Konten dari Pengguna

Jamban: Pengertian dan Jenis-jenis Jamban yang Perlu Diketahui

P

Perspektif Lingkungan

Membahas isu lingkungan secara informatif dan inspiratif.

Ā·waktu baca 5 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Perspektif Lingkungan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sumber: Unsplash.com
zoom-in-whitePerbesar
Sumber: Unsplash.com

Jamban bukan sekadar fasilitas pelengkap di rumah. Keberadaannya sangat berkaitan dengan kebersihan lingkungan, kenyamanan, dan pencegahan penyakit menular. Jamban adalah salah satu fasilitas pembuangan kotoran manusia yang efektif untuk memutus mata rantai penularan penyakit, sehingga pemilihannya tidak bisa dianggap sepele.

Apa yang Dimaksud dengan Jamban?

Berdasarkan laporan Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Penggunaan Jamban di Desa Kebagusan Kabupaten Pesawaran oleh Sari, Idha Putri Ana, jamban adalah bangunan yang digunakan untuk membuang dan mengumpulkan kotoran manusia di suatu tempat tertentu, sehingga tidak menjadi penyebab penyebaran penyakit dan tidak mengotori lingkungan pemukiman.

Definisi Jamban

Secara umum, jamban dapat dipahami sebagai fasilitas yang dirancang untuk menampung pembuangan tinja dan urine secara aman. Keberadaan jamban yang sehat berkaitan dengan tempat pembuangan akhir tinja yang sesuai, seperti tangki septik atau sarana pembuangan air limbah, agar kotoran tidak mencemari tanah, sumber air, maupun lingkungan sekitar.

Fungsi dan Manfaat Jamban

Fungsi jamban sangat jelas: memutus rantai penularan penyakit dan mendukung lingkungan yang sehat. Jamban yang digunakan dengan baik dapat membantu mencegah berkembangnya penyakit serta menjaga lingkungan tetap bersih dan sehat.

Sanitasi dan pemanfaatan jamban yang buruk berkaitan erat dengan penyakit berbasis tinja, seperti kolera, hepatitis A, polio, tifoid, diare, disentri, dan kecacingan.

Jenis-jenis Jamban

Menurut Sari, Idha Putri Ana, beberapa tipe jamban yang dikenal di masyarakat, mulai dari jamban yang sangat sederhana hingga jamban yang memenuhi kategori sehat. Pemahaman tentang jenis-jenis jamban penting agar masyarakat bisa memilih fasilitas yang paling aman dan sesuai dengan kondisi lahannya.

Jamban Leher Angsa

Jamban leher angsa termasuk jenis yang paling direkomendasikan. Bentuk lubang penampungannya menyerupai huruf ā€œSā€ atau leher angsa dan selalu berisi air, sehingga bau dari septic tank tidak mudah keluar serta serangga tidak mudah masuk.

Menurut sumber yang sama, jamban leher angsa umumnya dilengkapi septic tank, sehingga tidak mencemari lingkungan sekitar dan masuk dalam kategori jamban sehat.

Jamban Cubluk

Jamban cemplung (pit latrine) merupakan salah satu bentuk paling sederhana karena hanya berupa galian yang diberi lantai di atasnya, sehingga kotoran langsung masuk ke penampungan. Jamban ini kurang sempurna dan perlu penutup agar tidak berbau. Pembuangan terjadi langsung ke penampungan tanah, sehingga risiko pencemaran lebih tinggi.

Jamban Setengah Permanen dan Permanen

Jenis jamban berdasarkan bentuk dan sistem pembuangannya, yaitu jamban cemplung, plengsengan, empang, kimia, dan leher angsa. Dari seluruh jenis itu, yang dinyatakan memenuhi standar jamban sehat adalah jamban leher angsa karena dilengkapi septic tank dan sistem penahan bau.

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Penggunaan Jamban

Penggunaan jamban tidak hanya dipengaruhi oleh ketersediaan fasilitas, tetapi juga oleh faktor perilaku dan kondisi sosial masyarakat. Pemanfaatan jamban dipengaruhi oleh faktor internal seperti pendidikan, pengetahuan, kebiasaan, pekerjaan, jenis kelamin, umur, dan status ekonomi, serta faktor eksternal seperti kondisi jamban, ketersediaan sarana air bersih, pengaruh lingkungan, dan peran petugas kesehatan.

Faktor Sosial dan Ekonomi

Status ekonomi disebut sebagai salah satu faktor penting dalam pemilihan jamban. Tingkat ekonomi memengaruhi kemampuan seseorang atau keluarga dalam memenuhi kebutuhan hidup, termasuk memilih kualitas dan jenis jamban yang digunakan. Semakin baik kondisi ekonomi, semakin besar pula peluang keluarga memiliki jamban yang lebih layak dan memenuhi syarat kesehatan.

Kebiasaan dan Edukasi Masyarakat

Edukasi dan kebiasaan masyarakat ikut menentukan apakah jamban benar-benar dimanfaatkan dengan baik. Pemanfaatan jamban sangat dipengaruhi oleh tingkat pengetahuan dan kebiasaan masyarakat.

Masih adanya kebiasaan buang air besar di sungai, kolam, ladang, atau kebun dikaitkan dengan kurangnya informasi, sikap, perilaku, serta fasilitas yang belum memadai. Di sisi lain, perilaku yang didasari pengetahuan dinilai lebih langgeng dibanding perilaku yang tidak didasari pengetahuan.

Pentingnya Pemilihan Jenis Jamban yang Tepat

Memilih jenis jamban yang tepat sangat penting karena jamban yang baik bukan hanya nyaman dipakai, tetapi juga melindungi lingkungan sekitar. Sejumlah syarat jamban sehat, seperti tidak mencemari sumber air minum, tidak berbau, tidak memungkinkan serangga masuk, mudah dibersihkan, memiliki lantai kedap air, ventilasi yang cukup, serta tersedia air, sabun, dan alat pembersih. Syarat-syarat itu menunjukkan bahwa pemilihan jamban harus mempertimbangkan aspek teknis sekaligus aspek kesehatan lingkungan.

Dampak pada Kesehatan Lingkungan

Jenis jamban yang tepat berpengaruh langsung pada kesehatan lingkungan. Jika pembuangan tinja tidak tertampung dengan baik, tinja dapat mencemari air dan tanah, lalu memicu penyakit berbasis air dan sanitasi. Penggunaan jamban membantu mencegah kontaminasi pada air, tanah, serta menurunkan risiko penyakit seperti tifoid, diare, paratifoid, disentri, kolera, hingga kecacingan.

Saran untuk Masyarakat

Jamban yang dianjurkan ialah yang memiliki septic tank, lubang leher angsa, mudah dibersihkan, tersedia air bersih, serta tidak mencemari sumber air minum. Sari, Idha Putri Ana juga mengingatkan pentingnya pemeliharaan rutin, seperti menjaga lantai tetap kering dan bersih, menyediakan alat pembersih, memperbaiki bagian yang rusak, dan tidak membuang sampah padat atau bahan kimia beracun ke dalam jamban.

Kesimpulan

Jamban memegang peranan penting dalam kehidupan masyarakat karena berkaitan langsung dengan kesehatan dan kebersihan lingkungan. Jamban bukan hanya fasilitas buang air besar, tetapi juga sarana penting untuk memutus penularan penyakit dan menjaga kualitas lingkungan tetap baik.

Jenis jamban yang memenuhi standar sehat adalah jamban leher angsa dengan septic tank. Pemanfaatan jamban pun dipengaruhi oleh pengetahuan, kebiasaan, fasilitas, dan kondisi ekonomi. Ketika jenis jamban dipilih dengan tepat dan dirawat dengan baik, risiko pencemaran dan penyakit menular bisa ditekan jauh lebih efektif.