Penangkapan Karbon: Pengertian dan Jenis-jenis Teknologinya
Membahas isu lingkungan secara informatif dan inspiratif.
·waktu baca 5 menit
Tulisan dari Perspektif Lingkungan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Penangkapan karbon semakin sering dibahas sebagai salah satu strategi penting untuk menghadapi perubahan iklim. Teknologi ini bekerja dengan menangkap karbon dioksida atau CO₂ sebelum terlepas ke atmosfer, lalu mengangkutnya untuk dimanfaatkan atau disimpan secara aman dalam jangka panjang.
Apa Itu Penangkapan Karbon?
Penangkapan karbon adalah proses menangkap CO₂ dari sumber emisi, seperti pembangkit listrik berbahan bakar fosil, fasilitas industri, fasilitas biomassa, atau langsung dari udara. Setelah ditangkap, CO₂ dapat dipindahkan menuju lokasi pemanfaatan atau penyimpanan.
Dalam buku Penangkapan, Pemanfaatan, dan Penyimpanan Karbon: Buku Panduan untuk Para Pembuat Kebijakan oleh CLDP-CCUS menjelaskan bahwa CCUS terdiri dari empat komponen yang saling terkait, yaitu penangkapan, pengangkutan, pemanfaatan, dan penyimpanan karbon.
Karbon dioksida yang telah ditangkap dapat diangkut melalui pipa, kapal, kereta, atau truk, kemudian digunakan sebagai bahan baku produk tertentu atau disimpan secara permanen di formasi geologis bawah tanah.
Definisi Penangkapan Karbon
Secara sederhana, penangkapan karbon berarti mengambil CO₂ sebelum gas tersebut dilepaskan ke atmosfer. Proses ini dapat dilakukan pada titik sumber emisi, seperti cerobong industri, atau langsung dari udara melalui teknologi khusus yang dikenal sebagai Direct Air Capture atau DAC.
Dalam rantai CCUS, penangkapan menjadi tahap awal. Setelah CO₂ berhasil dipisahkan dari aliran gas atau udara, gas tersebut biasanya dikompresi agar lebih mudah diangkut. Tahapan berikutnya adalah menentukan apakah CO₂ akan dimanfaatkan untuk produk tertentu atau disimpan dalam formasi geologi secara permanen.
Mengapa Penangkapan Karbon Penting?
Penangkapan karbon penting karena CO₂ merupakan salah satu gas rumah kaca utama yang berkontribusi terhadap perubahan iklim. Aktivitas manusia, terutama pembakaran bahan bakar fosil, telah meningkatkan jumlah CO₂ di atmosfer melebihi kemampuan siklus karbon alami untuk menyerapnya.
Teknologi ini juga penting bagi sektor yang emisinya sulit ditekan, seperti semen, baja, pupuk, kilang minyak, pembangkit listrik, dan industri kimia. Pada sektor-sektor tersebut, emisi tidak selalu mudah dihilangkan hanya dengan mengganti sumber energi.
Konteks Global dan Kebijakan
Banyak negara mulai melihat CCUS sebagai bagian dari strategi mitigasi perubahan iklim. CLDP-CCUS menyebut bahwa penerapan CCUS diperlukan untuk membantu mencapai target Perjanjian Paris, termasuk upaya membatasi kenaikan suhu global hingga 1,5°C.
Dari sisi kebijakan, CCUS tidak hanya membutuhkan teknologi, tetapi juga kerangka hukum dan regulasi. Negara perlu mengatur aspek perizinan, keselamatan, tanggung jawab jangka panjang, penyimpanan geologis, pengangkutan lintas batas, pembiayaan, insentif, serta partisipasi masyarakat.
Jenis-jenis Penangkapan Karbon
Teknologi penangkapan karbon dapat berbeda-beda tergantung sumber emisi, konsentrasi CO₂, lokasi, biaya, serta kebutuhan infrastruktur.
Setiap jenis memiliki karakteristik berbeda. Sumber dengan konsentrasi CO₂ tinggi biasanya lebih mudah diproses, sementara sumber dengan konsentrasi rendah memerlukan teknologi pemisahan yang lebih kompleks dan energi lebih besar.
Penangkapan Pra-Pembakaran
Penangkapan pra-pembakaran adalah metode yang menangkap CO₂ sebelum bahan bakar dibakar sepenuhnya. Biasanya, bahan bakar diubah lebih dulu menjadi gas sintesis yang mengandung hidrogen dan CO₂, lalu CO₂ dipisahkan sebelum proses pembakaran akhir.
Penangkapan Pasca-Pembakaran
Penangkapan pasca-pembakaran dilakukan setelah bahan bakar dibakar. CO₂ dipisahkan dari gas buang yang keluar dari pembangkit listrik atau fasilitas industri. Metode ini sering dianggap fleksibel karena dapat diterapkan pada fasilitas yang sudah beroperasi.
Penangkapan Oxy-Combustion
Oxy-combustion adalah proses pembakaran menggunakan oksigen murni atau oksigen berkonsentrasi tinggi, bukan udara biasa. Hasil pembakaran biasanya menghasilkan gas buang dengan kandungan CO₂ dan uap air yang lebih dominan, sehingga CO₂ lebih mudah dipisahkan.
Penangkapan Langsung dari Udara
Penangkapan langsung dari udara atau Direct Air Capture adalah teknologi yang mengambil CO₂ langsung dari udara ambien. CLDP-CCUS menjelaskan bahwa DAC termasuk bagian dari Carbon Dioxide Removal atau CDR.
Perbandingan dan Manfaat Setiap Jenis
Setiap jenis penangkapan karbon memiliki kelebihan dan batasannya sendiri. Penangkapan dari sumber konsentrasi tinggi biasanya lebih sederhana karena aliran CO₂ lebih murni. Contohnya dapat ditemukan pada fasilitas produksi etanol, pemurnian minyak, produksi hidrogen, produksi amonia, dan pengolahan gas alam.
Penangkapan dari sumber konsentrasi rendah lebih menantang karena kandungan CO₂ lebih kecil dan volume gas lebih besar. Meski demikian, sumber ini penting karena mencakup pembangkit listrik, semen, baja, pulp dan kertas, serta industri kimia.
Tantangan dan Prospek Penangkapan Karbon
Penangkapan karbon memiliki prospek besar, tetapi penerapannya membutuhkan kesiapan teknologi, biaya, regulasi, dan penerimaan masyarakat. CLDP-CCUS menekankan bahwa tantangan utama bagi banyak negara adalah membangun kebijakan, undang-undang, dan peraturan yang mampu menarik investor bertanggung jawab untuk mengembangkan proyek CCUS.
Hambatan Teknologi dan Ekonomi
Biaya menjadi salah satu hambatan terbesar. Proyek CCUS membutuhkan biaya modal awal yang besar, terutama untuk pembangunan fasilitas penangkapan, kompresi, pengangkutan, dan penyimpanan.
Selain biaya, proyek CCUS juga menghadapi tantangan risiko finansial. Banyak proyek tidak langsung menghasilkan produk yang mudah dijual. Oleh sebab itu, nilai ekonomi karbon sering kali bergantung pada kebijakan pemerintah, seperti pajak karbon, kredit pajak, skema perdagangan emisi, hibah, pinjaman lunak, pasar karbon, atau regulasi yang membatasi emisi.
Tantangan lain adalah keselamatan dan integritas penyimpanan. Proyek CCUS harus mencegah pelepasan CO₂ dalam jumlah besar, mengelola potensi pengotor dalam aliran CO₂, memantau kebocoran, dan memastikan lokasi penyimpanan tetap aman dalam jangka panjang.
Potensi Pengembangan di Masa Depan
Prospek penangkapan karbon tetap besar karena kebutuhan dekarbonisasi terus meningkat. CCUS dapat menciptakan lapangan pekerjaan, mendorong inovasi, memperkuat perdagangan, mendukung produk rendah karbon, dan membantu mempertahankan industri yang sedang menjalankan program dekarbonisasi.
Kesimpulan
Penangkapan karbon merupakan salah satu strategi penting dalam mitigasi perubahan iklim. Dalam kerangka CCUS, CO₂ ditangkap dari sumber industri, pembangkit listrik, biomassa, atau langsung dari udara, kemudian diangkut untuk dimanfaatkan atau disimpan secara permanen.
Teknologi ini tidak berdiri sendiri. Keberhasilannya bergantung pada kesiapan infrastruktur, kerangka hukum, regulasi, pembiayaan, insentif, keselamatan, partisipasi masyarakat, serta kapasitas tenaga kerja. Dengan kebijakan yang tepat, dukungan investasi, pengawasan keselamatan, dan pengembangan teknologi, penangkapan karbon dapat menjadi bagian penting dari masa depan rendah karbon.