Konten dari Pengguna

Perbedaan Wilayah dan Perwilayahan dalam Geografi

Perbedaan Kata
Membahas perbedaan kata secara mendalam.
14 Juli 2023 8:03 WIB
·
waktu baca 5 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari Perbedaan Kata tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Ilustrasi geografi. Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi geografi. Foto: Unsplash
ADVERTISEMENT
Wilayah dan perwilayahan merupakan istilah yang sering digunakan dalam kajian ilmu geografi, terutama yang berhubungan dengan identifikasi suatu daerah. Meski memiliki kata dasar yang sama, terdapat perbedaan wilayah dan perwilayahan yang penting dipahami.
ADVERTISEMENT
Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) mendefinisikan wilayah secara umum sebagai daerah (kekuasaan, pemerintahan, pengawasan) atau lingkungan daerah (provinsi, kabupaten, kecamatan). Sementara perwilayahan diartikan sebagai hal-hal yang berhubungan dengan wilayah.
Untuk lebih memahami perbedaan wilayah dan perwilayahan dalam ilmu geografi, simak penjelasan selengkapnya lewat artikel berikut ini.

Apa yang Dimaksud dengan Wilayah?

Ilustrasi wilayah. Foto: Unsplash
Mengutip buku Geografi: Membuka Cakrawala Dunia oleh Bambang Utoyo, wilayah atau region adalah suatu bagian permukaan bumi dengan ciri khas atau karakteristik khusus yang menggambarkan satu keseragaman, sehingga dapat dibedakan dari wilayah-wilayah lain di daerah sekitarnya.
Karakteristik dari suatu wilayah dapat berupa keadaan alam (kondisi fisik), ekonomi demografi, hingga sosial-budaya. Misalnya, sebagian wilayah dari permukaan bumi dapat disebut wilayah pertanian karena setiap orang di wilayah tersebut memiliki sebidang tanah dengan luas tertentu dan menamani tanahnya dengan tanaman tertentu.
ADVERTISEMENT
Pengertian wilayah berbeda dengan daerah. Wilayah cenderung memiliki batas berdasarkan kriteria fisik atau sosial budaya tertentu, sedangkan daerah memiliki batas berdasarkan kewenangan administratif seperti provinsi, kabupaten, dan kecamatan.
Beberapa contoh wilayah yang ada di permukaan bumi antara lain:

Jenis-Jenis Wilayah

Ilustrasi wilayah. Foto: Unsplash
Dikutip dari buku Pengembangan Wilayah tulisan Ilham Mirzaya Putra, S.E, M.Si., wilayah dapat dibagi menjadi empat jenis, yakni:

1. Wilayah Homogen

Sesuai namanya, wilayah homogen merupakan wilayah yang memiliki karakteristik relatif sama. Misalnya, memiliki tingkat pendapatan yang sama-sama rendah, memiliki topografi atau iklim yang sama, dan ditempati oleh penduduk dengan ras yang sama.
ADVERTISEMENT
Wilayah homogen dibatasi berdasarkan keseragamannya secara internal. Contoh wilayah homogen misalnya pantai utara Jawa Barat yang merupakan wilayah homogen dari segi produksi padi.

2. Wilayah Nodal

Ini merupakan wilayah yang secara fungsional bergantung pada suatu pusat (core) dan daerah aliran baliknya (interland). Dalam konteks geografi, wilayah nodal adalah area dengan aktivitas ekonomi, sosial, politik, atau budaya yang berdampak signifikan pada wilayah sekitarnya.
Biasanya, wilayah nodal ditandai dengan adanya arus transportasi yang penting, seperti pelabuhan, bandara, atau persimpangan jalan yang sibuk. Selain itu, wilayah nodal juga bisa menjadi pusat kegiatan ekonomi, seperti kawasan perdagangan, pusat bisnis, atau pusat industri yang berpengaruh.
Contoh wilayah nodal yaitu DKI Jakarta dan Bodetabek (Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi). DKI Jakarta merupakan inti, sementara Bodetabek sebagai wilayah di belakangnya.
ADVERTISEMENT

3. Wilayah Administratif

Wilayah administratif mengacu pada daerah yang batas-batasnya ditentukan berdasarkan kepentingan administrasi pemerintahan atau politik. Contohnya, yaitu provinsi, kabupaten, kecamatan, dan desa atau kelurahan.

4. Wilayah Perencanaan

Wilayah perencanaan bisa disebut juga dengan wilayah pemrograman. Area ini yang cukup besar untuk memungkinkan terjadinya perubahan penting dalam penyebaran penduduk.
Selain itu, wilayah perencanaan juga menyediakan kesempatan kerja yang lebih banyak. Namun, wilayah ini cukup kecil untuk mengatasi masalah perencanaan secara keseluruhan.

Apa yang Dimaksud dengan Perwilayahan?

Ilustrasi wilayah. Foto: Unsplash
Mengutip buku Geografi: Jelajah Bumi dan Alam Semesta oleh Hartono, perwilayahan atau regionalisasi didefinisikan sebagai penggolongan wilayah berdasarkan kriteria tertentu. Secara geografis, perwilayahan didasarkan atas objek geografi dalam hubungannya dengan letak suatu tempat di permukaan bumi.
Perbedaan letak dari setiap wilayah menyebabkan adanya perbedaan karakteristik yang khas dari wilayah itu sendiri. Perbedaan karakteristik tersebut dapat bersifat:
ADVERTISEMENT
Tujuan dari perwilayahan di Indonesia antara lain sebagai berikut:

Jenis-Jenis Perwilayahan

Ilustrasi wilayah. Foto: Unsplash
Perwilayahan dapat dilakukan secara formal dan fungsional. Berikut penjelasan selengkapnya.

1. Perwilayahan Formal

Perwilayahan formal merupakan perwilayahan berdasarkan administrasi pemerintahan. Tujuan perwilayahan formal adalah untuk mengetahui wilayah mana yang homogen. Contoh perwilayahan formal di antaranya:
Provinsi Jawa Barat, perwilayahannya di dasarkan pada undang-undang yang telah ditetapkan dengan batas-batas yang jelas berupa sungai, laut, dan punggungan (igir).
ADVERTISEMENT

2. Perwilayahan Fungsional

Perwilayahan formal adalah perwilayahan yang didasarkan pada fungsi, asal-usul, dan perkembangannya. Beberapa contoh perwilayahan fungsional, yaitu:
ADVERTISEMENT
(ADS)