Pengertian dan Jenis Kakus: Informasi Lengkap tentang Kakus
Membahas isu lingkungan secara informatif dan inspiratif.
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Perspektif Lingkungan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kakus merupakan bagian penting dari sanitasi dasar yang sering dianggap sepele, padahal dampaknya sangat besar bagi kesehatan masyarakat. Fasilitas ini bukan hanya tempat membuang kotoran manusia, tetapi juga salah satu garis pertahanan utama untuk mencegah pencemaran air, tanah, dan penyebaran penyakit berbasis lingkungan. Kakus dan jamban pada dasarnya dipakai untuk tujuan yang sama, yakni menampung pembuangan kotoran manusia agar tidak membahayakan lingkungan sekitar.
Apa yang Dimaksud dengan Kakus?
Berdasarkan laporan Faktor-Faktor Masyarakat yang Tidak Memiliki Jamban di Kelurahan Kangkung Wilayah Kerja Puskesmas Rawat Inap Sukaraja oleh Nanda Fitria Ningsih, kakus dipahami sebagai tempat pembuangan kotoran manusia dan jamban adalah ruangan yang memiliki fasilitas pembuangan kotoran manusia, dilengkapi tempat jongkok atau duduk, penampungan kotoran, dan air untuk membersihkannya.
Definisi Kakus
Secara sederhana, kakus adalah fasilitas sanitasi untuk membuang tinja secara aman. Fungsi utamanya bukan sekadar memberi tempat buang air besar, tetapi juga mencegah kotoran mencemari sumber air, tanah, dan lingkungan tempat tinggal. Itulah sebabnya pembuangan tinja secara sembarangan disebut berbahaya karena dapat memicu kontaminasi dan menjadi sumber infeksi.
Fungsi dan Peran Kakus dalam Kesehatan Lingkungan
Keberadaan kakus yang layak punya arti besar bagi kesehatan lingkungan. Buang air besar di jamban merupakan salah satu cara untuk mencegah penularan penyakit seperti cacingan, muntaber, kolera, diare, disentri, tifus, hingga penyakit saluran pencernaan lainnya. Selain itu, penggunaan jamban juga membantu menjaga lingkungan tetap bersih, sehat, tidak berbau, dan tidak mengundang lalat atau serangga penular penyakit.
Jenis-Jenis Kakus
Jenis kakus meliputi kakus cemplung, kakus plengsengan, kakus bor, angsatrine atau water seal latrine, kakus di atas balong atau empang, jamban komunal, dan jamban kimia. Masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan, terutama dari sisi bau, keamanan, kebutuhan air, dan risiko pencemaran lingkungan.
Kakus Basah
Istilah “kakus basah” merupakan bentuk yang paling dekat dengan angsatrine atau kakus leher angsa. Pada jenis ini, bagian bawah tempat jongkok dilengkapi lengkungan berisi air yang berfungsi menahan bau dan mencegah lalat berhubungan dengan kotoran. Karena membutuhkan ketersediaan air yang cukup agar tetap bersih dan bekerja baik, jenis ini cocok dipahami sebagai kakus yang berbasis air.
Kakus Kering
Kakus secara eksplisit terbagi ke dalam kategori “kering”. Meski begitu, beberapa bentuk yang paling mendekati ialah kakus cemplung, plengsengan, dan kakus bor, karena penampungannya berupa lubang tanah atau sistem sederhana tanpa penjelasan adanya penahan air seperti pada leher angsa.
Kakus cemplung disebut sebagai bentuk paling sederhana, tetapi masih menimbulkan gangguan bau. Kakus bor juga disebut mampu mengurangi bau, walaupun memiliki risiko perembesan yang lebih jauh ke tanah.
Perbandingan Kakus Basah dan Kakus Kering
Jika dibandingkan, kakus berbasis air seperti leher angsa lebih baik dalam mengendalikan bau dan mencegah masuknya serangga. Jenis ini juga memungkinkan dibangun di dalam rumah selama air tersedia cukup.
Sementara itu, model yang lebih sederhana seperti cemplung, plengsengan, atau bor umumnya lebih mudah dibuat, tetapi pengendalian bau dan risikonya terhadap lingkungan tidak sebaik kakus leher angsa. Bentuk leher angsa jelas digambarkan lebih higienis dibanding model sederhana lainnya.
Pentingnya Kepemilikan Kakus Layak
Memiliki kakus yang layak bukan lagi soal pilihan tambahan, melainkan kebutuhan dasar. Sarana pembuangan kotoran harus dibangun dengan syarat tertentu agar tidak mencemari lingkungan, di antaranya ialah tidak mencemari sumber air minum, tidak berbau, tidak dapat dijangkau serangga dan tikus, mudah dibersihkan, memiliki lantai kedap air, ventilasi cukup, serta tersedia air dan alat pembersih.
Manfaat Kesehatan dari Kakus yang Memadai
Kakus yang memadai membantu memutus rantai penularan penyakit dari tinja manusia. Pembuangan kotoran yang tidak baik dapat menyebabkan kontaminasi makanan, minuman, air, tanah, hingga bagian tubuh manusia.
Karena itu, kakus yang sehat berfungsi sebagai perlindungan dasar agar penyakit seperti tifus, disentri, kolera, dan kecacingan tidak mudah menyebar.
Dampak Tidak Memiliki Kakus di Lingkungan
Ketiadaan kakus yang layak bisa berdampak luas. Pembuangan tinja sembarangan dapat mencemari air, tanah, dan lingkungan permukiman. Selain itu, tinja dapat menjadi sumber makanan dan sarang bagi vektor penyakit seperti lalat dan serangga lain. Tinja manusia merupakan sumber penyebaran penyakit yang multikompleks dan dapat mencemari berbagai media di sekitar manusia.
Kesimpulan
Kakus memegang peran penting dalam menjaga sanitasi lingkungan dan kesehatan masyarakat. Fasilitas ini bukan sekadar tempat buang air besar, melainkan alat penting untuk mencegah pencemaran dan menekan penularan penyakit.
Jenis-jenis kakus memang beragam, tetapi dari sisi kesehatan lingkungan, model yang mampu menahan bau, menghambat serangga, dan mencegah pencemaran sumber air jelas lebih aman digunakan. Memilih kakus yang layak berarti mengambil langkah awal menuju lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan aman bagi semua.