Bakteri E. coli: Penyebab dan Cara Menghilangkannya dari Air
Membahas isu lingkungan secara informatif dan inspiratif.
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Perspektif Lingkungan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Bakteri E. coli sering menjadi perhatian ketika membahas kualitas air. Kehadiran bakteri ini, bersama kelompok coliform, dapat menunjukkan bahwa air telah terkontaminasi dan tidak lagi aman digunakan tanpa pengolahan yang memadai. Selain berisiko bagi kesehatan, coliform juga dikenal sebagai indikator penting dalam menilai ada tidaknya pencemaran pada air.
Apa Itu Bakteri E. coli dan Coliform?
Bakteri E. coli merupakan bagian dari kelompok coliform, khususnya fecal coliform. Berdasarkan dokumen Identifikasi Bakteri Escherichia coli Dan Kualitas Fisik Air Pada Bak Penampungan Air Umum Terbuka Desa Tapulaga Kecamatan Soropia oleh Lala Sari Ardila, dkk., dijelaskan bahwa Bakteri coliform digunakan sebagai parameter mikrobiologis dalam penentuan kualitas air, dan keberadaannya menunjukkan bahwa air tersebut dapat tercemar serta berpotensi menimbulkan penyakit seperti diare.
Lala Sari Ardila, dkk., juga menjelaskan bakteri Escherichia coli ditemukan pada sampel air bak penampungan umum terbuka, yang menunjukkan bahwa air tersebut telah terkontaminasi dan tidak memenuhi syarat.
Pengertian Bakteri Coliform dan E. coli
Coliform adalah kelompok bakteri indikator yang berkaitan dengan pencemaran air, terutama pencemaran yang berasal dari materi fekal. E. coli merupakan bagian dari fecal coliform dan kehadirannya di dalam air menjadi petunjuk adanya kontaminasi oleh tinja manusia atau hewan. Karena itu, bakteri ini banyak digunakan dalam pemeriksaan kualitas bakteriologis air.
Sumber Kontaminasi Coliform pada Air
Kontaminasi coliform pada air dapat berasal dari berbagai sumber, terutama kotoran manusia dan hewan, sampah rumah tangga, serta aliran air yang membawa bahan pencemar ke penampungan. Menurut Lala Sari Ardila, dkk, risiko kontaminasi juga dikaitkan dengan bak penampungan yang terbuka, letaknya dekat sumber pencemar, serta kondisi lingkungan sekitar yang memungkinkan masuknya polutan ke dalam air.
Bakteri Coliform Menyebabkan Penyakit Apa Saja?
Paparan bakteri E. coli dan coliform dalam air dapat berdampak pada kesehatan, terutama pada sistem pencernaan. Air yang tercemar dan digunakan tanpa pengolahan yang baik berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan pada masyarakat yang mengonsumsinya.
Penyakit yang Disebabkan oleh Coliform
Menurut Lala Sari Ardila dkk., dijelaskan bahwa air yang tercemar E. coli dan coliform dapat menyebabkan penyakit pencernaan seperti diare, disentri, dan penyakit pencernaan lainnya.
Risiko Khusus dari E. coli
Dalam Dokumen Efektivitas Sinar UV Terhadap Pertumbuhnan Bakteri Coliform Pada Air Minum Isi Ulang Di Kecamatan Kebumen Kabupaten Kebumen Tahun 2018 oleh Aziz Maulana Sodiq disebutkan bahwa bila E. coli ditemukan dalam air, maka air tersebut dianggap berbahaya bagi penggunaan domestik dan ada kemungkinan bakteri enterik patogen lain juga ditemukan bersama bakteri tersebut.
Air yang tercemar coliform dan E. coli perlu diwaspadai karena dapat berkaitan dengan gangguan pencernaan, terutama bila kualitas sanitasi dan pengelolaan air tidak memadai.
Cara Menghilangkan Bakteri Coliform pada Air
Menjaga air agar bebas dari coliform sangat penting untuk melindungi kesehatan keluarga. Beberapa langkah pengolahan dapat dilakukan untuk mengurangi atau membunuh mikroorganisme dalam air sebelum digunakan sebagai air minum.
Metode Fisik dan Kimia
Menurut Aziz Maulana Sodiq, pengolahan air minum dapat dilakukan melalui proses penyaringan dan desinfeksi. Penyaringan berfungsi memisahkan kontaminan tersuspensi, koloid, dan sebagian mikroorganisme, sedangkan desinfeksi dilakukan untuk membunuh mikroorganisme yang belum tersaring pada tahap sebelumnya. Desinfeksi dapat menggunakan ozon atau penyinaran ultraviolet.
Efektivitas Sinar UV untuk Menghilangkan Coliform
Sinar ultraviolet dijelaskan sebagai metode desinfeksi yang bekerja dengan merusak DNA bakteri. Sinar UV efektif membunuh bakteri coliform pada air minum isi ulang, meskipun efektivitasnya dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti daya lampu, waktu penyinaran, jenis organisme, dan kejernihan air.
Kesimpulan
Bakteri E. coli dan coliform merupakan indikator penting dalam menilai kualitas air, terutama air minum. Keberadaan bakteri ini menunjukkan adanya risiko pencemaran dan potensi gangguan kesehatan, khususnya pada sistem pencernaan. Untuk mengurangi risiko tersebut, air perlu melalui proses pengolahan yang tepat, seperti penyaringan dan desinfeksi, termasuk dengan sinar UV, agar lebih aman digunakan sehari-hari.