Konten dari Pengguna

Adaptif dan Humanis Menjadi Kunci Praktisi PR Hadapi Era Artificial Intelligence

PERHUMAS

PERHUMAS

Perhimpunan Hubungan Masyarakat Indonesia (PERHUMAS) adalah organisasi profesi para praktisi Humas dan Komunikasi Indonesia yang didirikan pada tanggal 15 Desember 1972.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari PERHUMAS tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Perhimpunan Hubungan Masyarakat Indonesia (Perhumas) bersama 2N PR Navigation kembali menghadirkan program edukatif lewat sesi Instagram Live bertema “Public Relations in the Era of Artificial Intelligence” pada Sabtu, 19 Juli 2025. Menghadirkan Dr. N. Nurlaela Arief, Wakil Ketua Umum Perhumas sekaligus penulis buku dengan judul yang sama, sesi ini membahas bagaimana praktisi humas perlu beradaptasi dan bertransformasi di tengah kemajuan teknologi kecerdasan buatan.

Dalam diskusinya, Dr. Nurlaela menekankan bahwa kehadiran AI bukanlah ancaman, melainkan peluang untuk meningkatkan efisiensi dan ketepatan dalam praktik kehumasan. “Lebih dari 60% industri percaya bahwa penggunaan teknologi AI dalam berbagai profesi, termasuk komunikasi dan PR, justru dapat meningkatkan produktivitas kerja,” ungkapnya. Ia juga menegaskan bahwa aspek manusia tetap menjadi fondasi utama. “Sekitar 70% aktivitas kehumasan masih sangat bergantung pada sentuhan humanis kemampuan berpikir kritis, empati, dan kreativitas tidak bisa digantikan oleh mesin,” tambahnya.

Lebih jauh, Dr. Nurlaela juga berbagi pengalaman penerapan AI dalam menangani potensi krisis komunikasi. Dengan bantuan social listening tools dan analisis big data, PR dapat lebih cermat membaca percakapan publik dan menentukan waktu yang tepat untuk merespons isu. “Kalau belum saatnya bicara, ya jangan dulu. Dalam krisis, keputusan berbasis data jauh lebih aman daripada reaksi emosional,” ujarnya, menekankan pentingnya peran AI dalam mendukung pengambilan keputusan strategis.

Melalui kolaborasi ini, Perhumas dan 2N PR Navigation tidak hanya mengedukasi praktisi komunikasi, tetapi juga memperkuat semangat kampanye #IndonesiaBicaraBaik. Di era digital yang cepat dan penuh disrupsi, kemampuan memanfaatkan teknologi untuk menyebarkan narasi positif menjadi kunci agar para humas dapat terus berperan aktif membangun reputasi bangsa yang kredibel, cerdas, dan optimistis.

Penulis: Zahira Diva Andani