Konten dari Pengguna

Apakah Air Bersih Mengandung Bakteri? Fakta pada Air yang Perlu Diketahui

P

Perspektif Lingkungan

Membahas isu lingkungan secara informatif dan inspiratif.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Perspektif Lingkungan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sumber: Unsplash.com
zoom-in-whitePerbesar
Sumber: Unsplash.com

Bakteri E. coli sering menjadi perhatian ketika membahas kualitas air. Kehadiran bakteri ini, bersama kelompok coliform, dapat menjadi tanda bahwa air telah terkontaminasi dan tidak lagi aman digunakan tanpa pengolahan yang memadai. Selain berisiko bagi kesehatan, coliform juga dikenal sebagai indikator penting dalam menilai ada tidaknya pencemaran pada air.

Apa Itu Bakteri E. coli dan Coliform?

Bakteri E. coli merupakan bagian dari kelompok coliform, khususnya fecal coliform. Berdasarkan laporan Efektivitas Sinar UV Terhadap Pertumbuhan Bakteri Coliform pada Air Minum Isi Ulang di Kecamatan Kebumen Kabupaten Kebumen oleh Aziz Maulana Sodiq, coliform digunakan sebagai indikator kualitas air karena keberadaannya berkaitan dengan kemungkinan adanya pencemaran oleh bakteri patogen lain.

Pengertian Bakteri Coliform dan E. coli

Coliform adalah kelompok bakteri indikator yang berkaitan dengan pencemaran air, terutama pencemaran yang berasal dari materi fekal. E. coli sendiri merupakan bagian dari fecal coliform dan kehadirannya di dalam air menjadi petunjuk adanya kontaminasi oleh tinja manusia atau hewan. Karena itu, bakteri ini banyak digunakan dalam pemeriksaan kualitas bakteriologis air.

Sumber Kontaminasi Coliform pada Air

Kontaminasi coliform pada air dapat berasal dari berbagai sumber, terutama kotoran manusia dan hewan, sampah rumah tangga, serta aliran air yang membawa bahan pencemar ke penampungan.

Bakteri Coliform Menyebabkan Penyakit Apa Saja?

Paparan bakteri E. coli dan coliform dalam air dapat berdampak pada kesehatan, terutama pada sistem pencernaan. Air yang tercemar dan digunakan tanpa pengolahan yang baik berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan pada masyarakat yang mengonsumsinya.

Penyakit yang Disebabkan oleh Coliform

Air yang tercemar E. coli dan coliform dapat menyebabkan penyakit pencernaan seperti diare. Penggunaan air yang telah terkontaminasi dapat menimbulkan konsekuensi kesehatan negatif seperti disentri, diare, dan gangguan pencernaan lainnya.

Risiko Khusus dari E. coli

Aziz Maulana Sodiq menegaskan bahwa keberadaan E. coli di dalam air memiliki arti penting karena bakteri ini menjadi indikator adanya pencemaran air oleh tinja. Jika E. coli ditemukan dalam air, maka air tersebut dianggap berbahaya bagi penggunaan domestik dan ada kemungkinan bakteri enterik patogen lain juga ditemukan bersama bakteri tersebut. Air yang tercemar coliform dan E. coli juga perlu diwaspadai karena dapat berkaitan dengan gangguan pencernaan, terutama bila kualitas sanitasi dan pengelolaan air tidak memadai.

Cara Menghilangkan Bakteri Coliform pada Air

Menjaga air agar bebas dari coliform sangat penting untuk kesehatan keluarga. Ada beberapa langkah pengolahan yang dapat dilakukan untuk mengurangi atau membunuh mikroorganisme dalam air sebelum digunakan sebagai air minum.

Metode Fisik dan Kimia

Menurut sumber yang sama, pengolahan air minum dapat dilakukan melalui proses penyaringan dan desinfeksi. Penyaringan berfungsi memisahkan kontaminan tersuspensi, koloid, dan sebagian mikroorganisme, sedangkan desinfeksi dilakukan untuk membunuh mikroorganisme yang belum tersaring pada tahap sebelumnya. Desinfeksi tersebut dapat menggunakan ozon atau penyinaran ultraviolet.

Efektivitas Sinar UV untuk Menghilangkan Coliform

Aziz Maulana Sodiq menjelaskan bahwa sinar ultraviolet merupakan metode desinfeksi yang bekerja dengan merusak DNA bakteri. Sinar UV efektif membunuh bakteri coliform pada air minum isi ulang, meskipun efektivitasnya dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti daya lampu, waktu penyinaran, jenis organisme, dan kejernihan air.

Kesimpulan

Bakteri E. coli dan coliform merupakan indikator penting dalam menilai kualitas air, terutama air minum. Kehadiran bakteri ini menunjukkan adanya risiko pencemaran dan potensi gangguan kesehatan, khususnya pada sistem pencernaan. Karena itu, air yang terkontaminasi perlu diolah dengan tepat, misalnya melalui penyaringan dan desinfeksi, agar lebih aman digunakan dalam kehidupan sehari-hari.