Konten dari Pengguna

Perbedaan Wilayah dan Perwilayahan dalam Geografi

Perbedaan Kata

Perbedaan Kata

Membahas perbedaan kata secara mendalam.

·waktu baca 5 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Perbedaan Kata tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi geografi. Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi geografi. Foto: Unsplash

Wilayah dan perwilayahan merupakan istilah yang sering digunakan dalam kajian ilmu geografi, terutama yang berhubungan dengan identifikasi suatu daerah. Meski memiliki kata dasar yang sama, terdapat perbedaan wilayah dan perwilayahan yang penting dipahami.

Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) mendefinisikan wilayah secara umum sebagai daerah (kekuasaan, pemerintahan, pengawasan) atau lingkungan daerah (provinsi, kabupaten, kecamatan). Sementara perwilayahan diartikan sebagai hal-hal yang berhubungan dengan wilayah.

Untuk lebih memahami perbedaan wilayah dan perwilayahan dalam ilmu geografi, simak penjelasan selengkapnya lewat artikel berikut ini.

Apa yang Dimaksud dengan Wilayah?

Ilustrasi wilayah. Foto: Unsplash

Mengutip buku Geografi: Membuka Cakrawala Dunia oleh Bambang Utoyo, wilayah atau region adalah suatu bagian permukaan bumi dengan ciri khas atau karakteristik khusus yang menggambarkan satu keseragaman, sehingga dapat dibedakan dari wilayah-wilayah lain di daerah sekitarnya.

Karakteristik dari suatu wilayah dapat berupa keadaan alam (kondisi fisik), ekonomi demografi, hingga sosial-budaya. Misalnya, sebagian wilayah dari permukaan bumi dapat disebut wilayah pertanian karena setiap orang di wilayah tersebut memiliki sebidang tanah dengan luas tertentu dan menamani tanahnya dengan tanaman tertentu.

Pengertian wilayah berbeda dengan daerah. Wilayah cenderung memiliki batas berdasarkan kriteria fisik atau sosial budaya tertentu, sedangkan daerah memiliki batas berdasarkan kewenangan administratif seperti provinsi, kabupaten, dan kecamatan.

Beberapa contoh wilayah yang ada di permukaan bumi antara lain:

  • Wilayah hutan hujan tropis (region alamiah)

  • Amerika latin (region budaya)

  • Kepulauan Wallacea (region fauna)

  • Corn belt (region pertanian)

  • Zona dataran rendah Jakarta (fisiografi)

Baca juga: Memahami Pengertian Letak Geografis sebuah Wilayah

Jenis-Jenis Wilayah

Ilustrasi wilayah. Foto: Unsplash

Dikutip dari buku Pengembangan Wilayah tulisan Ilham Mirzaya Putra, S.E, M.Si., wilayah dapat dibagi menjadi empat jenis, yakni:

1. Wilayah Homogen

Sesuai namanya, wilayah homogen merupakan wilayah yang memiliki karakteristik relatif sama. Misalnya, memiliki tingkat pendapatan yang sama-sama rendah, memiliki topografi atau iklim yang sama, dan ditempati oleh penduduk dengan ras yang sama.

Wilayah homogen dibatasi berdasarkan keseragamannya secara internal. Contoh wilayah homogen misalnya pantai utara Jawa Barat yang merupakan wilayah homogen dari segi produksi padi.

2. Wilayah Nodal

Ini merupakan wilayah yang secara fungsional bergantung pada suatu pusat (core) dan daerah aliran baliknya (interland). Dalam konteks geografi, wilayah nodal adalah area dengan aktivitas ekonomi, sosial, politik, atau budaya yang berdampak signifikan pada wilayah sekitarnya.

Biasanya, wilayah nodal ditandai dengan adanya arus transportasi yang penting, seperti pelabuhan, bandara, atau persimpangan jalan yang sibuk. Selain itu, wilayah nodal juga bisa menjadi pusat kegiatan ekonomi, seperti kawasan perdagangan, pusat bisnis, atau pusat industri yang berpengaruh.

Contoh wilayah nodal yaitu DKI Jakarta dan Bodetabek (Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi). DKI Jakarta merupakan inti, sementara Bodetabek sebagai wilayah di belakangnya.

3. Wilayah Administratif

Wilayah administratif mengacu pada daerah yang batas-batasnya ditentukan berdasarkan kepentingan administrasi pemerintahan atau politik. Contohnya, yaitu provinsi, kabupaten, kecamatan, dan desa atau kelurahan.

4. Wilayah Perencanaan

Wilayah perencanaan bisa disebut juga dengan wilayah pemrograman. Area ini yang cukup besar untuk memungkinkan terjadinya perubahan penting dalam penyebaran penduduk.

Selain itu, wilayah perencanaan juga menyediakan kesempatan kerja yang lebih banyak. Namun, wilayah ini cukup kecil untuk mengatasi masalah perencanaan secara keseluruhan.

Apa yang Dimaksud dengan Perwilayahan?

Ilustrasi wilayah. Foto: Unsplash

Mengutip buku Geografi: Jelajah Bumi dan Alam Semesta oleh Hartono, perwilayahan atau regionalisasi didefinisikan sebagai penggolongan wilayah berdasarkan kriteria tertentu. Secara geografis, perwilayahan didasarkan atas objek geografi dalam hubungannya dengan letak suatu tempat di permukaan bumi.

Perbedaan letak dari setiap wilayah menyebabkan adanya perbedaan karakteristik yang khas dari wilayah itu sendiri. Perbedaan karakteristik tersebut dapat bersifat:

  • Fisik, seperti jenis iklim, jenis batuan, hingga jenis tumbuhan dan binatang.

  • Sosial budaya seperti administrasi pemerintahan, mata pencarian, dan kesehatan.

Tujuan dari perwilayahan di Indonesia antara lain sebagai berikut:

  • Menyebarkan pembangunan dan menghindari pemusatan pembangunan yang berlebihan pada wilayah tertentu.

  • Sebagai arahan kegiatan pembangunan (prioritas wilayah).

  • Sebagai koordinasi untuk kegiatan pembangunan (sektoral di daerah).

Baca juga: 3 Tujuan Perwilayahan dan Penjalasannya

Jenis-Jenis Perwilayahan

Ilustrasi wilayah. Foto: Unsplash

Perwilayahan dapat dilakukan secara formal dan fungsional. Berikut penjelasan selengkapnya.

1. Perwilayahan Formal

Perwilayahan formal merupakan perwilayahan berdasarkan administrasi pemerintahan. Tujuan perwilayahan formal adalah untuk mengetahui wilayah mana yang homogen. Contoh perwilayahan formal di antaranya:

Provinsi Jawa Barat, perwilayahannya di dasarkan pada undang-undang yang telah ditetapkan dengan batas-batas yang jelas berupa sungai, laut, dan punggungan (igir).

  • Lahan pertanian, perwilayahannya didasarkan pada ciri-ciri tanaman dan pengolahan lahan.

  • Daerah pegunungan, perwilayahannya didasarkan pada ciri-ciri morfologi, yakni daerah dengan ketinggian di atas 600 meter dpl, beda tinggi antara tempat yang tinggi dan rendah lebih dari 500 meter, serta kemiringan lerengnya lebih dari 24%.

  • Perkotaan, perwilayahannya didasarkan pada ciri-ciri pemukiman dan jaringan jalanan. Pemukiman di perkotaan pada umumnya padat dan tersebar secara merata, sementara jaringan jalan yang ada hampir tersebar di seluruh wilayah dan bisa menjangkau seluruh daerah.

2. Perwilayahan Fungsional

Perwilayahan formal adalah perwilayahan yang didasarkan pada fungsi, asal-usul, dan perkembangannya. Beberapa contoh perwilayahan fungsional, yaitu:

  • Kota satelit, perwilayahannya didasarkan pada fungsi daerah tersebut sebagai penyangga agar penduduk dan kegiatannya dapat disebar ke kota-kota kecil sekitar kota utama.

  • Zona penyangga, perwilayahannya didasarkan pada fungsi daerah sebagai pelindung atau penyangga bagi daerah lain.

  • Zona konservasi, perwilayahannya didasarkan pada fungsi daerah untuk mempertahankan kondisi tanah, air, flora, atau fauna.

Baca juga: Contoh Wilayah Formal dan Fungsional

(ADS)

Frequently Asked Question Section

Apa saja tujuan dari perwilayahan?
chevron-down

Salah satunya menyebarkan pembangunan dan menghindari pemusatan pembangunan yang berlebihan pada wilayah tertentu.

Apa itu wilayah fungsional?
chevron-down

Ini merupakan wilayah yang digolongkan berdasarkan fungsi, asal-usul, dan perkembangannya.

Wilayah formal itu seperti apa?
chevron-down

Perwilayahan formal merupakan perwilayahan berdasarkan administrasi pemerintahan.