Konten dari Pengguna

Filtrasi: Pengertian dan Tujuan Utama

P

Perspektif Lingkungan

Membahas isu lingkungan secara informatif dan inspiratif.

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Perspektif Lingkungan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sumber: Unsplash.com
zoom-in-whitePerbesar
Sumber: Unsplash.com

Filtrasi merupakan salah satu proses yang sangat dikenal dalam pengolahan air minum. Metode ini digunakan untuk memisahkan partikel padat dari cairan, terutama dalam upaya menyediakan air yang lebih jernih dan lebih aman untuk digunakan. Dalam praktiknya, filtrasi menjadi bagian penting dalam sistem pengolahan air karena membantu menahan partikel halus yang belum berhasil dihilangkan pada tahap sebelumnya.

Apa yang Dimaksud dengan Filtrasi?

Pembahasan mengenai filtrasi selalu muncul ketika membahas pengolahan air minum. Dalam buku Perancangan Bangunan Pengolahan Air Minum oleh Benny Syahputra, ST, MSi, dkk., filtrasi dijelaskan sebagai proses pemisahan zat padat dari cairan dengan cara melewatkan air yang diolah melalui media berpori untuk menghilangkan partikel-partikel yang sangat halus.

Proses ini berperan sebagai tahap lanjutan setelah koagulasi, flokulasi, dan sedimentasi, terutama ketika masih ada partikel tersuspensi yang belum mengendap dengan baik.

Definisi Filtrasi

Filtrasi merupakan teknik pemisahan zat padat dan cair dengan menggunakan media berpori. Saat air dialirkan melalui media tersebut, partikel-partikel tersuspensi akan tertahan, sedangkan air terus mengalir melewati lapisan filter. Dengan cara ini, kualitas fisik air dapat menjadi lebih baik karena kekeruhan dan partikel halus berkurang.

Prinsip Kerja Filtrasi

  • Proses Pemisahan Zat Padat dan Cair

Pada dasarnya, filtrasi bekerja dengan memanfaatkan media yang memiliki pori-pori kecil. Ketika air yang masih mengandung kotoran dialirkan ke media filter, partikel-partikel yang ukurannya lebih besar akan tertahan. Dalam sumber yang sama juga dijelaskan bahwa selama proses filtrasi dapat terjadi penyaringan mekanis, pengendapan, dan pada jenis tertentu juga terjadi proses biologis.

  • Media yang Digunakan dalam Filtrasi

Media filtrasi yang digunakan cukup beragam, tergantung jenis filter dan tujuan pengolahannya. Menurut Benny Syahputra, ST, MSi, dkk., disebutkan bahwa media filter dapat berupa pasir silika, antrasit atau batubara, magnetit, karbon aktif, hingga bahan sintetis untuk tujuan khusus. Pemilihan media sangat penting karena memengaruhi kemampuan filter dalam menahan partikel dan menjaga efisiensi proses.

Contoh Penerapan Filtrasi di Pengolahan Air Minum

  • Sistem Filtrasi Konvensional

Sistem filtrasi konvensional dalam pengolahan air minum umumnya dikenal dalam bentuk saringan pasir lambat dan saringan pasir cepat. Kedua sistem ini banyak menggunakan media seperti pasir dan kerikil, dengan mekanisme penyaringan yang disesuaikan dengan karakteristik air baku. Dalam praktiknya, metode ini efektif untuk menurunkan kekeruhan dan menahan partikel tersuspensi yang masih tersisa setelah sedimentasi.

  • Filtrasi Modern

Selain sistem konvensional, pengembangan filtrasi juga mencakup variasi media dan rancangan filter yang lebih beragam, seperti dual media filter, multi media filter, pressure filter, dan flotofilter. Masing-masing dirancang untuk meningkatkan efisiensi penyaringan sesuai kebutuhan pengolahan air. Secara umum, semakin baik rancangan filter dan pemilihan medianya, semakin baik pula hasil penyisihan partikel halus dan kekeruhan.

Tujuan Filtrasi dalam Pengolahan Air

Filtrasi dalam pengolahan air minum memiliki tujuan utama untuk memperbaiki kualitas fisik air, terutama ketika sedimentasi belum cukup mengatasi partikel halus. Proses ini membantu menghasilkan air yang tampak lebih jernih dan mendukung tahapan pengolahan berikutnya agar mutu air semakin baik.

Menghilangkan Kekeruhan dan Kontaminan

Salah satu tujuan terpenting filtrasi adalah mengurangi kekeruhan dan menahan partikel-partikel tersuspensi yang masih ada di dalam air. Sumber yang sama menjelaskan bahwa filtrasi sangat dibutuhkan ketika air baku masih mengandung partikel halus yang sulit diendapkan melalui sedimentasi saja.

Meningkatkan Kualitas Air Minum

Filtrasi membantu meningkatkan kualitas air minum dengan membuat air menjadi lebih jernih secara kasat mata. Namun, air yang jernih belum tentu langsung aman dikonsumsi, sehingga masih diperlukan pengolahan lanjutan seperti disinfeksi untuk mengantisipasi bakteri patogen.

Perlindungan Sistem Distribusi

Secara umum, filtrasi juga bermanfaat untuk mengurangi partikel padat yang berpotensi terbawa ke jaringan distribusi. Dengan berkurangnya beban padatan, aliran air dalam pipa dan peralatan pengolahan dapat berjalan lebih baik, serta risiko gangguan akibat endapan menjadi lebih kecil.

Pentingnya Filtrasi Berdasarkan Literatur

Berbagai literatur menegaskan pentingnya filtrasi dalam pengolahan air minum, termasuk dalam buku Perancangan Bangunan Pengolahan Air Minum dijelaskan bahwa filtrasi sangat diperlukan, terutama untuk sumber air baku yang sulit diatasi hanya dengan sedimentasi.

Dengan adanya filtrasi, kualitas air dapat ditingkatkan sehingga air menjadi lebih jernih dan lebih siap untuk tahap pengolahan berikutnya.

Kesimpulan

Filtrasi berperan besar dalam pengolahan air minum karena membantu memisahkan partikel padat dari cairan melalui media berpori. Tujuan utamanya adalah menurunkan kekeruhan, memperbaiki kualitas fisik air, dan mendukung proses pengolahan agar hasil akhirnya lebih baik.

Dengan metode filtrasi yang tepat, kualitas air minum dapat ditingkatkan, meskipun tetap perlu didukung oleh tahap lanjutan seperti disinfeksi agar air benar-benar aman untuk dikonsumsi.