Generasi Z dan Tren dalam Perjalanan Solo, Bagaimana Preferensinya?

Pengetahuan Umum
Menyediakan berbagai informasi seputar Generasi Z.
Konten dari Pengguna
26 Februari 2024 10:44 WIB
·
waktu baca 4 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari Pengetahuan Umum tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Ilustrasi melakukan solo traveling. Foto: Punnawit Suwattananun/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi melakukan solo traveling. Foto: Punnawit Suwattananun/Shutterstock
ADVERTISEMENT
Generasi Z menjadi penggerak utama di balik tren perjalanan solo yang semakin populer. Dibandingkan dengan generasi sebelumnya, mereka menunjukkan minat yang besar pada pengalaman perjalanan yang unik dan personal.
ADVERTISEMENT
Ini dilakukan dengan cara menjelajahi dunia secara mandiri. Tidak lagi terikat pada konvensi wisata konvensional, Generasi Z mencari destinasi yang tidak biasa dan berkesan demi menciptakan tren baru dalam industri pariwisata.
Dukungan teknologi dan pengaruh media sosial menjadi penggerak utama bagi minat mereka dalam menjelajahi dunia sendirian. Penasaran seperti apa perubahan preferensinya? Simak selengkapnya dalam artikel berikut.

Perubahan Preferensi Perjalanan Solo

Ilustrasi solo traveling ke Jepang. Foto: Shutterstock
Preferensi yang berubah didasari oleh banyak hal. Beberapa di antaranya yakni sebagai berikut:

1. Destinasi yang Tidak Biasa

Generasi Z cenderung menunjukkan minat yang besar pada destinasi non-turistik yang jarang dikunjungi oleh wisatawan lain. Mereka mencari pengalaman yang lebih otentik dan mendalam dengan menjelajahi tempat-tempat yang belum banyak tersentuh oleh turisme massal.
Menurut survei yang dilakukan oleh TripAdvisor, lebih dari 70% dari Generasi Z menyatakan minat mereka untuk mengunjungi destinasi yang tidak biasa dan terisolasi, di luar jangkauan tempat-tempat populer yang sudah menjadi tujuan wisata umum.
ADVERTISEMENT
Mereka menginginkan pengalaman yang lebih intim dan personal dengan budaya lokal, sehingga memberikan dampak positif terhadap perkembangan pariwisata di destinasi yang belum banyak tersentuh.

2. Pendekatan Fleksibel terhadap Perencanaan

Selain itu, Generasi Z juga cenderung memiliki pendekatan yang lebih fleksibel terhadap perencanaan perjalanan. Mereka tidak terlalu terikat pada jadwal yang ketat atau rencana yang terlalu terstruktur, tetapi lebih suka merencanakan perjalanan secara spontan sesuai dengan keinginan dan suasana hati mereka.
Menurut penelitian yang dilakukan oleh ilmuwan, lebih dari 60% dari Generasi Z menyatakan bahwa mereka lebih suka merencanakan perjalanan secara fleksibel tanpa terikat pada jadwal yang ketat. Mereka menikmati kebebasan dan fleksibilitas dalam menjelajahi tempat baru, tanpa adanya tekanan untuk mengikuti agenda yang ketat.

Pengaruh Media Sosial dalam Perjalanan Solo

Solo Traveling. Foto: Shutterstock
Media sosial sedikit banyak memengaruhi preferensi Gen Z dalam merencanakan perjalanan solo. Ini mencakup pencarian rekomendasi, pengalaman orang, dan lain sebagainya.
ADVERTISEMENT

1. Pencarian Rekomendasi melalui Media Sosial

Media sosial memainkan peran penting dalam mempengaruhi keputusan perjalanan solo Generasi Z. Mereka sering mencari inspirasi dan rekomendasi perjalanan melalui platform media sosial seperti Instagram, TikTok, dan YouTube.
Influencer perjalanan, dengan jutaan pengikut mereka, memiliki pengaruh yang besar dalam memberikan inspirasi dan ide perjalanan kepada Generasi Z.
Menurut penelitian yang dilakukan oleh Influencer Marketing Hub, lebih dari 80% dari Generasi Z mengatakan bahwa mereka sering mencari rekomendasi perjalanan dari influencer media sosial sebelum membuat keputusan perjalanan.

2. Berbagi Pengalaman di Media Sosial

Tren berbagi pengalaman perjalanan solo juga semakin meningkat di media sosial. Generasi Z cenderung membagikan cerita perjalanan, foto, dan video mereka di platform media sosial untuk memperlihatkan pengalaman mereka kepada dunia.
Hal ini tidak hanya menjadi cara untuk mengabadikan momen, tetapi juga untuk memberikan rekomendasi dan inspirasi kepada teman-teman dan pengikut mereka.
ADVERTISEMENT
Dampak foto dan cerita perjalanan yang viral dapat memberikan promosi yang besar bagi destinasi wisata tertentu, sehingga meningkatkan popularitas dan minat wisatawan untuk mengunjungi tempat tersebut.

Tantangan dan Kesempatan dalam Perjalanan Solo

Ilustrasi perempuan yang solo traveling. Foto: Shutterstock
Di balik kelancarannya, Generasi Z juga menjumpai sejumlah permasalahan dan tantangan. Apa sajakah itu?

1. Tantangan Keamanan dan Keselamatan

Meskipun memiliki banyak manfaat, perjalanan solo juga memiliki tantangan tersendiri, terutama dalam hal keamanan dan keselamatan. Penting bagi Generasi Z untuk meningkatkan kesadaran akan risiko dan bahaya yang mungkin terjadi selama perjalanan solo.
Strategi untuk mengatasi tantangan keamanan, seperti menjaga barang berharga dan menghindari tempat-tempat yang berisiko, menjadi penting untuk memastikan pengalaman perjalanan yang aman dan menyenangkan.

2. Peluang untuk Pertumbuhan Pribadi dan Penemuan Diri

Meskipun demikian, perjalanan solo juga memberikan peluang besar bagi pertumbuhan pribadi dan penemuan diri. Generasi Z dapat menggunakan waktu yang mereka habiskan sendirian di perjalanan untuk merenungkan diri, mengenali kekuatan dan kelemahan mereka, serta mengeksplorasi minat dan ambisi baru.
ADVERTISEMENT
Perjalanan solo dapat menjadi peluang untuk melampaui batas-batas diri dan menghadapi tantangan baru, sehingga memberikan manfaat psikologis dan emosional yang besar bagi mereka. Menurut penelitian yang dilakukan oleh Harvard Business Review, perjalanan solo dapat meningkatkan kreativitas, ketahanan mental, dan rasa empati.