Konten dari Pengguna

Perbedaan Pantun, Syair, dan Gurindam Lengkap dengan Contohnya

Perbedaan Kata

Perbedaan Kata

Membahas perbedaan kata secara mendalam.

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Perbedaan Kata tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi menulis syair. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi menulis syair. Foto: Shutter Stock

Pantun, syair, dan gurindam merupakan bentuk sastra tradisional yang sudah ada sejak lama. Ketiganya berkaitan erat dengan akar budaya Melayu dan telah menjadi bagian dari warisan budaya Indonesia.

Keindahan bahasa dan sajak yang digunakan dalam pantun, syair, dan gurindam sangatlah khas. Kosa katanya sederhana, sehingga mudah dipahami oleh orang awam.

Ketiga karya sastra tersebut biasa dimanfaatkan sebagai sarana untuk menyampaikan pesan, alternatif hiburan, dan pengajaran. Masing-masing memiliki kaidah kebahasaan yang khas

Memahami perbedaan pantun, syair, dan gurindam cukup mudah. Agar lebih memahaminya, simaklah pembahasan lengkap dalam uraian berikut ini.

Pengertian Pantun, Syair, dan Gurindam

Ilustrasi menulis syair dan pantun. Foto: Shutter Stock

Sebelum memahami perbedaan pantun, syair, dan gurindam, ketahui terlebih dahulu pengertiannya. Dirangkum dari buku Bahasa Indonesia untuk SMP/MTs Kelas VII susunan Dawud, dkk., berikut penjelasannya:

1. Pantun

Pantun adalah jenis puisi lama yang menjadi budaya asli Indonesia. R.O Winsted, pengkaji Budaya Melayu, mengatakan bahwa pantun memuat rangkaian kata yang indah untuk menggambarkan kehangatan seperti cinta, kasih sayang, dan rasa rindu.

Sama seperti karya sastra lainnya, pantun juga memiliki ciri khas yang berbeda. Berikut uraiannya yang bisa Anda cermati:

  • Tiap bait terdiri atas empat baris

  • Tiap baris terdiri atas 8-12 suku kata

  • Rima akhir setiap baris adalah a-b-a-b

  • Baris pertama dan kedua merupakan sampiran

  • Baris ketiga dan keempat merupakan isi

Ada banyak jenis pantun yang bisa diciptakan, mulai dari pantun anak-anak, pantun jenaka, hingga pantun teka-teki. Berikut contohnya yang bisa Anda simak:

Asam kendis asam gelugur

kedua asam siang riang

Menangis mayat di dalam kubur

Mengingat diri tidak sembahyang

2. Syair

Secara bahasa, syair berasal dari bahasa Arab “syu’ur” yang berarti perasaan. Sementara secara istilah, syair adalah ragam puisi yang digubah melalui tata kebahasaan yang apik.

Dikutip dari buku Menyelami Keindahan Sastra Indonesia karya Lianawati W.S (2019), berikut ciri-ciri syair selengkapnya:

  • Setiap bait terdiri dari empat baris

  • Setiap baris terdiri dari 8-12 suku kata

  • Berima a-a-a-a

  • Setiap baris dalam syair memiliki makna yang berkaitan

  • Biasanya mengandung nasihat atau petuah

Adapun contoh syair yang memuat tentang nilai-nilai kehidupan adalah sebagai berikut:

Syair Perahu

Inilah gerangan suatu madah

Mengarangkan syair terlalu indah

Membetuli jalan tempat berpindah

Di sanalah itikat diperbetuli sudah

Wahai muda kenali dirimu

Ialah perahu tamsil tubuhmu

Tiadalah berapa lama hidupmu

Ke akhirat jua kekal diammu

Hai muda arif budiman

Hasilkan kemudi dengan pedoman

Alat perahumu jua kerjakan

Itulah jalan membetuli insan

Perteguh jua alat perahumu

Hasilkan bekal air dan kayu

Dayung pengayuh taruh di situ

Supaya laju perahumu itu

3. Gurindam

Gurindam adalah bentuk puisi lama yang tiap baitnya terdiri dari dua kalimat dengan rima yang sama. Karya sastra ini dibawa pertama kali oleh sastrawan Hindu pada masa kerajaan dulu.

Gurindam berasal dari bahasa Tamil (India), yaitu kirindam yang berarti mula-mula atau perumpamaan. Gurindam termasuk karya sastra singkat karena hanya terdiri dari dua baris pada setiap baitnya.

Baris pertama berisikan soal, masalah, atau perjanjian. Sementara baris kedua berisikan jawaban atas permasalahan dan perjanjian yang diungkapkan pada baris pertama.

Contoh gurindam yang paling terkenal adalah Gurindam Dua Belas yang diciptakan oleh Raja Ali Haji, seorang sastrawan sekaligus Pahlawan Nasional. Karya ini terdiri dari 12 pasal dan dikategorikan sebagai Syi’r al-Irsyadi.

Isinya memuat nasihat dan petunjuk menuju hidup yang diridhai Allah SWT. Berikut contoh bagian pertama Gurindam Dua Belas yang bisa Anda simak:

Barang siapa tiada memegang agama,

Sekali-kali tiada boleh dibilang nama.

Barang siapa mengenal yang empat,

Maka ia itulah orang yang ma’rifat.

Barang siapa mengenal Allah,

Suruh dan tegahnya tiada ia menyalah.

Barang siapa mengenal diri,

Maka telah mengenal akan Tuhan yang bahri.

Barang siapa mengenal dunia,

Tahulah ia barang yang teperdaya.

Barang siapa mengenal akhirat,

Tahulah ia dunia mudarat.

Perbedaan Pantun, Syair, dan Gurindam

Ilustrasi perempuan menulis pantun. Foto: Shutter Stock

Setelah memahami pengertian, ciri-ciri, dan karakteristiknya sekarang Anda bisa mengetahui perbedaan pantun, syair, dan gurindam. Dikutip dari buku Strategi dan Inovasi Pembelajaran Bahasa Indonesia di Era Revolusi Industri 4.0 karya Ida Widaningsih (2019), berikut penjelasannya:

1. Pantun

  • 1 bait terdiri dari 4 baris

  • Memuat 8-12 suku kata

  • Berpola a-b-a-b

  • Baris 1 dan 2 adalah sampiran

  • Baris 3 dan 4 adalah isi

2. Gurindam

  • 1 bait terdiri dari 2 baris

  • Memuat 10-14 suku kata

  • Berpola a-a-b-b-c-c

  • Semua bait dan barisnya merupakan satu kesatuan yang utuh

3. Syair

  • 1 bait terdiri dari 4 baris

  • Memuat 8-12 suku kata

  • Berpola a-a-a-a

  • Semua baris adalah isi

Persamaan Pantun, Syair, dan Gurindam

Ilustrasi pantun, syair, dan gurindam. Foto: Shutter Stock

Pantun, syair, dan gurindam juga memiliki persamaan dalam segi budaya, kebahasaan, dan strukturnya. Simak penjelasan lengkapnya berikut ini:

  • Bagian dari sastra Melayu dan warisan budaya Indonesia. Ketiganya memiliki akar budaya yang sama dan telah berkembang di beberapa wilayah Asia Tenggara.

  • Mengandung nilai budaya dan moral yang ingin disampaikan pencipta kepada pembaca.

  • Menggunakan bahasa kiasan dan figuratif untuk menyampaikan pesan kepada pembaca.

  • Memiliki pola yang teratur dalam penyusunannya. Pantun terdiri dari empat baris dengan pola a-b-a-b, syair memiliki pola a-a-a-a, dan gurindam memiliki pola a-a-b-b-c-c yang saling terikat antara bait pertama dengan bait kedua.

  • Pantun, syair, dan gurindam digunakan sebagai sarana ekspresi dan komunikasi dalam budaya masyarakat.

(MSD)

Frequently Asked Question Section

Apa yang dimaksud dengan pantun?

chevron-down

Pantun adalah jenis puisi lama milik budaya asli Indonesia.

Bagaimana pola rima pantun?

chevron-down

Rima akhir setiap baris pantun adalah a-b-a-b.

Bagaimana isi gurindam?

chevron-down

Baris pertama berisikan soal, masalah, atau perjanjian. Sementara baris kedua berisikan jawabannya atau akibat dari masalah dan perjanjian yang diungkapkan pada baris pertama.