Konten dari Pengguna

Apa Itu La Nina? Perbedaan El Niño dan La Niña

P

Perspektif Lingkungan

Membahas isu lingkungan secara informatif dan inspiratif.

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Perspektif Lingkungan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Apa Itu La Nina? Perbedaan El Niño dan La Niña
zoom-in-whitePerbesar

Definisi La Nina

La Niña merupakan kejadian anomali iklim global yang ditandai oleh kondisi suhu permukaan laut di Samudra Pasifik tropis bagian tengah dan timur yang lebih dingin dibandingkan kondisi normalnya. Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dalam buku Tanya Jawab: La Niña, El Niño, dan Musim di Indonesia (2020), La Niña merupakan fase dingin dari fenomena El Niño–Southern Oscillation (ENSO) yang terjadi secara alami dalam sistem iklim global. Pada saat La Niña, angin pasat di sepanjang Pasifik tropis menguat, upwelling meningkat, dan sirkulasi Walker bergeser ke barat. Kondisi ini menyebabkan peningkatan konveksi serta peluang terjadinya hujan di wilayah Pasifik barat, termasuk Indonesia. La Niña dapat terjadi secara berulang dalam beberapa tahun sekali dan setiap kejadiannya dapat berlangsung selama beberapa bulan hingga dua tahun.

Proses Terjadinya La Nina

La Niña terjadi ketika angin pasat di sepanjang Pasifik tropis menguat. Penguatan angin ini menyebabkan meningkatnya upwelling, yaitu naiknya massa air laut yang lebih dingin dari bagian dalam ke permukaan laut, terutama di sepanjang khatulistiwa dan pantai barat Amerika Selatan. Pada saat yang sama, sirkulasi Walker bergeser ke barat sehingga terjadi peningkatan konveksi dan peluang hujan di wilayah Pasifik barat, termasuk Indonesia. La Niña dapat berlangsung selama beberapa bulan dan pada beberapa kejadian dapat bertahan lebih lama, tergantung pada intensitasnya.

Dampak La Niña di Indonesia

Secara umum, La Niña cenderung meningkatkan curah hujan di banyak wilayah Indonesia, meskipun besarnya dampak dapat berbeda antarwilayah dan musim. Peningkatan curah hujan tersebut dapat berkaitan dengan risiko bencana hidrometeorologi, seperti banjir dan tanah longsor.

Perbedaan La Niña dan El Niño

La Niña dan El Niño merupakan dua fase ekstrem dari fenomena iklim global El Niño–Southern Oscillation (ENSO). Keduanya sama-sama memengaruhi pola iklim global, termasuk di Indonesia, tetapi memberikan dampak yang umumnya berlawanan. La Niña berkaitan dengan kondisi yang lebih basah dari biasanya di banyak wilayah Indonesia, sedangkan El Niño umumnya berkaitan dengan berkurangnya curah hujan dan meningkatnya potensi kekeringan.

Definisi El Niño

El Niño adalah fenomena anomali iklim global yang berkaitan dengan pemanasan suhu muka laut di Samudra Pasifik tropis bagian timur hingga tengah. El Niño umumnya berkaitan dengan penurunan curah hujan dan dapat meningkatkan potensi kekeringan.

Perbandingan La Niña dan El Niño

Berikut perbedaan utama antara La Niña dan El Niño:

  • Suhu permukaan laut: La Niña ditandai oleh suhu permukaan laut yang lebih dingin dari normal di Pasifik tropis bagian tengah dan timur, sedangkan El Niño ditandai oleh pemanasan suhu permukaan laut di wilayah tersebut.

  • Curah hujan di Indonesia: La Niña umumnya meningkatkan curah hujan di banyak wilayah Indonesia, sedangkan El Niño cenderung menurunkan curah hujan.

  • Dampak utama: La Niña dapat meningkatkan potensi banjir dan tanah longsor, sedangkan El Niño meningkatkan risiko kekeringan

Ilustrasi Dampak pada Musim di Indonesia

Saat La Niña terjadi, curah hujan di banyak wilayah Indonesia cenderung meningkat, baik pada skala bulanan maupun musiman. Sebaliknya, El Niño umumnya menyebabkan berkurangnya curah hujan di Indonesia dan dapat memicu kondisi kekeringan meteorologis. Perbedaan pola ini berpengaruh terhadap aktivitas masyarakat dan berbagai sektor yang sensitif terhadap perubahan iklim sehingga menuntut penyesuaian dalam aktivitas sehari-hari masyarakat Indonesia.

Pentingnya Memahami La Niña dan El Niño

Pemahaman tentang La Niña dan El Niño sangat penting bagi berbagai sektor di Indonesia. Informasi mengenai kedua fenomena ini bermanfaat untuk mendukung perencanaan dan pengelolaan sektor sumber daya air, energi, transportasi, pertanian, kehutanan, dan perikanan. Selain itu, pemahaman yang baik juga membantu upaya antisipasi terhadap potensi kerugian akibat kejadian iklim ekstrem

Implikasi untuk Masyarakat dan Sektor Terkait

Berbagai sektor perlu menyesuaikan perencanaan dan pengelolaannya berdasarkan perkembangan dan prediksi La Niña maupun El Niño. Dalam sektor pertanian, informasi iklim penting untuk mendukung pengambilan keputusan yang lebih tepat. El Niño memiliki pengaruh penting terhadap produksi tanaman pangan dan, secara tidak langsung, terhadap harga pangan serta inflasi. Masyarakat umum perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, dan kekeringan yang dapat dipengaruhi oleh kedua fenomena tersebut.

Rekomendasi dari BMKG

BMKG menyediakan informasi terkini mengenai perkembangan kondisi dinamika atmosfer-laut, termasuk status dan prediksi La Niña serta El Niño. Informasi tersebut dapat diperoleh melalui kanal resmi BMKG dan diperbarui secara berkala, sehingga dapat dimanfaatkan oleh masyarakat dan berbagai sektor untuk mendukung langkah antisipasi dan penyesuaian yang diperlukan

Kesimpulan

La Nina adalah fenomena perubahan suhu laut yang berdampak besar pada curah hujan dan pola musim di Indonesia. Memahami perbedaan La Nina dan El Niño membantu masyarakat dan sektor terkait mengambil langkah adaptif saat menghadapi perubahan cuaca yang ekstrem. Dengan informasi yang akurat dan sikap waspada, risiko bencana dapat diminimalisir.