20 Pantun Penutup Acara Lamaran yang Manis dan Berkesan

Menyediakan berbagai informasi seputar Generasi Z.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Pengetahuan Umum tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Acara lamaran adalah momen sakral yang mengawali perjalanan dua insan menuju jenjang pernikahan. Setelah seluruh rangkaian acara disampaikan dengan khidmat, memberikan sentuhan penutup lewat pantun bisa semakin manis dan berkesan.
Pantun penutup acara lamaran bukan hanya penanda berakhirnya acara, tapi juga simbol harapan, restu, dan doa agar hubungan kedua calon mempelai selalu dalam lindungan dan kebahagiaan. Pantun bisa dikemas dalam nuansa lucu, formal, hingga puitis.
Jika butuh referensinya, di bawah ini telah kami siapkan beberapa kumpulan pantun penutup acara lamaran yang bisa langsung digunakan sesuai suasana.
Pantun Penutup Acara Lamaran
Berikut kumpulan pantun penutup acara lamaran dalam berbagai tema yang bisa kamu jadikan sebagai referensi.
Pantun Penutup Lamaran Romantis dan Berkesan
Bunga melati di taman sari,
Harum semerbak memikat hati.
Lamaran ini resmi terjadi,
Semoga cinta terus abadi.
Mentari pagi bersinar cerah,
Burung berkicau di dahan pepohonan.
Acara lamaran telah berjalan indah,
Semoga menuju hari pernikahan.
Air mengalir ke muara sungai,
Dengan tenang dan lembut tanpa ragu.
Cinta terikat di acara lamaran ini,
Semoga kelak bersatu dalam restu.
Layar terkembang di atas perahu,
Mengarah angin penuh semangat.
Acara lamaran kini berlalu,
Menuju pernikahan yang penuh hikmat.
Elok bunga di taman desa,
Diambil gadis sambil tertawa.
Lamaran telah disambut keluarga,
Tinggal menuju hari bahagia.
Pantun Penutup Acara Lamaran Gombal
Jual pepaya tak laku-laku,
Tapi hatiku tak pernah ragu.
Bila kau jadi pasanganku,
Hidupku akan penuh bahagia.
Bunga melati harum semerbak,
Di taman yang indah dan tenang.
Engkau adalah cinta sejati,
Mari bersama hingga akhir zaman.
Jalan-jalan ke kota Paris,
Singgah sejenak di kota Pariaman.
Wahai engkau yang manis,
Bolehkah kuajak ke pelaminan?
Nonton sendiri film Dilan,
Dipanggil ibu meminta koran.
Baru sehari kita kenalan,
Namun melamarmu sudah tak sabaran.
Jalan jalan ke kota Swiss
Melihat pedagang jualan brownis
Biarpun maut di ujung keris
Asal dapat nona yang manis.
Pantun Penutup Acara Lamaran Lucu dan Menghibur
Ke pasar beli rambutan,
Dapat bonus satu semangka.
Kalau lamaran sudah dilaksanakan,
Ayo segera cari tukang rias pengantin juga!
Jalan-jalan ke Kranggan,
Naik motor yang knalpotnya ngebul.
Kalau sudah sah di acara lamaran,
Jangan lupa undang kami waktu ijab qabul!
Nyasar sampe ke Tanah Abang,
Tapi tetep mampir ke para pedagang.
Acara lamaran jangan tegang-tegang,
Nanti malah lupa bilang “terima kasih” ke yang datang.
Minum es dawet di sore hari,
Ditemani kue leker dan teh manis.
Acara lamaran selesai hari ini,
Semoga segera sah dan hidup romantis.
Naik delman ke desa tetangga,
Duduk manis pakai selendang.
Kalau sudah mantap jadi keluarga,
Kita jalan-jalan terus, ya, sayang!
Pantun Penutup Lamaran Islami
Ayat suci mengalun merdu,
Menyentuh hati penuh makna.
Lamaran ini penuh restu,
Semoga berkah dari Allah senantiasa.
Salat lima waktu jangan ditinggal,
Doa dipanjat setiap hari.
Ikatan ini semoga kekal,
Bersatu dalam pernikahan suci.
Cahaya bulan temani malam,
Langit luas penuh bintang.
Cinta ini telah dalam,
Semoga halal dan penuh kasih sayang.
Al-Qur'an sebagai pedoman hidup,
Sunah Nabi menjadi teladan.
Semoga cinta takkan redup,
Dalam rida Allah sebagai sandaran.
Harum semerbak bunga kenanga,
Tumbuh subur di taman masjid.
Semoga acara ini membawa bahagia,
Menuju janji suci yang sah dan legit.
Baca Juga: 50 Pantun untuk Pengantin Baru yang Romantis dan Bermakna
(NDA)
