Konten dari Pengguna

3 Efek Samping Cukur Kumis beserta Saran Mencukur yang Benar

Perawatan Pria

Perawatan Pria

Membahas artikel tentang perawatan diri pria

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Perawatan Pria tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Efek Samping Cukur Kumis. Foto: dok. Unsplash/Supply
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Efek Samping Cukur Kumis. Foto: dok. Unsplash/Supply

Efek samping cukur kumis penting untuk diketahui bagi para pria. Hal ini karena setelah bercukur, efek samping dapat timbul secara tiba-tiba.

Ada beberapa efek yang dapat muncul setelah cukur kumis. Salah satunya adalah mengalami iritasi. Namun, efek samping ini dapat dikurangi dengan cara mencukur kumis yang benar.

Efek Samping Cukur Kumis beserta Saran Mencukur yang Benar bagi Pria

Ilustrasi Efek Samping Cukur Kumis. Foto: dok. Unsplash/Supply

Dikutip dari dalam buku berjudul Buku Pegangan Ilmu Pengetahuan Kosmetik, Fatma Latifah, Retno Iswari (2013), kumis merupakan rambut vellus di atas bibir yang berubah menjadi rambut terminal pada pria dewasa.

Kumis dapat tumbuh lebat jika tidak dicukur secara berkala. Maka dari itu, penting untuk mencukur kumis dalam jangka waktu yang tepat.

Karena kumis yang tumbuh lebat membuat kebanyakan pria merasa risih dan tidak nyaman, maka kebanyakan pria mencukur kumis dalam jangka waktu yang sering. Namun, kegiatan bercukur kumis dapat menimbulkan efek samping.

Berikut ini beberapa efek samping cukur kumis yang dapat timbul pada pria dan saran untuk mencukur yang benar agar tidak terjadi efek samping.

1. Timbulnya Razor Burn

Istilah razor burn merupakan sebutan untuk iritasi kulit yang terjadi setelah bercukur kumis. Hal ini dapat terjadi karena proses pencukuran yang kurang tepat. Razor burn umumnya ditandai dengan timbulnya kemerahan pada permukaan kulit setelah bercukur.

2. Luka Setelah Bercukur

Efek samping satu ini dapat terjadi karena penggunaan pisau cukur yang kurang tajam atau bahkan sudah tak layak digunakan. Maka dari itu, penting untuk mengganti pisau cukur secara berkala, terlebih jika sudah tidak tajam lagi. Jika penggunaan alat cukur yang tidak kayak terus dilakukan, maka risiko iritasi bahkan infeksi dapat terjadi.

3. Iritasi pada Kulit

Sebelum bercukur kumis, sebaiknya gunakan krim khusus untuk bercukur. Hal ini dilakukan untuk membantu mempersiapkan kulit wajah sebelum bercukur. Jika kulit terlalu kering dan kurang lembap, maka kulit dapat mengalami iritasi setelah dicukur. Pastikan pula alat cukur yang digunakan bersih dan steril.

Baca juga: Cara Mencukur Kumis yang Benar agar Terlihat Rapi dan Bersih

Efek samping cukur kumis dan saran bercukur yang benar dalam artikel ini dapat dijadikan sebagai pengetahuan bermanfaat bagi pria agar dapat bercukur dengan baik. (DAP)