Konten dari Pengguna

Lihat dan Ingat 'Wajah' Pendidikan

Pentagon Tampubolon

Pentagon Tampubolon

Cintailah sastra, sebab jika hanya berlomba-lomba mencapai deretan gelar atau jabatan, kita hanya hewan yang pandai.

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Pentagon Tampubolon tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Lihat dan Ingat 'Wajah' Pendidikan
zoom-in-whitePerbesar

Pada masa itu adalah masa di mana pembatasan terhadap pendidikan mengeruak, banyak rakyat yang belum bisa mendapat pendidikan dengan baik. Hanya golongan tertentu yang bisa mendapatkan pendidikan secara formal.

Penderitaan ini membuat R.M. Suwardi Suryaningrat l, atau sering di kenal dengan Ki Hajar Dewantara mendobrak ideologi serta pengekangan yang dibuat oleh penguasa.

Dengan segala cara ia mencoba memperbaiki tatanan pendidikan pada masa itu, khususnya bagi rakyat indonesia yang masih terjajah. Dia berjuang demi kesejahteraan rakyat, yang masih ditindas oleh pemerintah/penguasa.

Hingga puncak perjuangannya ia dapat melahirkan pendidikan yang amat tak terduga oleh penguasa, dengan bercengkrama dengan intelektual menghasilkan suatu gerakan baru.

Hal itu terlihat pada hasil pemikirannya yang menghasilkan suatu istilah baru dan kemudian ia terapkan dalam sistem pendidikan. Secara utuh, semboyan itu dalam bahasa Jawa berbunyi ing ngarso sung tulodo, ing madyo mangun karso, tut wuri handayani.

Lihat dan Ingat 'Wajah' Pendidikan (1)
zoom-in-whitePerbesar

Yang Arti dari semboyan tersebut adalah: Ing Ngarsa Sung Tulada (di depan, seorang pendidik harus memberi teladan atau contoh tindakan yang baik), Ing Madya Mangun Karsa (di tengah atau di antara murid, guru harus menciptakan prakarsa dan ide), dan Tut Wuri Handayani (dari belakang seorang guru harus bisa memberikan dorongan dan arahan).

Nah! perjuangannya ini dapatlah kita jadikan sebagai gambaran kita untuk tetap menjunjung tinggi pendidikan, khususnya kita kaum muda janganlah memelihara sikap yang tak mau peduli dengan lingkungan sekitar (Apatis) kita.

Ketika ada ketimpangan pada pendidikan, kita harus bisa memperjuangkan keluh para rakyat yang minim pendidikan. Untuk itu mari kita hormati perjuangan pahlawan pendidikan. Tergeraklah selalu jiwamu wahai pemuda!!!!

#selamatharipendidikan

#2mei1889

#salamkata-kataku

Siapakah sosok pahlawan ini? (Foto: Wikimedia Commons)
zoom-in-whitePerbesar
Siapakah sosok pahlawan ini? (Foto: Wikimedia Commons)