Konten dari Pengguna

Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM): Pengertian, Tujuan, dan 5 Pilar

P

Perspektif Lingkungan

Membahas isu lingkungan secara informatif dan inspiratif.

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Perspektif Lingkungan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sumber: Unsplash.com
zoom-in-whitePerbesar
Sumber: Unsplash.com

Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) merupakan strategi yang mendorong masyarakat untuk berperan aktif dalam menciptakan lingkungan bersih dan sehat. Program ini berfokus pada perubahan perilaku melalui pendekatan pemicuan dan pemberdayaan masyarakat, bukan hanya pembangunan fasilitas fisik. Dengan pendekatan tersebut, masyarakat didorong untuk mandiri dalam menjaga sanitasi lingkungan secara berkelanjutan.

Apa Itu Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM)?

Berdasarkan laporan Implementasi Lima Pilar Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) di Wilayah Kampung Sanitasi Kelurahan Rawa Mekar Jaya Kota Tangerang Selatan oleh Rifqi Ridho Hasditama, Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) adalah pendekatan untuk mengubah perilaku higienis dan saniter melalui pemberdayaan masyarakat dengan metode pemicuan. STBM hadir sebagai solusi untuk mengatasi masalah sanitasi lingkungan melalui keterlibatan aktif masyarakat.

Metode pemicuan dilakukan dengan mendorong kesadaran masyarakat agar mampu mengubah perilaku sanitasi secara mandiri tanpa ketergantungan pada bantuan fisik semata.

Definisi STBM

STBM mengacu pada upaya peningkatan sanitasi berbasis partisipasi masyarakat. Setiap individu didorong untuk terlibat aktif dalam menjaga kebersihan lingkungan dan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat.

Program ini ditetapkan sebagai kebijakan nasional melalui Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 3 Tahun 2014 tentang Sanitasi Total Berbasis Masyarakat.

Latar Belakang dan Pentingnya STBM

Masalah sanitasi masih menjadi tantangan kesehatan di Indonesia. Sanitasi yang buruk dapat menyebabkan berbagai penyakit berbasis lingkungan seperti diare, ISPA, hingga stunting pada balita.

Karena itu, STBM dikembangkan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya sanitasi, air bersih, dan perilaku higienis dalam kehidupan sehari-hari. Pendekatan ini dinilai penting karena perubahan perilaku masyarakat menjadi faktor utama keberhasilan sanitasi lingkungan.

Apa Tujuan Sanitasi Berbasis Masyarakat?

Tujuan utama STBM adalah mewujudkan perilaku hidup bersih dan sehat melalui pemberdayaan masyarakat serta peningkatan akses sanitasi yang layak.

Meningkatkan Derajat Kesehatan Masyarakat

Program STBM bertujuan menurunkan risiko penyakit akibat sanitasi yang buruk dan meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat. Sanitasi yang baik juga mendukung pencegahan penyakit menular berbasis lingkungan.

Perubahan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat

Melalui pendekatan pemicuan, masyarakat didorong untuk menerapkan kebiasaan hidup bersih dan sehat secara mandiri dan konsisten.

Pemberdayaan dan Kemandirian Masyarakat dalam Sanitasi

STBM mendorong masyarakat agar mampu menjaga sanitasi lingkungan secara mandiri, mulai dari pengelolaan limbah hingga kebersihan rumah tangga.

5 Pilar STBM dan Penjelasannya

Lima pilar STBM menjadi dasar perubahan perilaku sanitasi di masyarakat. Setiap pilar berfokus pada aspek penting dalam kehidupan sehari-hari.

Pilar 1 – Stop Buang Air Besar Sembarangan

Pilar ini bertujuan menghentikan praktik buang air besar sembarangan melalui penggunaan jamban sehat dan aman.

Pilar 2 – Cuci Tangan Pakai Sabun

Kebiasaan mencuci tangan pakai sabun penting untuk mencegah penyebaran penyakit dan menjaga kebersihan diri.

Pilar 3 – Pengelolaan Air Minum dan Makanan Rumah Tangga

Air minum dan makanan harus dikelola secara higienis agar aman dikonsumsi dan tidak menimbulkan penyakit.

Pilar 4 – Pengamanan Sampah Rumah Tangga

Sampah rumah tangga perlu dipilah dan dikelola dengan baik untuk mengurangi pencemaran lingkungan.

Pilar 5 – Pengamanan Limbah Cair Rumah Tangga

Limbah cair rumah tangga harus diolah dengan benar agar tidak mencemari lingkungan dan sumber air.

Prinsip-Prinsip dalam Pelaksanaan STBM

Pelaksanaan STBM dilakukan dengan pendekatan partisipatif agar masyarakat menjadi pelaku utama perubahan sanitasi di lingkungannya.

Partisipasi Aktif Masyarakat

Keberhasilan STBM sangat bergantung pada keterlibatan masyarakat dalam setiap tahapan pelaksanaan program.

Pendekatan Non-Subsidi

STBM lebih menekankan perubahan perilaku dan kesadaran masyarakat dibanding ketergantungan pada bantuan fisik atau subsidi semata.

Monitoring dan Evaluasi Berbasis Komunitas

Pemantauan dilakukan bersama masyarakat untuk memastikan penerapan lima pilar STBM berjalan secara konsisten dan berkelanjutan.

Kesimpulan

Penerapan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) membantu mewujudkan lingkungan yang lebih bersih dan sehat melalui perubahan perilaku masyarakat. Dengan pendekatan pemicuan dan pemberdayaan, masyarakat didorong untuk mandiri dalam menjaga sanitasi lingkungan.

Melalui penerapan lima pilar STBM, kualitas kesehatan masyarakat dapat meningkat sekaligus mengurangi risiko penyakit akibat sanitasi yang buruk.