Konten dari Pengguna

Pengelolaan Sampah Plastik di Negara Berkembang

P

Perspektif Lingkungan

Membahas isu lingkungan secara informatif dan inspiratif.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Perspektif Lingkungan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sumber: Unsplash.com
zoom-in-whitePerbesar
Sumber: Unsplash.com

Pengelolaan sampah plastik menjadi tantangan besar bagi banyak negara berkembang. Peningkatan jumlah penduduk, urbanisasi, serta penggunaan plastik sekali pakai menyebabkan volume sampah terus bertambah setiap tahun. Di tengah berbagai kendala yang dihadapi, perbandingan kebijakan antarnegara dapat menjadi bahan pembelajaran untuk meningkatkan efektivitas pengelolaan sampah plastik.

Pengertian Negara Berkembang dan Tantangan Pengelolaan Sampah Plastik

Negara berkembang merupakan negara yang masih berada dalam proses peningkatan kapasitas ekonomi, sosial, dan infrastrukturnya. Dalam pengelolaan sampah plastik, negara berkembang sering menghadapi tantangan berupa keterbatasan fasilitas pengolahan, rendahnya tingkat daur ulang, serta meningkatnya volume timbulan sampah akibat pertumbuhan penduduk dan pola konsumsi masyarakat.

Menurut jurnal Perbandingan Kebijakan Pengelolaan Sampah Plastik di Negara Berkembang: Studi Kasus Indonesia dengan Thailand oleh Uswatun Nur Auliya dkk., pengelolaan sampah plastik masih menjadi persoalan serius di berbagai negara berkembang, termasuk Indonesia dan Thailand.

Sistem Pengelolaan Sampah Plastik di Indonesia

Indonesia telah memiliki berbagai regulasi untuk mengelola sampah plastik. Namun, pelaksanaannya masih menghadapi sejumlah tantangan yang memengaruhi efektivitas pengurangan sampah.

Kebijakan Pengelolaan Sampah Plastik di Indonesia

Pengelolaan sampah di Indonesia diatur melalui Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 dan diperkuat oleh Peraturan Presiden Nomor 97 Tahun 2017. Kebijakan ini mengusung prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle) sebagai strategi nasional untuk mengurangi timbulan sampah dan meningkatkan pemanfaatan kembali material yang masih bernilai.

Tantangan Utama di Indonesia

Menurut Uswatun Nur Auliya dkk., berbagai tantangan masih dihadapi Indonesia, antara lain keterbatasan infrastruktur pengolahan sampah, rendahnya tingkat daur ulang, lemahnya koordinasi antarlembaga, serta masih terbatasnya penerapan tanggung jawab produsen terhadap limbah produk yang dihasilkan. Selain itu, kurangnya sosialisasi dan fasilitas pendukung juga memengaruhi partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah.

Perbandingan Pengelolaan Sampah Plastik di Negara Berkembang Lain

Pengalaman negara lain dapat menjadi referensi dalam memperbaiki sistem pengelolaan sampah plastik yang lebih efektif.

Studi Kasus: Indonesia vs Thailand

Thailand menerapkan Plastic Waste Management Roadmap 2018–2030 sebagai strategi nasional pengelolaan sampah plastik. Kebijakan ini mencakup pengurangan plastik sekali pakai, peningkatan daur ulang, dan pengelolaan limbah sepanjang siklus hidup produk. Sementara itu, Indonesia lebih menitikberatkan pada pendekatan 3R serta program berbasis komunitas seperti bank sampah dan TPS 3R.

Pelajaran dari Pengelolaan Sampah Plastik di Thailand

Thailand menunjukkan kemajuan melalui kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat. Salah satu contohnya adalah program Send Plastic Home di Bangkok yang berhasil mengumpulkan sampah plastik dalam jumlah besar sekaligus mengurangi emisi gas rumah kaca. Sumber yang sama juga menjelaskan bahwa sektor informal di Thailand memberikan kontribusi signifikan terhadap kegiatan daur ulang plastik nasional.

Rekomendasi Peningkatan Pengelolaan Sampah Plastik di Indonesia

Beberapa langkah yang dapat memperkuat pengelolaan sampah plastik di Indonesia antara lain:

  • Meningkatkan kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat.

  • Memperluas edukasi publik mengenai pemilahan dan pengurangan sampah plastik.

  • Memperkuat penerapan prinsip 3R dan program bank sampah.

  • Meningkatkan investasi pada teknologi pengolahan dan daur ulang sampah.

  • Memperkuat regulasi serta pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan pengelolaan sampah plastik.

Kesimpulan

Indonesia dan Thailand sama-sama menghadapi tantangan dalam pengelolaan sampah plastik. Namun, Thailand menunjukkan kemajuan melalui integrasi kebijakan yang lebih kuat, kolaborasi lintas sektor, dan pemanfaatan teknologi pengelolaan limbah. Pengalaman tersebut dapat menjadi referensi bagi Indonesia untuk memperkuat sistem pengelolaan sampah plastik yang lebih efektif, berkelanjutan, dan melibatkan partisipasi aktif masyarakat.