Mengapa Keringat Dapat Menyebabkan Bau Badan? Ini Penjelasannya

Membahas artikel tentang perawatan diri pria
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Perawatan Pria tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Keringat adalah mekanisme alami tubuh untuk mengatur suhu dan menjaga keseimbangan cairan. Namun, keringat juga sering kali dikaitkan dengan bau badan yang tidak sedap. Mengapa keringat dapat menyebabkan bau badan?
Padahal, secara ilmiah, keringat itu sendiri sebenarnya tidak berbau. Bau badan muncul akibat interaksi antara keringat dan bakteri yang ada di kulit. Selain itu, ada beberapa faktor lain yang mengakibatkan keringat menjadi bau yang tidak enak.
Mengapa Keringat Dapat Menyebabkan Bau Badan? Ini Alasannya
Mengutip dari buku Sinyal Bahaya dari Tubuh, Sheila Wijaya, (2015), gangguan bau badan atau bau keringat juga dapat terjadi karena kurangnya menjaga kebersihan badan dan adanya bakteri yang mengurai keringat menjadi zat yang berbau tak sedap.
Selain itu, bau badan juga dapat dipengaruhi oleh hormon dan makanan yang dikonsumsi. Untuk penjelasan lengkapnya, simak penjelasan mengapa keringat dapat menyebabkan bau badan berikut ini.
1. Peran Bakteri di Kulit
Keringat yang dikeluarkan oleh tubuh mengandung senyawa seperti protein dan lemak. Bakteri yang secara alami hidup di kulit manusia, terutama di lembap seperti ketiak dan selangkangan, memecah senyawa-senyawa ini menjadi asam lemak dan senyawa sulfur.
Proses ini menghasilkan bau yang tidak sedap saat keringat bercampur dengan produk-produk pemecahan tersebut.
2. Jenis Kelenjar Keringat
Manusia memiliki dua jenis utama kelenjar keringat, kelenjar ekrin dan kelenjar apokrin. Kelenjar ekrin tersebar di hampir seluruh tubuh dan menghasilkan keringat yang dominan terdiri dari air dan garam. Keringat dari kelenjar ekrin umumnya tidak berbau.
Di sisi lain, kelenjar apokrin terdapat di daerah-daerah yang lebih berambut seperti ketiak dan selangkangan. Keringat dari kelenjar apokrin mengandung lebih banyak protein dan lemak, yang dapat menjadi sumber utama bagi bakteri untuk memproduksi bau.
3. Faktor Lingkungan dan Kondisional
Cuaca panas dan lembab meningkatkan produksi keringat dan menciptakan lingkungan yang ideal bagi bakteri untuk berkembang biak. Kurangnya ventilasi atau sirkulasi udara yang baik, dapat menyebabkan keringat terperangkap di kulit.
Selain itu, kondisi medis tertentu seperti diabetes atau hiperhidrosis (keringat berlebihan) dapat meningkatkan produksi keringat yang kemudian berpotensi menyebabkan bau badan.
Baca juga: 5 Cara Menghilangkan Ketiak Basah agar Tampil Percaya Diri
Itulah penjelasan mengapa keringat dapat menyebabkan bau badan. Dengan memahami bahwa bau badan disebabkan oleh beberapa faktor di kulit, langkah-langkah pencegahan dapat diambil untuk mengurangi atau menghindari masalah ini. (RIZ)
