Apa yang Dimaksud dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan dan 17 Targetnya
Membahas isu lingkungan secara informatif dan inspiratif.
·waktu baca 5 menit
Tulisan dari Perspektif Lingkungan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, atau Sustainable Development Goals (SDGs), lahir sebagai agenda global untuk menjawab tantangan pembangunan yang semakin kompleks. Bukan hanya soal kemiskinan, SDGs juga menyoroti kesehatan, pendidikan, ketimpangan, lingkungan hidup, hingga tata kelola. SDGs menjadi komitmen bersama dunia untuk mewujudkan kesejahteraan yang lebih adil, inklusif, dan berkelanjutan hingga tahun 2030.
Pengertian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs)
SDGs adalah agenda pembangunan global yang disepakati negara-negara di dunia untuk menjawab berbagai persoalan ekonomi, sosial, dan lingkungan secara bersamaan. Dalam buku Tujuan Pembangunan Berkelanjutan Di Indonesia: Konsep Target Dan Strategi Implementasi oleh Armida Salsiah Alisjahbana dan Endah Murniningtyas, SDGs dipahami sebagai kelanjutan sekaligus penyempurnaan dari agenda pembangunan sebelumnya, terutama MDGs, dengan cakupan yang jauh lebih luas dan lebih terintegrasi.
Definisi SDGs secara Global
Secara global, SDGs terdiri dari 17 tujuan yang disertai target dan indikator terukur. Armida Salsiah Alisjahbana dan Endah Murniningtyas menjelaskan bahwa SDGs merupakan komitmen yang jauh lebih komprehensif dibanding MDGs, karena tidak hanya menekankan hasil pembangunan, tetapi juga keadilan, inklusivitas, cara pelaksanaan, serta kerja sama antar pemangku kepentingan.
Mengapa SDGs Penting untuk Masa Depan
SDGs penting karena pembangunan masa depan tidak bisa lagi hanya berfokus pada pertumbuhan ekonomi semata. Sumber yang sama menekankan bahwa kualitas lingkungan, ketahanan sosial, dan tata kelola yang baik ikut menentukan kesejahteraan manusia sekarang dan generasi mendatang. Dengan kata lain, SDGs hadir untuk memastikan pembangunan tidak merusak fondasi kehidupan itu sendiri.
Latar Belakang dan Konsep SDGs
Gagasan pembangunan berkelanjutan sebenarnya bukan hal yang baru. Wacana ini sudah berkembang sejak isu lingkungan mulai menguat di tingkat global, lalu semakin matang melalui berbagai konferensi internasional hingga akhirnya melahirkan SDGs. Kehadiran agenda ini menjadi jawaban atas kenyataan bahwa pembangunan yang hanya mengejar pertumbuhan sering meninggalkan kerusakan lingkungan, ketimpangan, dan kerentanan sosial.
Sejarah dan Perkembangan SDGs
SDGs mulai menguat setelah KTT Rio+20 pada tahun 2012, lalu melalui proses perumusan yang panjang hingga akhirnya disepakati oleh 193 negara pada 25 September 2015. Penyusunan SDGs berlangsung secara partisipatif dan bottom up, melibatkan negara-negara anggota PBB, kalangan akademisi, dunia usaha, parlemen, organisasi masyarakat sipil, dan berbagai kelompok lain. Proses inilah yang membuat SDGs dipandang lebih inklusif daripada agenda pembangunan global sebelumnya.
Tujuan dan Prinsip Utama SDGs
Prinsip utama SDGs, yaitu komprehensif, tematik, holistik dan terintegrasi, inklusif, serta kolaboratif. SDGs dibangun di atas tiga pilar utama—sosial, ekonomi, dan lingkungan—yang diperkuat oleh pilar tata kelola. Prinsip no one left behind juga menjadi penegasan penting bahwa pembangunan tidak boleh meninggalkan kelompok rentan, marjinal, maupun daerah yang tertinggal.
17 Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs)
Sebanyak 17 tujuan SDGs mencakup aspek sosial, ekonomi, lingkungan hidup, serta tata kelola. 17 tujuan tersebut dipandang saling terkait dan tidak bisa dipisahkan satu sama lain. Artinya, keberhasilan satu tujuan sangat bergantung pada kemajuan tujuan lain.
Daftar Lengkap 17 Tujuan SDGs
Berikut 17 Tujuan Pembangunan Berkelanjutan sebagaimana dirangkum dalam buku Tujuan Pembangunan Berkelanjutan Di Indonesia: Konsep Target Dan Strategi Implementasi:
Mengakhiri kemiskinan dalam segala bentuk di manapun
Menghilangkan kelaparan, mencapai ketahanan pangan dan gizi yang baik, serta meningkatkan pertanian berkelanjutan
Menjamin kehidupan yang sehat dan meningkatkan kesejahteraan seluruh penduduk semua usia
Menjamin kualitas pendidikan yang inklusif dan merata serta meningkatkan kesempatan belajar sepanjang hayat untuk semua
Mencapai kesetaraan gender dan memberdayakan kaum perempuan
Menjamin ketersediaan serta pengelolaan air bersih dan sanitasi yang berkelanjutan untuk semua
Menjamin akses energi yang terjangkau, andal, berkelanjutan, dan modern untuk semua
Meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan, kesempatan kerja yang produktif dan menyeluruh, serta pekerjaan yang layak untuk semua
Membangun infrastruktur yang tangguh, meningkatkan industri inklusif dan berkelanjutan, serta mendorong inovasi
Mengurangi kesenjangan intra- dan antarnegara
Menjadikan kota dan permukiman inklusif, aman, tangguh, dan berkelanjutan
Menjamin pola produksi dan konsumsi yang berkelanjutan
Mengambil tindakan cepat untuk mengatasi perubahan iklim dan dampaknya
Melestarikan dan memanfaatkan secara berkelanjutan sumber daya kelautan dan samudera untuk pembangunan berkelanjutan
Melindungi, merestorasi, dan meningkatkan pemanfaatan berkelanjutan ekosistem daratan, mengelola hutan secara lestari, menghentikan penggurunan, memulihkan degradasi lahan, serta menghentikan kehilangan keanekaragaman hayati
Menguatkan masyarakat yang inklusif dan damai untuk pembangunan berkelanjutan, menyediakan akses keadilan untuk semua, dan membangun kelembagaan yang efektif, akuntabel, dan inklusif di semua tingkatan
Menguatkan sarana pelaksanaan dan merevitalisasi kemitraan global untuk pembangunan berkelanjutan.
Implementasi SDGs di Indonesia
Indonesia menempatkan SDGs ke dalam kerangka pembangunan nasional, bukan sekadar sebagai agenda internasional. Indonesia memandang SDGs sebagai kelanjutan dari target MDGs yang belum selesai, sekaligus sebagai peluang untuk mendorong agenda ekonomi hijau, perlindungan lingkungan, dan penguatan tata kelola.
Strategi Nasional dan Pendekatan Lokal
Strategi nasional Indonesia menekankan bahwa pelaksanaan SDGs harus terintegrasi ke dalam rencana pembangunan, didukung kelembagaan yang partisipatif, dan melibatkan seluruh pemangku kepentingan.
Armida Salsiah Alisjahbana dan Endah Murniningtyas menyoroti pentingnya mainstreaming SDGs ke dalam kebijakan nasional dan daerah, termasuk melalui koordinasi lintas sektor, penguatan kelembagaan, dan pelibatan pemerintah, dunia usaha, akademisi, LSM, serta masyarakat luas.
Tantangan dan Upaya Pencapaian SDGs di Indonesia
Tantangan implementasi SDGs di Indonesia tidak ringan. Persoalan data, koordinasi kelembagaan, keterlibatan para pihak, hingga kebutuhan pendanaan menjadi bagian dari pekerjaan besar yang harus dihadapi.
Selain itu, masih ada agenda pembangunan yang belum terselesaikan, seperti kemiskinan, sanitasi, air minum layak, kualitas lingkungan, dan kesenjangan antarwilayah. Meski begitu, berbagai strategi sudah disiapkan, mulai dari penguatan perencanaan, pelibatan multipihak, hingga pengembangan sistem pemantauan berbasis indikator.
Kesimpulan
SDGs menjadi kompas global untuk mengarahkan pembangunan yang lebih adil, inklusif, dan berkelanjutan. SDGs tidak hanya berbicara tentang target-target pembangunan, tetapi juga tentang perubahan cara pandang: bahwa kemajuan ekonomi harus berjalan seiring dengan keadilan sosial, perlindungan lingkungan, dan tata kelola yang baik. Bagi Indonesia, SDGs bukan sekadar komitmen internasional, melainkan arah pembangunan yang harus diterjemahkan ke dalam strategi nasional dan tindakan nyata di lapangan.