Konten dari Pengguna

Desinfeksi Air: Metode dan Tujuan

P

Perspektif Lingkungan

Membahas isu lingkungan secara informatif dan inspiratif.

ยทwaktu baca 5 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Perspektif Lingkungan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sumber: Unsplash.com
zoom-in-whitePerbesar
Sumber: Unsplash.com

Kebutuhan air bersih tidak bisa dilepaskan dari proses desinfeksi. Tahap ini menjadi pelindung penting agar air minum tidak menjadi media penularan penyakit akibat virus, bakteri patogen, maupun parasit. Desinfeksi disebut sebagai benteng manusia terhadap paparan mikroorganisme patogen, sehingga posisinya sangat penting dalam sistem pengolahan air minum.

Apa Itu Desinfeksi Air?

Desinfeksi air merupakan proses yang dilakukan untuk memusnahkan atau menonaktifkan mikroorganisme penyebab penyakit di dalam air. Berdasarkan jurnal Disinfeksi untuk Proses Pengolahan Air Minum oleh Nusa Idaman Said, proses ini dapat dilakukan dengan disinfektan kimia maupun fisika, dan menjadi salah satu tahapan penting agar air aman dikonsumsi. Dalam praktik pengolahan air minum, desinfeksi biasanya menjadi tahap akhir setelah proses lain seperti oksidasi, koagulasi, pengendapan, dan filtrasi.

Pengertian Desinfeksi Air

Secara sederhana, desinfeksi air adalah upaya membunuh atau menonaktifkan mikroorganisme patogen di dalam air. Ketika mikroorganisme itu dirusak atau dinonaktifkan, pertumbuhan dan reproduksinya akan terhenti. Itu sebabnya desinfeksi menjadi langkah penting untuk mencegah air minum menjadi sumber penyakit.

Pentingnya Desinfeksi Air dalam Pengolahan Air Minum

Pentingnya desinfeksi air berkaitan langsung dengan perlindungan kesehatan masyarakat. Menurut Nusa Idaman Said, pencemaran air minum oleh virus, bakteri patogen, dan parasit bisa terjadi di sumber air baku maupun saat air dialirkan ke konsumen. Karena itu, desinfeksi bukan sekadar pelengkap, melainkan syarat utama agar air minum tetap aman sampai digunakan masyarakat.

Apa Saja Metode Desinfeksi Air?

Metode desinfeksi air berkembang cukup luas, baik secara kimia maupun fisika. Nusa Idaman Said menjelaskan bahwa desinfeksi kimia dapat dilakukan dengan khlor, hipokhlorit, khloramin, khlor dioksida, ozon, hingga hidrogen peroksida, sedangkan desinfeksi fisika dapat dilakukan dengan sinar ultraviolet. Setiap teknik punya kelebihan, kekurangan, dan bidang aplikasi masing-masing.

Desinfeksi dengan Klorin

Klorin adalah salah satu disinfektan yang paling umum dipakai dalam pengolahan air minum. Gas khlor yang dimasukkan ke dalam air akan membentuk asam hipokhlorit dan ion hipokhlorit, lalu bekerja menginaktivasi mikroorganisme. Asam hipokhlorit merupakan bentuk yang paling efektif untuk membunuh mikroorganisme. Pengolahan air dengan khlor 1 mg/l dan waktu kontak kurang lebih 30 menit umumnya efektif untuk menurunkan jumlah bakteri secara besar.

Desinfeksi dengan Ozon

Ozon dikenal sebagai oksidator yang sangat kuat dan sudah lama digunakan dalam pengolahan air minum.Menurut Nusa Idaman Said, ozon tidak hanya dipakai untuk membunuh atau menonaktifkan mikroorganisme patogen, tetapi juga untuk mengoksidasi zat besi, mangan, senyawa penyebab rasa, bau, warna, deterjen, fenol, dan zat organik lain.

Dibanding khlorin, ozon memiliki beberapa kelebihan, antara lain tidak menimbulkan bau kaporit dan tidak membentuk trihalometan seperti pada proses khlorinasi. Namun, biaya investasi, operasi, dan pemeliharaannya lebih mahal, serta ozon tidak meninggalkan residu di dalam air sehingga kadang perlu dikombinasikan dengan pascaklorinasi.

Desinfeksi dengan Sinar Ultraviolet (UV)

Desinfeksi dengan sinar ultraviolet dilakukan dengan menggunakan lampu merkuri tekanan rendah yang memancarkan radiasi UV bersifat germisidal. Cahaya UV bekerja merusak DNA mikroba, terutama dengan menyebabkan dimerisasi thymine yang menghambat replikasi DNA.

Teknologi ini kembali populer karena tidak menimbulkan hasil samping senyawa karsinogen atau racun, tidak menyebabkan masalah rasa dan bau, dan tidak memerlukan penyimpanan bahan kimia beracun. Meski begitu, UV tidak meninggalkan residu disinfektan pada air, sehingga pada beberapa sistem tetap diperlukan penambahan khlorin atau ozon setelah proses UV.

Perbandingan Efektivitas Metode Desinfeksi

Setiap metode desinfeksi memiliki karakter yang berbeda. Klorin sangat efektif dan sudah lama dipakai, tetapi dapat menghasilkan senyawa hasil samping seperti trihalometan. Ozon memiliki daya oksidasi lebih kuat daripada klorin dan efektif terhadap banyak mikroorganisme, namun biaya operasinya lebih tinggi dan tidak meninggalkan residu. Sementara itu, UV unggul karena tidak menimbulkan senyawa samping beracun dan tidak memengaruhi rasa atau bau air, tetapi efektivitasnya dapat terganggu oleh partikel tersuspensi, warna, dan senyawa organik yang menghambat transmisi sinar.

Apa Tujuan Desinfeksi Air?

Tujuan utama desinfeksi air adalah memastikan air minum aman bagi kesehatan manusia. Desinfeksi merupakan perlindungan terhadap paparan mikroorganisme patogen penyebab penyakit. Dengan kata lain, proses ini dilakukan agar air tidak menjadi jalur penularan penyakit melalui konsumsi langsung maupun penggunaan sehari-hari.

Menghilangkan Mikroorganisme Patogen

Desinfeksi air dilakukan untuk memusnahkan atau menonaktifkan mikroorganisme patogen seperti virus, bakteri, dan protozoa parasit. Pemusnahan patogen dan parasit melalui desinfeksi sangat membantu menurunkan wabah penyakit akibat konsumsi air dan makanan. Karena itu, tahap ini menjadi inti dari pengamanan kualitas air minum.

Meningkatkan Kualitas dan Keamanan Air Minum

Selain menekan risiko penyakit, desinfeksi juga berperan dalam memastikan kualitas air tetap terjaga hingga sampai ke konsumen. Beberapa negara bahkan menerapkan desinfeksi sekunder di akhir proses pengolahan untuk melindungi air dari kontaminasi mikrobiologis di sistem distribusi. Langkah ini memastikan bakteri tidak berkembang biak kembali selama air dialirkan ke masyarakat.

Kesimpulan

Desinfeksi air adalah proses penting untuk memastikan air layak konsumsi dan aman dari mikroorganisme patogen. Metode desinfeksi dapat dilakukan secara kimia maupun fisika, dengan pilihan seperti klorin, ozon, dan sinar ultraviolet yang masing-masing memiliki keunggulan serta keterbatasan sendiri.

Karena itu, pemilihan metode desinfeksi harus disesuaikan dengan tujuan pengolahan, efektivitas, biaya, kemudahan operasi, hasil samping, dan dampaknya terhadap lingkungan. Dengan desinfeksi yang tepat, kualitas dan keamanan air minum dapat terjaga lebih baik demi kesehatan masyarakat.