Ciri-ciri Air Bersih dan Sumbernya yang Aman untuk Kesehatan
Membahas isu lingkungan secara informatif dan inspiratif.
·waktu baca 5 menit
Tulisan dari Perspektif Lingkungan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Air bersih memegang peranan penting dalam kehidupan sehari-hari, baik untuk kebutuhan konsumsi maupun aktivitas kebersihan. Meski tampak jernih, air belum tentu aman digunakan apabila tidak memenuhi syarat kesehatan. Oleh karena itu, pemahaman mengenai ciri-ciri air bersih dan sumber air yang layak diperlukan agar kesehatan dan keamanan tetap terjaga.
Apa Itu Air Bersih?
Berdasarkan Analisis Sumber Air, Kepemilikan Septictank Terhadap Total Coliform Air di Rumah Tangga Kecamatan Dumai Selatan Kota Dumai oleh Shoffi Aufa Siirin, Air bersih adalah air yang mutunya memenuhi syarat kesehatan sehingga dapat digunakan untuk keperluan sehari-hari, terutama untuk dikonsumsi.
Berdasarkan penelitian Lama Waktu Kontak Arang Aktif Cangkang Kopi Sebagai Adsorben Dalam Menurunkan Kadar Besi (Fe) Pada Air Sumur Gali oleh Rizki Megiyunika, Air bersih secara fisik terlihat jernih dan tidak berbau, digunakan untuk keperluan sehari-hari, serta dimasak untuk dijadikan air minum.
Definisi Air Bersih Menurut Sumber Terkait
Air bersih diartikan sebagai air yang tidak berwarna, tidak berbau, dan tidak berasa. Selain itu, air bersih harus bebas dari kontaminasi kuman atau bibit penyakit serta bebas dari substansi kimia yang berbahaya dan beracun. Air seperti ini dapat digunakan untuk mencukupi kebutuhan domestik rumah tangga.
Standar Kualitas Air Bersih (SNI/WHO)
Kualitas air bersih dinilai dari persyaratan fisik, kimia, bakteriologis atau mikrobiologis, dan radioaktif. Air yang layak dikonsumsi harus memenuhi standar kesehatan yang ditetapkan, dan dalam pembahasan ini juga disebutkan bahwa air bersih harus memenuhi standar minimal yang ditentukan oleh WHO atau Baku Mutu dari Kementrian Kesehatan RI.
Ciri-ciri Air Bersih yang Layak Konsumsi
Air yang layak digunakan harus memenuhi syarat fisik, kimia, dan mikrobiologis. Air tidak boleh mengandung zat berbahaya maupun mikroorganisme yang dapat menimbulkan gangguan kesehatan. Karena itu, mutu air tidak hanya dinilai dari kejernihannya, tetapi juga dari kandungan zat dan mikroba di dalamnya.
Sifat Fisik Air Bersih (Warna, Bau, Rasa, Suhu)
Secara fisik, air bersih harus jernih, bersih, tidak berwarna, tidak berbau, dan tidak mempunyai rasa apa pun. Selain itu, suhu air sebaiknya kira-kira sama dengan suhu ruang agar tidak terlalu dingin dan tetap terasa segar saat digunakan.
Sifat Kimia dan Biologis Air Bersih
Dari sisi kimia, air bersih tidak boleh mengandung zat yang berbahaya bagi manusia dan tidak boleh menimbulkan korosi pada pipa air bersih. Salah satu zat yang diperhatikan adalah besi, karena kadar besi yang terlalu tinggi dapat memengaruhi kualitas air. Dari sisi biologis atau mikrobiologis, air harus bebas dari bakteri patogen karena pencemaran mikroba dapat menimbulkan gangguan kesehatan.
Parameter Kualitas Air Bersih (pH, Kandungan Besi, Coliform)
Menurut Shoffi Aufa Siirin, parameter kualitas air meliputi kondisi fisik air, kandungan besi, dan bakteri coliform. Kadar besi yang tinggi dapat menyebabkan air berwarna kecoklatan, berbau amis, berasa pahit, menimbulkan endapan, serta menimbulkan gangguan fisik, teknis, ekonomi, dan kesehatan. Sementara itu, total coliform menunjukkan adanya pencemaran bakteriologis yang berkaitan erat dengan kondisi sanitasi dan higiene.
Sumber Air Bersih di Lingkungan Sekitar
Sumber air bersih dapat berasal dari berbagai tempat di sekitar lingkungan, seperti air tanah, air hujan, dan air permukaan. Selain itu, air bersih juga dapat diperoleh melalui sistem penyediaan air minum, baik perpipaan maupun nonperpipaan. Kualitas setiap sumber air dipengaruhi oleh kondisi lingkungan dan potensi pencemaran di sekitarnya.
Sumber Alami Air Bersih (Sumur, Mata Air, Sungai, Air Hujan)
Sumber air yang umum digunakan masyarakat antara lain air tanah, termasuk sumur dan mata air, air hujan, serta air permukaan seperti sungai, saluran irigasi, waduk, dan danau. Air tanah dibagi menjadi air tanah dangkal, air tanah dalam, dan mata air. Air permukaan pada umumnya tidak seharusnya langsung dikonsumsi karena tingkat pencemarannya cukup tinggi, sedangkan air hujan kualitasnya dipengaruhi oleh kondisi udara dan atmosfer.
Faktor yang Mempengaruhi Kualitas Sumber Air Bersih
Kualitas sumber air dipengaruhi oleh lingkungan sekitar, aktivitas manusia, dan kondisi sanitasi. Sumber pencemaran air tanah dapat berasal dari limbah industri, penimbunan sampah, pertambangan, pertanian, permukiman, dan intrusi air laut. Selain itu, sumur yang berada di dekat sumber pencemar seperti jamban, kandang ternak, dan tong sampah juga berisiko terkontaminasi bakteri coliform. Kebocoran septic tank yang tidak memenuhi standar juga dapat menurunkan kualitas air tanah.
Cara Menjaga dan Mengelola Air Bersih
Pengelolaan air bersih dilakukan melalui perencanaan, pelaksanaan, pemantauan, dan evaluasi, serta didukung dengan pemeliharaan fasilitas pengolahan air. Sistem penyediaan air bersih dapat dilakukan melalui perpipaan oleh lembaga penyedia air minum maupun secara nonperpipaan oleh masyarakat, seperti melalui sumur gali, sumur pompa, dan sumur bor. Pengelolaan yang baik sangat penting untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat.
Pentingnya Perlindungan Sumber Air
Perlindungan sumber air sangat penting agar air tidak terkontaminasi dari luar. Sumur gali perlu dilengkapi dengan pengaman seperti tutup sumur, dinding kedap air, parapet, lantai, drainase, dan penggunaan pompa tangan atau listrik agar mengurangi risiko kontaminasi. Jarak sumber air minum dengan jamban juga harus diperhatikan agar tidak mencemari air.
Pengolahan dan Pemeliharaan Air Bersih di Rumah
Air yang belum memenuhi syarat perlu diolah terlebih dahulu sebelum digunakan atau dikonsumsi. Untuk air sumur, salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah merebus air terlebih dahulu guna menurunkan tingkat kontaminasi bakteri. Selain itu, pengolahan air juga dapat dilakukan dengan adsorpsi menggunakan arang aktif, misalnya arang aktif cangkang kopi, untuk membantu menurunkan kadar besi dalam air sumur gali.
Kesimpulan
Air bersih adalah air yang memenuhi syarat kesehatan dan digunakan untuk keperluan sehari-hari. Kualitas air bersih ditentukan oleh persyaratan fisik, kimia, dan mikrobiologis, dipengaruhi oleh sumber air, kondisi sanitasi, dan pengelolaan yang dilakukan. Oleh karena itu, perlindungan sumber air dan pengolahan yang tepat menjadi langkah penting untuk menjaga kualitas air agar aman digunaka serta risiko penyakit akibat air tercemar bisa dihindari.