Behind the Hype: Cara PR Menunjukkan Dampak Nyata Lewat Data

Perhimpunan Hubungan Masyarakat Indonesia (PERHUMAS) adalah organisasi profesi para praktisi Humas dan Komunikasi Indonesia yang didirikan pada tanggal 15 Desember 1972.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari PERHUMAS tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Kolaborasi antara Perhimpunan Hubungan Masyarakat Indonesia (Perhumas) dan 2N PR Navigation kembali hadir lewat sesi Instagram Live dengan tema “Jurus Jitu Pengukuran Efektivitas Program PR yang Berdampak” pada Sabtu, 2 Agustus 2025. Sesi ini menghadirkan Laurentius Iwan, Ketua Bidang Kampanye dan Kehumasan Perhumas sekaligus Head of PR, Marketing Communication, dan Event Asuransi Astra.
Dalam diskusi yang dipandu dengan santai namun berbobot, Laurentius menekankan pentingnya pengukuran dalam setiap aktivitas komunikasi agar hasil yang dicapai tidak hanya ramai di permukaan, tapi juga berdampak pada tujuan strategis organisasi. “Kita harus bisa memberikan komunikasi yang nggak cuma seru, tapi juga sesuai dengan impact atau dampak yang kita inginkan dari organisasi,” jelasnya. Menurutnya, pengukuran yang baik membantu PR menjadi mitra strategis, bukan sekadar pelaksana aktivitas komunikasi.
Laurentius juga menjelaskan bagaimana framework seperti AMEC dapat membantu praktisi PR dalam memahami perbedaan antara output, outtake, outcome, dan impact secara terukur. Ia mencontohkan bahwa keberhasilan PR bukan hanya tentang seberapa banyak liputan atau reach yang diperoleh, tetapi sejauh mana pesan tersampaikan dan mengubah persepsi audiens. “Jadi jangan cuma berhenti di ‘rilisnya dimuat 10 media’, tapi kita harus tanya so what? Apa dampaknya bagi reputasi atau perilaku publik terhadap organisasi kita?” ujarnya menegaskan.
Melalui sesi ini, Perhumas dan 2N PR Navigation mengajak para praktisi untuk lebih peka dalam melihat data dan hasil komunikasi, agar PR bisa terus berkontribusi nyata dalam membangun kepercayaan publik. Semangat ini sejalan dengan kampanye #IndonesiaBicaraBaik. yang digaungkan Perhumas mengajak insan komunikasi untuk tidak hanya menyampaikan pesan positif, tetapi juga mengukur dampaknya dalam memperkuat reputasi bangsa yang konstruktif dan berintegritas.
Penulis: Zahira Diva Andani
