Jenis dan Sumber Pencemaran Air: Penjelasan Lengkap
Membahas isu lingkungan secara informatif dan inspiratif.
·waktu baca 5 menit
Tulisan dari Perspektif Lingkungan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pencemaran air menjadi masalah lingkungan yang terus berkembang seiring pertumbuhan penduduk dan meningkatnya aktivitas manusia. Air yang tercemar bukan hanya menurunkan kualitas lingkungan, tetapi juga membuat air tidak lagi dapat digunakan sesuai peruntukannya. Pencemaran air erat kaitannya dengan limbah yang masuk ke badan air tanpa pengelolaan yang memadai, baik dari kawasan perkotaan, industri, maupun kegiatan lain di sekitarnya.
Mengenal Pencemaran Air
Pencemaran air terjadi ketika makhluk hidup, zat, energi, atau komponen lain masuk ke dalam air akibat kegiatan manusia hingga kualitas air menurun dan air tidak lagi berfungsi sesuai peruntukannya. Dalam praktiknya, pencemaran air banyak berkaitan dengan bertambahnya limbah seiring perkembangan wilayah urban dan pertumbuhan industri yang cepat.
Definisi Pencemaran Air
Dalam Peraturan Pemerintah No. 22 tahun 2021 tentang penyelenggaraan perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup, pencemaran air didefinisikan sebagai masuknya atau dimasukkannya makhluk hidup, zat, energi, dan atau komponen lain ke dalam air oleh kegiatan manusia sehingga kualitas air menurun sampai ke tingkat tertentu.
Akibatnya, air tidak dapat berfungsi lagi sesuai dengan peruntukannya. Dengan kata lain, pencemaran air bukan sekadar membuat air tampak kotor, tetapi juga mengubah mutu air secara nyata.
Dampak Umum Pencemaran Air
Dampak pencemaran air dapat meluas ke berbagai sektor. Penurunan kualitas air menyebabkan air tidak memenuhi standar mutu yang dibutuhkan. Selain itu, pencemaran juga dapat memicu penyakit akibat mikroorganisme, menyebabkan kematian ikan dan organisme air lain, menurunkan hasil pertanian, serta merusak peralatan karena sifat air yang korosif ketika terkontaminasi bahan kimia tertentu.
Jenis-Jenis Pencemaran Air
Menurut laporan Efisiensi Proses Filtrasi Untuk Perbaikan Kualitas Air Di Badan Air Tercemar Limbah Cair Industri Tekstil (Studi Kasus: Sungai Cikacembang) oleh Farida Nurul I. Yusriyani, pencemaran air dapat dibedakan ke dalam beberapa bentuk, yakni pencemaran oleh mikroorganisme, pencemaran bahan anorganik nutrisi tanaman, pencemaran bahan kimia anorganik, dan pencemaran bahan kimia organik. Masing-masing memiliki sumber dan dampak yang berbeda terhadap badan air maupun makhluk hidup yang bergantung padanya.
Pencemaran Fisik
Limbah padat yang berkontak dengan air hujan lalu terbawa aliran permukaan dapat mencemari badan air di sekitarnya. Dalam pengertian umum, kondisi seperti ini bisa dipahami sebagai gangguan fisik terhadap kualitas air karena menurunkan mutu air dan mengubah kondisi perairan.
Pencemaran Kimia
Pencemaran kimia dapat berasal dari bahan anorganik seperti asam, garam, dan logam berat seperti timbal, kadmium, dan merkuri. Selain itu, terdapat pula pencemaran kimia organik dari minyak, plastik, pestisida, larutan pembersih, detergen, dan bahan organik terlarut lain. Zat-zat tersebut dapat menurunkan mutu air dan membahayakan makhluk hidup.
Pencemaran Biologis
Menurut Farida Nurul I. Yusriyani, pencemaran biologis terjadi melalui pencemaran oleh mikroorganisme. Berbagai kuman penyebab penyakit seperti bakteri, virus, protozoa, dan parasit sering mencemari air.
Mikroorganisme tersebut umumnya berasal dari limbah domestik, industri, peternakan, rumah sakit, pertanian, dan kegiatan lain yang membuang limbah ke lingkungan perairan. Pencemaran semacam ini menjadi salah satu penyebab penyakit pada manusia.
Sumber Pencemaran Air
Sumber pencemar badan perairan dapat dibedakan menjadi pencemar titik (point source pollutants) dan pencemar bukan titik (non point source pollutants). Pencemar titik berasal dari sumber yang jelas, seperti kegiatan industri dan pertambangan, sedangkan pencemar bukan titik berasal dari sumber yang lebih sulit ditentukan secara pasti, seperti kegiatan pertanian.
Sumber Alamiah
Menurut Farida Nurul I. Yusriyani, pembahasan pencemaran air lebih difokuskan pada sumber yang berasal dari aktivitas manusia. Meski proses alam dapat memengaruhi kondisi badan air, sumber utama pencemaran adalah limbah dan buangan dari berbagai kegiatan manusia. Karena itu, tekanan terbesar terhadap kualitas air lebih banyak datang dari pencemaran antropogenik.
Sumber Buatan (Antropogenik)
Aktivitas manusia merupakan penyumbang besar pencemaran air. Sumber-sumber itu antara lain berasal dari pertanian, peternakan dan perikanan, industri, serta aktivitas perkotaan. Masing-masing menghasilkan limbah dengan karakter yang berbeda, tetapi semuanya dapat menurunkan mutu air bila tidak diolah dengan benar sebelum dibuang ke lingkungan.
Limbah Domestik
Aktivitas perkotaan menghasilkan berbagai limbah yang berpotensi mencemari air, seperti air limbah, kotoran manusia, limbah rumah tangga, limbah gas, dan limbah panas. Menurut Farida Nurul I. Yusriyani, ledakan jumlah penduduk yang tidak diimbangi kemampuan lingkungan untuk memulihkan diri membuat pencemaran dari kawasan perkotaan menjadi semakin tinggi.
Limbah Industri
Pencemaran dari industri disebut sebagai salah satu sumber yang paling jelas dan mudah dikenali. Farida Nurul I. Yusriyani mencatat bahwa air limbah industri cenderung mengandung zat berbahaya, sehingga harus dicegah agar tidak langsung dibuang ke badan air. Sumber pencemaran industri dapat berasal dari limbah cair, industri makanan, industri tekstil, industri pulp dan kertas, industri kimia, industri kulit, hingga electroplating.
Limbah Pertanian
Sektor pertanian juga berkontribusi terhadap pencemaran air, terutama melalui penggunaan pupuk dan bahan kimia pertanian seperti insektisida dan herbisida. Menurut Farida Nurul I. Yusriyani, penggunaan pestisida dan pupuk secara berlebihan dapat mengganggu keseimbangan ekosistem air. Selain itu, nitrat dan fosfat dari kegiatan pertanian juga dapat mencemari sungai, danau, dan laut.
Kesimpulan
Pencemaran air merupakan ancaman serius karena menurunkan mutu air dan membuatnya tidak lagi layak digunakan sesuai peruntukannya. Pencemaran air banyak dipicu oleh aktivitas manusia, terutama limbah domestik, industri, dan pertanian.
Karena itu, langkah awal pencegahan perlu dimulai dari pengendalian limbah, penerapan baku mutu air dan limbah cair, serta upaya mencegah masuknya bahan pencemar ke badan air. Jika pengelolaan dilakukan dengan baik sejak awal, kualitas air dapat lebih terjaga untuk kehidupan yang lebih sehat.