Konten dari Pengguna

Parameter Kualitas Air: Penjelasan TDS dan pH untuk Standar Air Bersih

P

Perspektif Lingkungan

Membahas isu lingkungan secara informatif dan inspiratif.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Perspektif Lingkungan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sumber: Unsplash.com
zoom-in-whitePerbesar
Sumber: Unsplash.com

Air bersih merupakan kebutuhan utama dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari konsumsi hingga berbagai keperluan rumah tangga. Namun, air yang tampak jernih belum tentu memenuhi standar baku mutu karena masih dapat mengandung zat kimia berbahaya atau mikroorganisme patogen yang tidak terlihat. Terdapat sejumlah parameter kualitas air yang menjadi acuan utama untuk menentukan keamanan dan kelayakan air.

Pengertian Parameter Kualitas Air

Parameter kualitas air adalah serangkaian indikator yang digunakan untuk menilai tingkat kebersihan dan keamanan air. Menurut buku Analisis Kualitas Lingkungan oleh Handri Maika Saputra dkk., parameter ini berfungsi sebagai penanda kondisi lingkungan perairan. Melalui pengukuran parameter tersebut, masyarakat dapat mengetahui potensi risiko sekaligus manfaat air untuk berbagai kebutuhan.

Tiga Parameter Kualitas Air

Dalam penilaian kualitas air, parameter umumnya dibagi menjadi tiga kelompok utama, yaitu parameter fisika, kimia, dan biologi. TDS, pH, dan suhu merupakan contoh parameter yang sering digunakan dalam pengukuran kualitas air

Total Dissolved Solids (TDS)

TDS menunjukkan jumlah zat terlarut dalam air, seperti mineral, garam, dan logam. Nilai TDS digunakan sebagai indikator tingkat kemurnian air. Jika kadarnya terlalu tinggi, air dapat terasa pahit atau payau sehingga kurang layak dikonsumsi.

pH Air

pH menunjukkan tingkat keasaman atau kebasaan air pada skala 0–14. Menurut Handri Maika Saputra dkk., nilai pH dipersyaratkan memenuhi kisaran 6-9. pH yang terlalu rendah atau terlalu tinggi dapat berdampak pada kesehatan atau berpengaruh pada menurunnya kegunaan keperluan air, seperti air pada tangki uap, pengolahan makanan, dan irigasi saluran air

Suhu Air

Suhu memengaruhi reaksi kimia dan aktivitas mikroorganisme dalam air. Perubahan suhu yang ekstrem dapat memengaruhi kualitas air, termasuk kemampuan air dalam melarutkan oksigen.

Apa Itu TDS dan pH dalam Air?

TDS dan pH merupakan parameter penting yang sering digunakan dalam penilaian kualitas air bersih. Pemahaman terhadap keduanya membantu masyarakat menjaga kualitas air di lingkungan sekitar.

Penjelasan TDS

TDS merupakan zat terlarut dalam air yang berupa ion atau senyawa dengan ukuran partikel sangat kecil sehingga tidak terlihat secara kasat mata. Untuk air minum, batas aman TDS umumnya di bawah 500 mg/L. Jika melebihi batas tersebut, air dapat terasa tidak nyaman dan kurang layak dikonsumsi.

Penjelasan pH

Skala pH berkisar dari 0 (sangat asam) hingga 14 (sangat basa), dengan angka 7 sebagai kondisi netral. Air dengan pH ekstrem dapat merusak pipa, memengaruhi rasa, serta berpotensi menimbulkan dampak kesehatan dalam jangka panjang.

Kesimpulan

Parameter kualitas air seperti TDS, pH, dan suhu merupakan indikator penting yang perlu dipantau secara rutin. Selain parameter tersebut, parameter lain seperti oksigen terlarut (DO), BOD, COD, serta logam berat juga digunakan untuk menilai kualitas air secara lebih menyeluruh.

Dengan memahami batas aman masing-masing parameter, masyarakat dapat memastikan air yang digunakan sesuai dengan standar kesehatan. Pemantauan yang baik akan membantu meminimalkan risiko gangguan kesehatan akibat air yang tercemar.