Memahami Kekeruhan: Pengertian dan 3 Parameter Kualitas Air
Membahas isu lingkungan secara informatif dan inspiratif.
ยทwaktu baca 4 menit
Tulisan dari Perspektif Lingkungan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kekeruhan sering dijadikan salah satu tanda paling mudah untuk menilai kualitas air. Air yang tampak keruh biasanya langsung menimbulkan kekhawatiran, baik dari sisi kebersihan maupun kelayakannya untuk digunakan. Pemahaman terkait kekeruhan dan parameter fisika lain seperti warna serta suhu penting diketahui, terutama dalam pengelolaan air bersih dan perlindungan kesehatan masyarakat.
Apa yang Dimaksud dengan Kekeruhan?
Kekeruhan adalah salah satu parameter fisika yang menunjukkan tingkat kejernihan air. Berdasarkan laporan Alat Pendeteksi Kekeruhan Air Menggunakan Parameter Fisika Berbasis Mikrokontroler ATMEGA8535 oleh M. Galang Sahtiyanza Romain, kekeruhan dijelaskan sebagai ukuran yang memanfaatkan efek cahaya untuk menilai kondisi air. Semakin banyak partikel tercampur atau partikel koloid di dalam air, semakin keruh pula tampilan air tersebut.
Definisi Kekeruhan Menurut Literatur
Secara sederhana, kekeruhan bisa dipahami sebagai keadaan ketika air tidak lagi tampak jernih. Hal ini terjadi karena ada partikel-partikel kecil yang melayang di dalam air, seperti lumpur, bahan organik, atau bahan anorganik lain. Partikel-partikel inilah yang membuat cahaya sulit menembus air secara normal.
Penyebab Kekeruhan pada Air
Air dapat menjadi keruh karena membawa berbagai bahan yang tercampur di dalamnya. Menurut sumber yang sama, penyebab kekeruhan antara lain lumpur, bahan organik, dan buangan industri. Secara umum, semakin banyak partikel tersuspensi di dalam air, semakin tinggi pula tingkat kekeruhannya.
Dampak Kekeruhan terhadap Kualitas Air
Kekeruhan yang tinggi bukan hanya mengganggu tampilan air, tetapi juga menurunkan kualitasnya. Air yang baik seharusnya jernih dan tidak keruh. Selain itu, air yang terlalu keruh dapat mengurangi masuknya cahaya ke dalam perairan dan memengaruhi kondisi organisme di dalamnya. Dalam praktik sehari-hari, air keruh juga cenderung kurang disukai dan perlu diwaspadai sebelum digunakan.
3 Parameter Kualitas Air yang Perlu Diketahui
Tiga parameter fisika yang penting untuk diperhatikan adalah kekeruhan, warna, dan suhu. Ketiganya bisa memberi gambaran awal tentang kondisi air. Kekeruhan menunjukkan kejernihan, warna memberi petunjuk tentang kemungkinan zat tertentu di dalam air, sedangkan suhu membantu melihat apakah ada perubahan kondisi fisik atau kimia pada air.
Kekeruhan sebagai Parameter Fisika
Kekeruhan menjadi salah satu indikator yang paling mudah dikenali karena langsung terlihat dari tampilan air. Ketika air tampak tidak bening, hal itu bisa menjadi tanda adanya padatan tersuspensi atau partikel lain di dalamnya. Itulah sebabnya kekeruhan sering dipakai sebagai parameter awal dalam penilaian mutu air.
Warna dan Suhu sebagai Parameter Pendukung
Selain kekeruhan, warna dan suhu juga berperan penting dalam menilai kualitas air. Air minum sebaiknya tidak berwarna, karena perubahan warna bisa menjadi petunjuk adanya zat tertentu yang tidak diinginkan. Sementara itu, suhu yang terlalu tinggi dapat menandakan adanya bahan kimia terlarut dalam jumlah besar atau proses pembusukan bahan organik oleh mikroorganisme.
Pentingnya Monitoring Ketiga Parameter Ini
Pemantauan rutin terhadap kekeruhan, warna, dan suhu sangat penting agar perubahan kualitas air bisa diketahui lebih awal. Dengan pemantauan yang baik, masyarakat maupun pengelola air bisa lebih cepat mengambil langkah pencegahan sebelum air digunakan untuk keperluan sehari-hari.
Pentingnya Pengukuran Kekeruhan Air
Mengetahui nilai kekeruhan air membantu memastikan apakah air masih berada dalam batas yang aman. Batas maksimal kekeruhan air bersih untuk hygne dan sanitasi menurut Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) RI no 2 tahun 2023 adalah <3 NTU. Pengukuran kekeruhan bukan sekadar pelengkap, tetapi menjadi bagian penting dalam pengawasan mutu air.
Metode Pengukuran Kekeruhan Berbasis Mikrokontroler
Saat ini, pengukuran kekeruhan tidak hanya dilakukan secara manual. Berdarkan sumber yang sama, penggunaan alat mikrokontroler ATMega8535 yang dipadukan dengan sensor dapat membantu mendeteksi kondisi air sehingga menjadi lebih praktis, cepat, dan terukur.
Aplikasi dan Manfaat Deteksi Kekeruhan
Deteksi kekeruhan sangat bermanfaat untuk membantu pemantauan kualitas air secara lebih efisien. Dengan alat berbasis sensor dan mikrokontroler, perubahan kondisi air bisa diketahui lebih cepat sehingga penanganan pun dapat segera dilakukan. Teknologi seperti ini sangat berguna untuk pengawasan air bersih maupun pemantauan lingkungan secara berkala.
Kesimpulan
Kekeruhan adalah parameter penting dalam menentukan kualitas air karena berhubungan langsung dengan tingkat kejernihan dan keberadaan partikel di dalam air. Bersama warna dan suhu, kekeruhan memberi gambaran fisik awal tentang kondisi air. Dengan pemantauan rutin dan penggunaan teknologi pengukuran yang tepat, perubahan kualitas air bisa dikenali lebih cepat sehingga risiko akibat air keruh dapat diminimalisir.