Merkuri: Dari Mana Asal dan Apa Saja Jenisnya di Lingkungan?
Membahas isu lingkungan secara informatif dan inspiratif.
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Perspektif Lingkungan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Merkuri dikenal sebagai salah satu logam berat yang kerap menjadi sorotan karena dampaknya terhadap lingkungan dan kesehatan. Merkuri merupakan unsur kimia dengan tingkat toksisitas yang cukup tinggi dan dapat terakumulasi di lingkungan karena organisme hidup tidak mampu menghancurkannya. Itulah sebabnya, memahami asal usul serta bentuk-bentuk merkuri di lingkungan menjadi hal penting untuk mengenali risikonya sejak awal.
Asal Usul Merkuri di Alam
Secara umum, merkuri dapat muncul melalui proses alami maupun akibat aktivitas manusia. Sumber pencemaran merkuri tidak hanya berasal dari kegiatan manusia, tetapi juga dari proses geologi dan biologi. Meski begitu, pencemaran yang bersumber dari aktivitas manusia dinilai jauh lebih besar dibandingkan dari proses alami.
Proses Alami Pembentukan Merkuri
Proses geologi dan biologi merupakan salah satu sumber pencemaran merkuri di lingkungan. Selain itu, merkuri sendiri digolongkan sebagai trace element yang secara alami sudah ada di bumi. Dengan sifatnya yang cair pada suhu ruang, mudah menguap, dan dapat berubah bentuk di lingkungan, merkuri tetap perlu diwaspadai meskipun berasal dari proses alami.
Sumber Merkuri dari Aktivitas Manusia
Berdasarkan penelitian berjudul Analisis Sebaran Pencemaran Merkuri (Hg) pada Air Sungai di Lokasi Pertambangan Desa Sangon Kulon Progo oleh M. Rifqi Hidayat, sumber merkuri dari aktivitas manusia sangat beragam. Beberapa di antaranya adalah pembakaran batubara, produk minyak bumi, fungisida, katalisator merkuri, serta pertambangan emas yang memakai merkuri sebagai bahan pengekstraksi.
Selain itu, M. Rifqi Hidayat juga menyebut limbah domestik dan industri seperti baterai, lampu fluoresen, produk medis, termometer, barometer, rumah sakit, peleburan logam, dan pengolahan biji emas sebagai penyumbang pencemaran merkuri ke lingkungan.
Jenis-Jenis Merkuri dalam Lingkungan
Merkuri yang masuk ke lingkungan dapat hadir dalam beberapa bentuk. Merkuri di lingkungan perairan dapat berupa merkuri anorganik, merkuri organik, merkuri terikat, dan logam merkuri. Perbedaan bentuk ini penting dipahami karena masing-masing memiliki sifat dan potensi bahaya yang berbeda.
Merkuri Elemental (Hg⁰)
Bentuk logam merkuri sebagai merkuri yang berasal dari kegiatan industri. Di bagian sifat fisik dan kimia, merkuri juga disebut sebagai logam yang berwujud cair pada suhu kamar dan paling mudah menguap dibandingkan logam lainnya. Karakter ini membuat merkuri elemental lebih mudah menyebar dan perlu diawasi keberadaannya.
Merkuri Anorganik
Merkuri anorganik merupakan bentuk merkuri yang berasal dari air hujan atau aliran sungai, serta memiliki sifat stabil pada pH rendah. Bentuk ini menjadi salah satu jenis merkuri yang dapat ditemukan di lingkungan perairan dan berkaitan dengan proses pencemaran di sekitar sumber air.
Merkuri Organik
Berdasarkan penelitian M. Rifqi Hidayat, merkuri organik berkaitan dengan kegiatan pertanian, terutama penggunaan pestisida. Selain itu, merkuri juga dapat teroksidasi menjadi Hg2+ oleh sistem biologi dan terakumulasi pada makhluk hidup dalam bentuk metilmerkuri.
bentuk metilmerkuri ini sangat berbahaya karena jumlahnya terus bertambah di lingkungan, bahkan pada predator puncak seperti ikan, konsentrasinya dapat melampaui batas aman untuk dikonsumsi manusia.
Dampak Merkuri terhadap Lingkungan dan Kesehatan
Merkuri membawa dampak serius baik bagi lingkungan maupun kesehatan manusia. Menurut M. Rifqi Hidayat, merkuri bersifat toksik dan dapat terakumulasi di lingkungan karena tidak dapat dihancurkan oleh organisme hidup. Kontaminasi terhadap manusia dapat terjadi melalui saluran pernapasan, makanan dan minuman, serta kontak langsung dengan kulit.
Cara Merkuri Menyebar di Lingkungan
Merkuri dapat masuk ke lingkungan melalui limbah domestik dan industri, pembakaran, serta kegiatan pertambangan. Setelah masuk ke perairan, merkuri dapat terakumulasi, mengendap di dasar perairan, lalu membentuk senyawa kompleks bersama bahan organik maupun anorganik. Kondisi inilah yang membuat pencemaran merkuri di air permukaan perlu diwaspadai.
Risiko Paparan Merkuri bagi Makhluk Hidup
Paparan merkuri dapat menimbulkan dampak kesehatan yang sangat serius. Paparan merkuri disebut dapat menyebabkan kelainan janin dan kematian saat lahir, serta memicu Fetal Minamata Disease. Selain itu, merkuri juga dapat menyebabkan kerusakan otak, cerebral palsy, gangguan saraf motorik, dan retardasi mental.
Pada laki-laki, terutama paparan merkuri anorganik, dampaknya dapat berupa impotensi dan gangguan libido, sedangkan pada perempuan dapat mengganggu proses menstruasi.
Kesimpulan
Merkuri berasal dari proses alami dan aktivitas manusia, dengan kontribusi terbesar datang dari kegiatan manusia seperti pertambangan, pembakaran, dan limbah industri maupun domestik. Jenis-jenis merkuri yang ditemukan di lingkungan meliputi bentuk anorganik, organik, dan elemental. Pemahaman terkait asal usul, bentuk, dan dampaknya sangat penting agar risiko pencemaran dapat dikendalikan dan kesehatan masyarakat tetap terlindungi.