Perbedaan Artikel dan Jurnal dalam Proses Publikasi

Membahas perbedaan kata secara mendalam.
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Perbedaan Kata tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dalam proses publikasi, istilah artikel dan jurnal kerap kali keliru diucapkan. Banyak yang bingung menentukan perbedaan artikel dan jurnal serta memahami kegunaannya masing-masing.
Mengutip buku Penulisan Naskah Publikasi Ilmiah Mahasiswa Bahasa Arab karya Suci Ramadhanti, dkk (2023), artikel ilmiah adalah karya tulis ilmiah yang terdiri dari satu judul atau satu manuskrip. Sementara jurnal adalah kumpulan beberapa judul artikel yang dimuat dalam satu edisi penerbitan.
Artikel memaparkan hasil penelitian, penyaduran, dan pemahaman yang dilakukan oleh seseorang atau tim sesuai dengan kaidah dan etika keilmuan tertentu. Hasil penelitian tersebut nantinya bisa digunakan untuk mendapatkan hak intelektualitas penemunya.
Sementara jurnal memuat artikel dalam bidang ilmu-ilmu tertentu. Agar lebih memahami perbedaan artikel dan jurnal, simak penjelasan lengkapnya dalam artikel berikut ini.
Perbedaan Artikel dan Jurnal
Perbedaan artikel dan jurnal dapat dipahami melalui definisi dan karakteristiknya. Namun, hal paling mendasar yang bisa diamati dari kedua karya ilmiah tersebut adalah bagian judulnya.
Judul artikel biasanya terletak di bagian atas tulisan. Judul tersebut dicetak dengan ukuran huruf (font) yang besar dan diposisikan rata tengah.
Sedangkan judul jurnal biasanya ditulis di halaman depan. Di bawah judul tersebut, nantinya ada judul-judul artikel lainnya yang memuat satu bahasan tertentu.
Perbedaan artikel dan jurnal selanjutnya terletak pada level analisisnya. Artikel adalah satuan tunggal dari penulisan ilmiah yang mencakup hasil penelitian, pemikiran, dan kontribusi ilmiah dalam bentuk tulisan yang lebih pendek.
Artikel dapat dipublikasikan dalam berbagai jurnal ilmiah yang berbeda. Di sisi lain, jurnal adalah wadah yang memuat beberapa artikel ilmiah yang telah melalui proses pemilihan yang ketat sebelum diterbitkan.
Keduanya tidak sama dengan karya ilmiah yang dapat dilihat dari proses review dan publikasinya. Sebagaimana diketahui, artikel ilmiah dan jurnal harus melalui proses review terlebih dahulu oleh para pakar sebelum diterbitkan.
Proses ini memastikan kualitas dan validitas dari artikel tersebut. Setelah melewati proses review, nantinya artikel dan jurnal akan diterbitkan. Penerbitan tersebut memberikan kepercayaan dan pengakuan lebih kepada peneliti yang mempublikasikan artikelnya.
Di sisi lain, karya ilmiah seperti buku atau makalah konferensi tidak perlu melalui proses review yang ketat. Jenis laporan ini bisa diterbitkan oleh penerbit yang berbeda.
Baca juga: Pengertian dan Perbedaan Artikel Ilmiah dan Artikel Populer dalam Karya Tulis
Pengertian dan Karakteristik Artikel Ilmiah
Artikel ilmiah adalah laporan hasil penelitian yang ditulis dan dipublikasikan dalam seminar atau jurnal ilmiah. Laporan tersebut juga memuat hasil perenungan atau pemikiran mendalam untuk mengembangkan suatu bidang ilmu pengetahuan.
Dijelaskan dalam tulisan Slameto yang berjudul Penulisan Artikel Ilmiah Hasil Penelitian Tindakan Kelas, isi artikel ilmiah harus asli dan unik. Temuan penelitian yang disajikan juga harus benar-benar baru atau merupakan penyempurnaan dari temuan sebelumnya.
Artikel berisi pemikiran atau refleksi harus menghadirkan gagasan atau konsep-konsep baru. Artikel ilmiah tidak selalu berkutat pada kumpulan data, tetapi lebih diarahkan pada analisis dan interpretasi intelektual dari data tersebut.
Penggunaan analogi dan metafora dalam artikel harus dihindari. Sebab, karya tulis ini lebih menekankan pada penyajian fakta-fakta secara singkat dan jelas.
Informasi dalam artikel ilmiah sebaiknya diungkapkan dengan sedikit kata dan kalimat. Itu mengapa, harus terdapat keselarasan antara pembahasan dan struktur tulisannya.
Baca juga: Cara Menulis Daftar Pustaka dari Artikel dengan Tepat
Pengertian dan Karakteristik Jurnal
Menurut KBBI, jurnal adalah majalah khusus yang memuat artikel dalam bidang ilmu tertentu. Sementara menurut Pedoman Operasional Penilaian Angka Kredit Dosen Tahun 2019 Dirjen Dikti, jurnal adalah bentuk terbitan yang berfungsi meregistrasi kegiatan kecendekiaan.
Jurnal juga mensertifikasi hasil kegiatan yang memenuhi persyaratan ilmiah minimum, mendiseminasikannya secara meluas kepada khalayak ramai, dan mengarsipkan semua temuan hasil kegiatan kecendekiaan ilmuwan yang dimuatnya.
Dapat disimpulkan, jurnal adalah bentuk terbitan yang memuat karya-karya ilmiah pada bidang ilmu tertentu. Tujuan pembuatannya yaitu untuk mendiseminasikan ide, gagasan, dan hasil riset yang bisa diterapkan dalam kehidupan masyarakat.
Menurut aturan Dikti, terdapat 4 jenis jurnal ilmiah yang bisa diterbitkan. Dikutip dari buku, berikut penjelasannya:
Jurnal nasional: Karya ilmiah ditulis dengan memenuhi kaidah ilmiah dan etika keilmuan, memiliki ISSN, dan memiliki terbitan versi online.
Jurnal nasional terakreditasi: Berupa majalah ilmiah yang memenuhi kriteria sebagai jurnal nasional dan mendapat status terakreditasi dari Kemenristekdikti.
Jurnal internasional: Karya ilmiah ditulis dengan memenuhi kaidah ilmiah dan etika keilmuan, memiliki ISSN, ditulis menggunakan bahasa resmi PBB.
Jurnal internasional bereputasi: Karya ilmiah ini melalui proses verifikasi Thomson Reuter dan Copernicus, DOAJ, CrossRef, dan SCOPUS.
Baca juga: 10 Cara Membuat Artikel yang Baik dan Benar
(MSD)
Frequently Asked Question Section
Apa yang dimaksud dengan jurnal?

Apa yang dimaksud dengan jurnal?
Jurnal adalah kumpulan beberapa judul artikel yang dimuat dalam satu edisi penerbitan.
Bagaimana penulisan judul artikel ilmiah?

Bagaimana penulisan judul artikel ilmiah?
Judul artikel biasanya terletak di bagian atas tulisan. Judul tersebut dicetak dengan ukuran font yang besar dan diposisikan rata tengah.
Kenapa artikel ilmiah tidak boleh menggunakan analogi dan metafora?

Kenapa artikel ilmiah tidak boleh menggunakan analogi dan metafora?
Sebab, karya tulis ini lebih menekankan pada penyajian fakta-fakta secara singkat dan jelas.
