6 Perbedaan HIV dan AIDS dalam Medis, Waspadai Gejalanya

Membahas perbedaan kata secara mendalam.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Perbedaan Kata tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
![[Perbedaan HIV dan AIDS] Foto hanya ilustrasi, bukan tempat sebenarnya. Sumber: unsplash/Sharon M.](https://blue.kumparan.com/image/upload/fl_progressive,fl_lossy,c_fill,f_auto,q_auto:best,w_640/v1634025439/01k64qsqn12100c1hg5xh48c7f.jpg)
Banyak orang menganggap bahwa HIV dan AIDS adalah penyakit yang sama. Padahal ada sejumlah perbedaan HIV dan AIDS yang bisa dilihat dari berbagai aspek.
Secara umum, HIV dan Aids adalah penyakit berbahaya yang sumbernya berasal dari virus. Mengetahui perbedaan keduanya sangat penting, terutama mewaspadai gejalanya agar tidak terjangkit.
Perbedaan HIV dan AIDS dalam Medis
Mengutip buku Mengenal HIV - AIDS, Hertiana, dkk (2022), HIV (Human Immunodeficiency Virus) adalah virus yang menyerang imun tubuh manusia, terutama sel darah putih. Sementara itu, AIDS (Acquired Immunodeficiency Syndrome) merupakan gejala akibat kelemahan yang muncul setelah virus HIV menyerang tubuh selama lima hingga sepuluh tahun lebih.
Adapun perbedaan HIV dan AIDS di antaranya, yaitu:
1. Definisi
HIV merupakan virus yang menyebabkan kerusakan sistem imun saat masuk ke tubuh. Saat infeksinya menyebar, sistem imun tidak dapat melindungi tubuh secara efektif.
Adapun definisi AIDS merupakan tahap lanjutan dari infeksi HIV yang terjadi saat sistem imun tubuh sudah sangat lemah dan terjadi berbagai penyakit kronis, salah satunya kanker.
2. Gejala
Gejala HIV awalnya mirip seperti flu dan muncul 2-4 minggu sesudah terinfeksi. Gejalanya meliputi demam, sakit kepala, sakit tenggorokan, ruam, kelelahan ekstrem, dan pembengkakan kelenjar getah bening. Sementara itu, gejala AIDS telah menyerang area otak, mata, paru-paru, dan saluran cerna.
3. Tahapan
HIV merupakan awal dari penyakit AIDS. Seseorang dapat hidup bertahun-tahun dengan HIV, terutama jika rutin melakukan terapi antiretroviral (ARV). Adapun AIDS merupakan akibat yang terjadi jika infeksi HIV tidak diobati. AIDS muncul setelah sistem imun sudah rusak parah.
4. Diagnosis
HIV bisa terdeteksi apabila menjalankan tes darah untuk mencari antibodi HIV atau unsur genetik virus. Adapun diagnosis AIDS terjadi saat seseorang telah dinyatakan HIV dan mempunyai jumlah CD4 yang sangat rendah dan sudah terjangkit infeksi atau penyakit tertentu.
5. Kondisi Tubuh
Pada penderita HIV, jumlah sel CD4 bisa saja masih cukup dalam melawan infeksi. Lain halnya pada penderita AIDS yang memiliki jumlah CD4 sangat rendah, sehingga rentan terkena penyakit kronis, seperti TBC, kanker, dan infeksi lainnya.
6. Pengobatan
Pada dasarnya, HIV dan AIDS tidak bisa disembuhkan sepenuhnya dari tubuh. Hanya saja, tingkat keparahannya bisa dicegah melalui terapi dan pengobatan yang tepat.
Metode pengobatan HIV dan AIDS pada dasarnya tidak jauh berbeda, yakni menggunakan ARV. Metode ARV diperlukan agar penderita HIV tetap sehat dan tidak menularkan virus.
ARV yang diberikan kepada penderita AIDS dapat meningkatkan kualitas hidup dan meningkatkan kemungkinan usia yang lebih panjang.
Baca juga: 3 Perbedaan IGD dan UGD yang Sering Dianggap Sama oleh Masyarakat
Itulah perbedaan HIV dan AIDS yang perlu diwaspadai. Secara umum, HIV adalah virus yang menyerang imun, sedangkan AIDS adalah kondisi akibat kerusakan imun yang ditimbulkan oleh HIV. (DLA)
