi.” (Harga diri dan empati harus sejalan.)

  17. “Tau mapparenta naia tau mappebulu.” (Pemimpin sejati adalah yang bisa memberi teladan.)

  18. “De’na naada’ki gau, de’na nappassarangngi tau.” (Jika tidak berbuat baik, maka tidak akan disenangi orang lain.)

  19. “Tettappasiri’ nasaba gau jancie.” (Jangan hilangkan harga diri karena janji yang diingkari.)

  20. “Mali siparappe, rebba sipatokkong.” (Kalau ada yang hanyut kita tolong, kalau ada yang jatuh kita angkat, simbol persaudaraan Bugis.)

  21. “Tau mappeca gau, tau mappesona.” (Orang dihargai karena perbuatannya, disegani karena ilmunya.)

  22. “Siri’ ripadeceng, pacce ripasitinaja.” (Harga diri ada dalam kebaikan, empati ada dalam keadilan.)

  23. “De’na umpasoro ri lino, nakko de’na umpasoro ri ade.” (Tidak dihargai di dunia bila tidak dihormati dalam adat.)

  24. “Mappasitinaja gau’mu, nasaba gau’ itu pangadereng.” (Jaga perbuatanmu, sebab perbuatan itu yang membentuk adat.)

  25. “Siri’na tau, napakatau tau.” (Harga diri manusia adalah kemanusiaannya.)

  26. “Resopa madecengngi, nasaba alena tau.” (Kesabaran itu baik karena menunjukkan kepribadian seseorang.)

  27. “Tau marakka ada, tau mappatinaja gau.” (Orang bijak dalam bicara, adil dalam berbuat.)

  28. “De’na muweddingngi tau, nakko de’na mupogau gau madeceng.” (Tidak akan dihormati orang jika tidak berbuat kebaikan.)

  29. “Siri’ narekko naletei, pacce narekko sitinaja.” (Harga diri ditegakkan, empati dijalankan dengan adil.)

  30. “Naia tau madeceng, naia tau mappasitinaja.” (Orang baik adalah orang yang adil.)

  31. “De’na muwaningngi lino, nakko de’na muwaningngi ada.” (Tidak akan dikenal di dunia jika tidak menjaga ucapan.)

  32. “Tau mappepecca gau, de’na nappaddampengngi tau.” (Orang yang berbuat salah tidak akan disenangi orang lain.)

  33. “Mappalempang ada, mappalempang gau.” (Lurus dalam perkataan, lurus pula dalam tindakan.)

  34. “Siri’ napogau, pacce nasaba tau.” (Harga diri dijalankan, empati dijaga untuk sesama.)

  35. “De’na muisengngi siri’mu, nakko de’na mupogau pacce.” (Tidak berguna harga dirimu jika tidak dijalani dengan empati.)

  36. “Resopa masseddi, gau masseddi.” (Kesabaran berjalan seiring dengan perbuatan baik.)

  37. “Tau mappeca gau, tau mappanessa.” (Orang baik perbuatannya, baik pula akhlaknya.)

  38. “Siri’ napogau ri lino, pacce napogau ri ade.” (Harga diri dijalankan di dunia, empati dijalankan dalam adat.)

  39. “De’na muweddingngi tau, nakko de’na mupogau gau tessitinaja.” (Orang tidak akan dihormati bila tidak berlaku adil.)

  40. “Mali siparappe, rebba sipatokkong, malilu sipakainge, maega sipatokkong.” (Dalam kebersamaan, kita saling menolong, mengingatkan, dan menguatkan.)

  41. “Naia ade’ mapparame tau.” (Adat memperindah manusia.)

  42. “De’na mupogau gau jancie, de’na mupogau gau masseddi.” (Jangan berbuat janji palsu, jangan berbuat setengah hati.)

  43. “Tau mappeccae ri gau, tau mappeccae ri ada.” (Orang dihargai karena perbuatannya, dimuliakan karena perkataannya.)

  44. “Siri’na ade, siri’na tau.” (Harga diri ada dalam adat, harga diri ada pada manusia.)

  45. “Resopa sitinaja ri gau, naletei ri lino.” (Kesabaran dalam perbuatan akan membawa kebaikan dalam hidup.)

  46. “Tau mappeccae ri lino, tau mappanessa ri gau.” (Orang dihargai di dunia karena ilmunya, dihormati karena perbuatannya.)

  47. “De’na mupogau gau tessitinaja, de’na mupogau gau masseddi.” (Jangan berbuat tidak adil, jangan berbuat setengah hati.)

  48. “Siri’ sipammase, pacce sipattuju.” (Harga diri menyayangi, empati menyatukan.)

  49. “Tau mappebalu, tau mappepatinaja.” (Pemimpin adalah orang yang mampu berlaku adil.)

  50. “Anre muweddingngi tau, nakko de’na mupogau gau tessitinaja.” (Tidak akan dihormati orang bila tidak berbuat adil.)

  51. “Resopa sitinaja masseddi, gau madeceng masseddi.” (Kesabaran sejalan dengan kebaikan.)

  52. “Tau mappeca gau, tau mappalempang ada.” (Orang baik tindakannya, orang lurus perkataannya.)

  53. “Siri’ mapparame gau, pacce mapparame ade.” (Harga diri memperindah perbuatan, empati memperindah adat.)

  54. “Tau mappeca gau, tau mappajanci.” (Orang baik perbuatannya, orang yang menepati janji.)

  55. “Resopa natemmangingngi, gau napogau madeceng.” (Kesabaran yang kokoh menghasilkan perbuatan baik.)

  56. “Tau mappeca ada, tau mappalempang gau.” (Orang baik perkataannya, orang lurus perbuatannya.)

  57. “Siri’ mappanessa tau, pacce mapparame tau.” (Harga diri menunjukkan kepribadian, empati memperindah manusia.)

  58. “De’na mupogau gau tessitinaja, de’na muweddingngi tau.” (Orang tidak akan dihormati bila berbuat tidak adil.)

  59. “Resopa masseddi ri gau, napogau madeceng.” (Kesabaran dalam perbuatan menghasilkan kebaikan.)

  60. “Siri’ sipakaraja, pacce sipakainge.” (Harga diri membuat kita bekerja, empati membuat kita saling mengingatkan.)

  61. “Tau mappeca gau, tau mappanessa ri lino.” (Orang baik perbuatannya, orang terhormat di dunia.)

  62. “Resopa sitinaja mapparame tau.” (Kesabaran memperindah manusia.)

  63. “De’na mupogau gau tessitinaja, de’na mupogau gau mappeca.” (Jangan berbuat tidak adil, jangan berbuat jahat.)

  64. “Siri’ sipammase tau, pacce sipakaraja tau.” (Harga diri membuat orang saling menyayangi, empati membuat orang saling bekerja sama.)

  65. “Tau mappeca ada, tau mappeca gau.” (Orang baik perkataannya, orang baik perbuatannya.)

  66. “Resopa madeceng, naletei pammase dewata.” (Kesabaran yang baik akan mendatangkan rahmat Tuhan.)

  67. “Tau mappejanci, tau mappeccae.” (Orang yang menepati janji adalah orang baik.)

  68. “Siri’ sipattuju, pacce sipakainge.” (Harga diri menyatukan, empati saling mengingatkan.)

  69. “Tau mappeca gau ri lino, tau mappajanci ri ade.” (Orang baik perbuatannya di dunia, orang yang menepati janji dalam adat.)

  70. “Resopa masseddi ri gau, napogau pangkaukang.” (Kesabaran dalam perbuatan menghasilkan ketenangan.)

  71. “Tau mappeca gau, tau mappalempang gau.” (Orang baik tindakannya, orang lurus tindakannya.)

  72. “Siri’na gau, siri’na ade.” (Harga diri ada dalam perbuatan, harga diri ada dalam adat.)

  73. “Resopa sitinaja, gau sipammase.” (Kesabaran dan kasih sayang berjalan bersama.)

  74. “Tau mappeca gau, tau mappebalu.” (Orang baik perbuatannya, orang yang bisa memimpin.)

  75. “Siri’ masseddi, pacce masseddi.” (Harga diri berjalan seiring, empati berjalan bersama.)

  76. “Tau mappanessa gau, tau mappalempang ada.” (Orang yang berakhlak baik, orang yang berbicara lurus.)

  77. “Resopa sitinaja masseddi, gau madeceng masseddi.” (Kesabaran yang kokoh, perbuatan yang kokoh.)

  78. “Tau mappeca gau, tau mappeca ada.” (Orang baik tindakannya, orang baik perkataannya.)

  79. “Siri’ sipammase, pacce sipatokkong.” (Harga diri menyayangi, empati menguatkan.)

  80. “Tau mappeca gau, tau mappanessa tau.” (Orang baik tindakannya, orang berakhlak baik.)

  81. “Resopa masseddi, gau masseddi, ade masseddi.” (Kesabaran yang teguh, perbuatan yang teguh, adat yang teguh.)

  82. “Tau mappeca gau, tau mappajanci ade.” (Orang baik tindakannya, orang yang menepati janji adat.)

  83. “Siri’na tau, pacce na tau.” (Harga diri ada pada manusia, empati ada pada manusia.)

  84. “Tau mappeca gau, tau mappeccae ada.” (Orang baik tindakannya, orang baik perkataannya.)

  85. “Resopa sitinaja naletei pammase dewata.” (Kesabaran mendatangkan rahmat Tuhan.)

  86. “Tau mappeca gau, tau mappalempang gau.” (Orang baik tindakannya, orang lurus perbuatannya.)

  87. “Siri’ sipammase tau, pacce sipattuju tau.” (Harga diri membuat orang menyayangi, empati membuat orang menyatu.)

  88. “Tau mappeca gau, tau mappanessa gau.” (Orang baik tindakannya, orang berakhlak baik tindakannya.)

  89. “Resopa sitinaja masseddi, gau madeceng masseddi.” (Kesabaran yang teguh, perbuatan yang baik yang teguh.)

  90. “Tau mappeca gau, tau mappajanci.” (Orang baik tindakannya, orang yang menepati janji.)

  91. “Siri’ sipakaraja, pacce sipakainge.” (Harga diri membuat orang bekerja, empati membuat orang saling mengingatkan.)

  92. “Tau mappeca gau, tau mappeca ada.” (Orang baik tindakannya, orang baik perkataannya.)

  93. “Resopa sitinaja ri gau, gau madeceng ri lino.” (Kesabaran dalam perbuatan, kebaikan dalam hidup.)

  94. “Tau mappeca gau, tau mappanessa ri ade.” (Orang baik tindakannya, orang berakhlak baik dalam adat.)

  95. “Siri’ sipammase tau, pacce sipatokkong tau.” (Harga diri membuat orang menyayangi, empati membuat orang saling menguatkan.)

  96. “Tau mappeca gau, tau mappeca ada.” (Orang baik tindakannya, orang baik perkataannya.)

  97. “Resopa madeceng, naletei pammase dewata.” (Kesabaran yang baik akan mendapat rahmat Tuhan.)

  98. “Tau mappeca gau, tau mappalempang gau.” (Orang baik tindakannya, orang lurus perbuatannya.)

  99. “Siri’ masseddi, pacce masseddi.” (Harga diri berjalan bersama, empati berjalan seiring.)

  100. “Tau mappeca gau, tau mappeca ada.” (Orang baik tindakannya, orang baik perkataannya.)

Baca Juga: Asal-usul Suku Bugis dengan Identitas Maritim Kuat

(DEL)