4 Perbedaan Konflik dan Kekerasan secara Bahasa dan Makna

Membahas perbedaan kata secara mendalam.
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Perbedaan Kata tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kata konflik dan kekerasan merupakan kata yang sangat sering terdengar dalam percakapan sehari-hari. Namun, banyak masyarakat yang tidak paham dengan dua istilah ini. Secara umum, ada perbedaan konflik dan kekerasan secara bahasa dan makna.
Dengan memahami pengertian dan perbedaan dari kedua istilah, maka dapat menggunakan istilah ini dengan tepat. Ketika kedua istilah digunakan dengan tepat, tidak akan menimbulkan kesalahpahaman.
4 Perbedaan Konflik dan Kekerasan secara Bahasa dan Makna untuk Menambah Wawasan dan Pengetahuan
Pembahasan mengenai perbedaan konflik dan kekerasan, baik secara bahasa dan makna, sering kali luput dari perhatian. Sebenarnya, kedua istilah ini kerap digunakan secara bergantian dalam percakapan sehari-hari.
Pada hakikatnya, konflik dan kekerasan merupakan dua hal yang berbeda secara konsep. Berikut ini adalah beberapa perbedaannya untuk menambah wawasan dan pengetahuan.
1. Secara Bahasa
Perbedaan pertama bisa dilihat dari bahasa. Dikutip dari laman https://kbbi.kemdikbud.go.id, konflik bisa diartikan sebagai percekcokan, perselisihan, dan pertentangan.
Istilah ini juga bisa diartikan sebagai ketegangan atau pertentangan di dalam cerita rekaan atau drama (pertentangan antara dua kekuatan, pertentangan dalam diri satu tokoh, pertentangan antara dua tokoh, dan sebagainya).
Sementara itu, kekerasan secara bahasa bisa diartikan sebagai perbuatan seseorang atau kelompok orang yang menyebabkan cedera atau matinya orang lain atau menyebabkan kerusakan fisik atau barang orang lain.
Dari sudut pandang kebahasaan, konflik menggambarkan kondisi, sedangkan kekerasan menjelaskan suatu tindakan atau perilaku.
2. Proses Terjadinya
Dilihat dari proses terjadinya, konflik terjadi secara sadar dan melibatkan beberapa pihak. Sebaliknya, dalam kekerasan, prosesnya seringkali tidak diketahui atau tidak disadari oleh pihak yang lebih lemah, sehingga muncul sebagai serangan yang tiba-tiba.
3. Unsur Kesengajaan
Konflik pada dasarnya tidak disertai dengan niat atau maksud untuk menghancurkan atau menjatuhkan pihak lawan. Sedangkan kekerasan dilaksanakan dengan kesengajaan penuh untuk menjatuhkan korban yang dianggap lebih lemah.
4. Reaksi yang Ditimbulkan
Konflik umumnya tidak memicu reaksi yang berlebihan karena seringkali bersifat non-fisik atau verbal. Di lain pihak, kekerasan hampir selalu menimbulkan reaksi yang keras karena melibatkan serangan fisik yang membahayakan.
Baca juga: 4 Perbedaan Teori Lamarck dan Darwin mengenai Evolusi Makhluk Hidup di Dunia
Demikian adalah ulasan mengenai perbedaan konflik dan kekerasan baik secara bahasa maupun istilah. Perlu ditekankan bahwa kedua istilah tersebut merupakan istilah yang berbeda secara fundamental. (ARD)
