Konten dari Pengguna

4 Perbedaan Asam Lambung dan Maag yang Penting untuk Dipahami

Perbedaan Kata

Perbedaan Kata

Membahas perbedaan kata secara mendalam.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Perbedaan Kata tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Perbedaan Asam Lambung dan Maag.  Foto hanya ilustrasi, bukan sebenarnya. Sumber: Pexels/Sora Shimazaki
zoom-in-whitePerbesar
Perbedaan Asam Lambung dan Maag. Foto hanya ilustrasi, bukan sebenarnya. Sumber: Pexels/Sora Shimazaki

Ketika mengalami rasa sakit di lambung, terdapat dua kemungkinan yang nyaris mirip namun sebenarnya merupakan dua kondisi yang berbeda. Perbedaan asam lambung dan maag ini perlu diketahui, utamanya bagi yang memiliki riwayat gangguan lambung.

Pentingnya mengetahui lebih mendetail mengenai kedua gangguan lambung adalah untuk memahami tindakan yang harus diambil ketika mengalaminya. Selain itu, penting juga untuk mengetahui cara pencegahannya.

4 Perbedaan Asam Lambung dan Maag, Penting Diketahui Agar Tidak Salah Penanganan

Perbedaan Asam Lambung dan Maag. Foto hanya ilustrasi, bukan sebenarnya. Sumber: Pexels/Andrea Piacquadio

Sekilas, dua gangguan lambung ini terlihat nyaris sama. Namun, terdapat beberapa perbedaan asam lambung dan maag yang sebaiknya diketahui agar tidak salah mengidentifikasi kondisi ini.

Secara pengertian jika mengutip dari Pasien BISA: Inklusivitas pada Pekerja dengan Penyakit Kronis, Shintia Yunita Arini dkk (2024:17) asam lambung atau GERD terjadi ketika asam lambung mengalir kembali ke kerongkongan akibat melemahnya katup yang terletak di kerongkongan bagian bawah.

Sedangkan maag atau gastritis adalah peradangan yang terjadi pada dinding asam lambung. Peradangan ini terjadi akibat bakteri Helicobacter pylori.

Kedua kondisi ini memiliki beberapa perbedaan yang dapat disimak sebagai berikut.

1. Penyebab

Maag terjadi ketika terjadi iritasi pada dinding lambung. Membuatnya mudah terkena asam lambung hingga menimbulkan rasa sakit. Hal ini tidak hanya terjadi ketika telat makan, namun juga saat tingkat stres meningkat, konsumsi minuman tinggi kafein dan banyak lainnya.

Sedangkan GERD disebabkan oleh naiknya asam lambung akibat cincin esofagus yang berada di kerongkongan bagian bawah melemah. Sehingga makanan dan asam lambung lebih mudah naik ke atas.

2. Gejala yang Timbul

Keduanya memiliki beberapa gejala yang berbeda. Berikut beberapa gejala dari maag.

  • Perut terasa tidak nyaman seusai makan

  • Mengalami kembung pada bagian atas

  • Rasa sakit yang melanda bagian ulu hati

  • Merasa mual dan ingin muntah

Di sisi lain, GERD memiliki beberapa gejala seperti di bawah ini.

  • Nyeri pada bagian dada

  • Kesulitan dalam menelan makanan

  • Sesak napas

  • Batuk kering

3. Cara Mendiagnosis

Untuk mengetahui secara pasti apakah seseorang mengidap maag atau GERD bisa memeriksakan diri ke dokter. Biasanya untuk melihat tingkat keparahannya dapat dilakukan pemeriksaan endoskopi.

Nemun, jika terdapat kecurigaan yang lebih mengarah pada GERD maka dokter juga berkemungkinan untuk melakukan beberapa tes tambahan seperti tes darah dan studi barium.

4. Pengobatan

Obat yang diresepkan untuk kedua kondisi ini nyaris mirip dengan diberikannya beberapa obat seperti antibiotik dan antasida. Namun, khusus untuk GERD akan mendapat obat baclofen yang berfungsi mengurangi nyeri tenggorokan akibat naiknya asam lambung.

Pencegahan Agar Kedua Kondisi Ini Tidak Kambuh Kembali

Perbedaan Asam Lambung dan Maag. Foto hanya ilustrasi, bukan sebenarnya. Sumber: Unsplash/Joanna Kosinska

Untuk mencegah maag dan GERD terdapat beberapa hal yang dapat dilakukan. Contoh-contoh berikut bisa dilakukan sebagai pencegahan agar kondisi ini tidak terjadi secara berulang.

  • Menghindari makanan pedas, terlalu berlemak dan asam

  • Menghindari konsumsi kafein dalam jumlah tinggi

  • Menghindari minuman alkohol dan soda

  • Mengelola stres

Baca juga: 4 Perbedaan Obat Paten dan Generik yang Pembeli Perlu Ketahui

Dengan memahami perbedaan asam lambung dan maag, seseorang dapat lebih memahami kondisi yang dialaminya. Sehingga dapat mencegah agar kondisi tersebut tidak terulang kembali. (RF)