Parameter Kimia Air: Apa Saja yang Perlu Diketahui tentang TDS dan pH?
Membahas isu lingkungan secara informatif dan inspiratif.
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Perspektif Lingkungan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Air yang digunakan sehari-hari memang perlu dipantau kualitasnya, terutama jika dipakai untuk konsumsi, budidaya, atau kebutuhan lain yang sensitif terhadap perubahan kondisi perairan. Salah satu aspek penting dalam penilaian mutu air adalah parameter kimia, karena dari sanalah bisa diketahui apakah air masih berada pada kisaran yang aman bagi organisme dan lingkungan sekitarnya. Dalam pengelolaan air, parameter seperti TDS dan pH termasuk yang paling sering diperhatikan.
Apa Itu Parameter Kimia Air?
Parameter kimia air adalah indikator yang dipakai untuk melihat kondisi kimiawi suatu perairan. Berdasarkan Buku Pengelolaan Kualitas Air terbitan Direktorat Pembinaan SMK Kemdikbud, parameter kimia merupakan bagian penting dalam pemantauan kualitas air, terutama karena kualitas air sangat menentukan kehidupan organisme akuatik yang dibudidayakan. Kualitas air dinilai dari faktor fisika, kimia, dan biologi secara bersama-sama.
Definisi Parameter Kimia Air
Secara sederhana, parameter kimia air berkaitan dengan kandungan zat kimia di dalam air dan reaksi yang terjadi di dalamnya. Buku Pengelolaan Kualitas Air menjelaskan parameter kimia dipahami sebagai parameter perairan yang terukur akibat adanya reaksi kimia di perairan, seperti pertukaran ion-ion terlarut dalam air. Dengan kata lain, parameter ini membantu menggambarkan kondisi air dari sisi kandungan dan proses kimianya.
Pentingnya Analisis Parameter Kimia
Pemantauan parameter kimia menjadi penting karena kualitas air yang berubah dapat langsung memengaruhi organisme dan fungsi air itu sendiri. Kualitas air yang baik harus memenuhi parameter tertentu agar air aman, tidak tercemar, dan sesuai dengan peruntukannya.
Buku Pengelolaan Kualitas Air menunjukkan bahwa fluktuasi kualitas air dapat mengganggu fisiologi biota akuatik, sehingga pemantauan parameter kimia perlu dilakukan secara berkala.
Jenis-Jenis Parameter Kimia Air
Ada cukup banyak parameter kimia yang digunakan untuk menilai mutu air. Dalam buku Manajemen Kualitas Air oleh Nur Zaman dkk., parameter kimia air mencakup antara lain pH, nitrit, nitrat, amonia, kesadahan, dan logam tertentu. Berdasarkan buku Pengelolaan Kualitas Air, parameter kimia yang dicantumkan untuk budidaya meliputi oksigen terlarut, karbondioksida bebas, amonia, nitrat, nitrit, fosfat, pH, alkalinitas, dan kesadahan.
Parameter Kimia Utama
Beberapa parameter kimia yang paling sering diperhatikan ialah pH, TDS, DO, amonia, dan nitrit. buku Pengelolaan Kualitas Air menjelaskan pH, DO, amonia, nitrat, dan nitrit tercantum sebagai parameter kimia penting untuk pengukuran kualitas air budidaya. Sementara itu, Nur Zaman dkk., menempatkan pH dan TDS sebagai bagian dari parameter yang banyak dipakai untuk mengetahui kualitas air.
Fungsi Masing-Masing Parameter
Setiap parameter memberi gambaran yang berbeda. pH menunjukkan tingkat keasaman atau kebasaan air. TDS menggambarkan jumlah zat padat terlarut. DO menunjukkan ketersediaan oksigen dalam air, sedangkan amonia dan nitrit dipantau karena dapat menjadi penanda kondisi perairan yang kurang baik bagi organisme akuatik. Kombinasi beberapa parameter ini membantu memberikan gambaran kualitas air yang lebih utuh.
Penjelasan TDS dan pH dalam Air
TDS dan pH termasuk parameter yang sering diperhatikan karena keduanya berhubungan langsung dengan kondisi dasar suatu perairan. Nur Zaman, dkk., menjelaskan dua parameter ini disebut sebagai bagian dari parameter yang biasa dipakai untuk mengetahui kualitas air, khususnya dalam kaitannya dengan keasaman dan kandungan zat terlarut. Pada praktik pengukuran lapangan, keduanya juga umum diukur karena bisa memberi gambaran awal tentang kondisi air.
Apa Itu TDS (Total Dissolved Solid)?
TDS atau Total Dissolved Solid adalah ukuran jumlah zat padat terlarut di dalam air, baik berupa zat organik maupun anorganik. Buku Pengelolaan Kualitas Air menjelaskan bahwa TDS menggambarkan jumlah zat terlarut dalam satuan ppm atau mg/L. Sumbernya bisa berasal dari limpasan pertanian, limbah rumah tangga, industri, hingga pelapukan batuan dan tanah. Karena itu, nilai TDS kerap dipakai sebagai indikator kualitas umum air.
Apa Itu pH Air?
pH adalah ukuran yang menunjukkan tingkat keasaman atau kebasaan air. Nur Zaman dkk., menuliskan bahwa derajat keasaman atau pH menggambarkan aktivitas ion hidrogen dalam larutan. Air murni memiliki pH 7, air dengan pH di bawah 7 bersifat asam, sedangkan air dengan pH di atas 7 bersifat basa. Parameter ini penting karena perubahan pH dapat memengaruhi kondisi organisme hidup dan kestabilan kualitas air.
Hubungan TDS dan pH terhadap Kesehatan Air
TDS dan pH sama-sama berpengaruh dalam menentukan apakah air masih berada pada kondisi yang layak. TDS yang terlalu tinggi dapat menandakan banyaknya zat terlarut yang mengganggu kualitas air, sedangkan pH yang terlalu asam atau terlalu basa dapat berdampak buruk pada organisme akuatik. Karena itu, keduanya perlu dipantau bersama sebagai bagian dari pengelolaan kualitas air yang baik.
Kesimpulan
Memahami parameter kimia air sangat penting untuk menjaga kualitas lingkungan perairan dan mendukung penggunaan air sesuai peruntukannya. Kualitas air yang baik harus dinilai melalui parameter yang tepat, Dengan memahami peran TDS dan pH, pemantauan kualitas air bisa dilakukan lebih bijak, lebih terarah, dan lebih bermanfaat bagi manusia maupun organisme yang hidup di dalamnya.