Konten dari Pengguna

8 Cara Mencukur Jenggot agar Tidak Iritasi dan Aman bagi Kulit

Perawatan Pria

Perawatan Pria

Membahas artikel tentang perawatan diri pria

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Perawatan Pria tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Cara Mencukur Jenggot agar Tidak Iritasi. Sumber Unsplash/Drew Hays
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Cara Mencukur Jenggot agar Tidak Iritasi. Sumber Unsplash/Drew Hays

Untuk pemula, cara mencukur jenggot agar tidak iritasi menjadi tantangan sendiri bagi pria. Sebagian pria mengeluhkan kulitnya yang menjadi luka, akibat kesalahan dalam mencukur jenggot.

Jenggot merupakan rambut-rambut halus yang tumbuh di area dagu dan rahang wajah. Mencukur jenggot menjadi perawatan rutin bagi pria sebagai bagian dari penampilan.

8 Cara Mencukur Jenggot agar Tidak Iritasi yang Perlu Diketahui Pria

Ilustrasi Cara Mencukur Jenggot agar Tidak Iritasi. Sumber Unsplash/Arthur Humeau

Tumbuh di area wajah yang sensitif, membuat kegiatan bercukur jenggot dapat menimbulkan iritasi. Dikutip dari buku Apa yang Terjadi pada Diriku? (Cowok), Alex Frith (2002:13), berikut adalah delapan cara mencukur jenggot agar tidak iritasi dan aman bagi kulit.

  1. Gunakan pisau cukur yang bersih dan tajam setiap kali bercukur. Untuk melindungi kulit dari risiko iritasi, pilih alat cukur dengan satu mata pisau yang rutin diganti.

  2. Bersihkan wajah terlebih dahulu dengan air hangat untuk mengangkat segala minyak dan kotoran. Pori-pori yang tersumbat akan mengganggu proses pencukuran jenggot.

  3. Selalu menggunakan cermin, agar dapat melihat gerakan yang sedang dilakukan. Saat mencukur, cukup menekan secara perlahan untuk menjaga pisau cukur kontak dengan kulit.

  4. Gunakan busa atau gel cukur, agar kulit lebih licin sehingga lebih mudah untuk mencukur jenggot. Gel cukur memiliki tekstur ringan yang tidak menyumbat pori, sehingga kulit tetap lembap dan mencegah iritasi.

  5. Tempelkan pisau cukur ke muka, lalu tarik ke arah tumbuh jenggot dan kumis. Hal ini untuk mencegah risiko rambut tumbuh ke dalam, dan menutup pori-pori.

  6. Bilas silet di air panas setiap satu tarikan. Gunanya untuk menjaga ketajaman dan memudahkan dalam proses mencukur jenggot.

  7. Cukur lagi ke arah yang berlawanan bila dirasa perlu. Proses cukur dapat dihentikan, apabila telah sesuai dengan hasil yang diinginkan.

  8. Sesudah bercukur, gunakan krim pelembap atau krim setelah bercukur (aftershave), yang membuat kulit nyaman kembali. Hati-hati, karena beberapa krim sehabis bercukur terasa perih di kulit, apalagi kalau ada luka di muka.

Baca juga: 4 Salon Pria di Jakarta Selatan yang Bagus dan Hasilnya Memuaskan

Cara mencukur jenggot agar tidak iritasi adalah dengan menjaga kulit tetap lembap. Kulit yang terlalu kering dan sensitif akan membuat kulit mudah teriritasi saat mencukur jenggot.(DK)