Konten dari Pengguna

4 Penyebab Parfum Refill Panas di Kulit dan Cara Mengatasinya

Perawatan Pria

Perawatan Pria

Membahas artikel tentang perawatan diri pria

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Perawatan Pria tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi  Penyebab Parfum Refill Panas di Kulit. Sumber: Pexels/Photo By: Kaboompics.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Penyebab Parfum Refill Panas di Kulit. Sumber: Pexels/Photo By: Kaboompics.com

Parfum refill merupakan jenis parfum dari bibit yang diracik dengan pelarut alkohol atau turunannya. Beberapa orang dapat mengalami reaksi berupa kulit panas saat menggunakan parfum tersebut. Penyebab parfum refill panas di kulit meliputi beberapa faktor.

Salah satu di antaranya adalah seseorang memiliki riwayat alergi atau kulit sensitif terhadap jenis alkohol. Ketika mengalami reaksi kulit terasa panas saat terkena parfum, ada beberapa langkah yang perlu dilakukan guna mencegah kerusakan pada kulit.

4 Faktor Penyebab Parfum Refill Panas di Kulit

Ilustrasi Penyebab Parfum Refill Panas di Kulit. Sumber: Pexels/MART PRODUCTION

Parfum refill merupakan jenis zat pewangi yang berasal dari campuran bibit parfum dengan alkohol atau turunannya. Harga parfum refill umumnya lebih murah daripada parfum jenis EDP (Eau de Parfum) di pasaran.

Hal itu membuat banyak orang lebih memilih parfum refill. Beberapa orang cocok menggunakan parfum refill. Namun, ada pula orang yang kurang cocok karena kulit terasa panas saat menggunakan parfum tersebut.

Kondisi itu dapat terjadi karena berbagai macam faktor. Berikut adalah empat contoh faktor penyebab parfum refill panas di kulit.

1. Kualitas Bahan yang Rendah

Kualitas bahan yang rendah dapat membuat kulit terasa panas saat menggunakan parfum. Maksud dari kualitas bahan rendah, yaitu:

  • Bibit dan/atau pelarut parfum hampir kedaluwarsa;

  • Bibit dan/atau pelarut parfum merupakan produk dengan kualitas di bawah standar.

  • Bibit dan/atau pelarut parfum terkontaminasi oleh zat campuran lain, misalnya pewarna.

2. Kulit Sensitif terhadap Alkohol

Faktor lain yang memungkinkan kulit terasa panas saat menggunakan parfum adalah sensitif terhadap alkohol. Alkohol dan senyawa turunannya merupakan zat pelarut parfum. Contoh turunan alkohol, yaitu metanol, etanol, serta isopropanol.

Dikutip dari buku The Natural Beauty Solution: 75 Tips Kecantikan Alami Buatan Sendiri, Aprilia (2019: 24), etanol adalah jenis alkohol untuk mengencerkan yang dapat membuat kulit yang terpapar terasa panas.

3. Keadaan Lingkungan saat Penggunaan Parfum

Keadaan lingkungan saat penggunaan parfum juga dapat membuat parfum terasa panas di kulit. Saat suhu tinggi dan tubuh berkeringat, kulit dapat terasa panas saat terkena parfum. Oleh karena itu, penggunaan parfum sebaiknya saat sejuk seperti setelah mandi.

4. Kandungan Minyak Esensial

Kandungan minyak esensial juga bisa membuat parfum terasa panas di kulit. Contoh minyak esensial yang menimbulkan efek panas alami, yaitu kayu manis atau cengkih.

Cara Mengatasi Kulit Panas karena Parfum

Ilustrasi Penyebab Parfum Refill Panas di Kulit. Sumber: Pexels/mali maeder

Banyak jenis parfum refill tidak BPOM (Badan Pengawas Obat Makanan). Berdasarkan keadaan itu, pengguna perlu berhati-hati saat memilih parfum. Jika tidak, diri dapat mengalami reaksi alergi, seperti kulit yang terasa panas.

Cara untuk mengatasi kulit panas akibat parfum refill, yaitu:

  1. Hentikan penggunaan karena kulit panas dapat menjadi tanda reaksi alergi.

  2. Bilas bagian yang terkena parfum dengan air mengalir.

  3. Cuci bagian yang terkena parfum dengan sabun yang lembut (gentle).

  4. Bilas kembali dengan air mengalir.

  5. Gunakan pelembap dengan tekstur ringan, tanpa pewangi, dan tanpa alkohol.

  6. Jika kulit masih panas, memerah, dan kondisi memburuk, segera lakukan konsultasi dengan dokter pada hari yang sama.

Baca juga: 4 Rekomendasi Parfum Lokal yang Tahan Lama

Demikian jelas bahwa ada banyak penyebab parfum refill panas di kulit. Oleh karena itu, setiap orang perlu memperhatikan kualitas, kandungan, serta kredibilitas parfum untuk mencegah terjadinya reaksi alergi saat menggunakan produk pewangi tersebut. (AA)