Seperti Apa Rasa Air? Kenali Ciri-Ciri Air Tercemar
Membahas isu lingkungan secara informatif dan inspiratif.
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Perspektif Lingkungan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Air yang kita minum setiap hari memang sering tampak bening, tetapi penilaian kualitas air tidak cukup hanya dari penampilannya. Salah satu indikator yang paling mudah dikenali justru datang dari indra perasa. Rasa air menjadi bagian dari parameter fisik yang penting karena perubahan rasa dapat menjadi tanda adanya zat pencemar di dalam air.
Pengertian Rasa Air dan Faktor yang Memengaruhinya
Rasa air termasuk salah satu penanda awal yang dapat digunakan untuk menilai mutu air minum. Rasa bersama kekeruhan dan bau sebagai parameter fisik yang diuji secara organoleptik, yakni melalui indra manusia. Jika air berubah rasa, kondisi itu bisa menunjukkan bahwa air tidak lagi berada pada kualitas yang baik.
Apa Itu Rasa pada Air?
Air bersih pada dasarnya tidak berasa. Air dapat berubah menjadi berasa apabila terdapat zat pencemar di dalamnya. Zat pencemar itu bisa berupa zat kimia maupun zat yang berasal dari aktivitas manusia, sehingga rasa air menjadi salah satu sinyal penting yang tidak boleh diabaikan.
Faktor yang Menentukan Rasa Air
Perubahan rasa pada air umumnya dipengaruhi oleh adanya zat pencemar. Zat tersebut dapat berasal dari zat kimia atau aktivitas manusia. Berdasarkan jurnal Analisis Parameter Fisik (Kekeruhan, Bau, Rasa) dan Uji Kandungan Besi (Fe) pada Sumur Gali dan Sumur Bor di Kelurahan Bantan, Kecamatan Medan Tembung oleh Meutia Nanda, dkk., menyoroti kandungan besi (Fe) sebagai salah satu unsur yang sering ditemukan pada air tanah dan dapat memengaruhi kondisi fisik air, termasuk rasa dan bau.
Seperti Apa Rasa Air Bersih dan Alami?
Air yang layak digunakan dan dikonsumsi seharusnya tidak menimbulkan sensasi rasa yang mengganggu. Air bersih dikaitkan dengan kondisi yang tidak berasa, tidak berbau, dan tidak menunjukkan tanda-tanda pencemaran yang jelas. Itulah sebabnya perubahan rasa sering menjadi penanda awal bahwa kualitas air perlu diperiksa lebih lanjut.
Ciri-ciri Rasa Air Bersih
Ciri paling sederhana dari air bersih adalah tidak berasa. Air bersih sejatinya tidak memiliki rasa. Jika air terasa asing di lidah, kondisi itu patut dicurigai sebagai tanda adanya zat pencemar yang masuk ke dalam air.
Kriteria Air Layak Minum Berdasarkan Rasa
Dari sisi rasa, air yang layak diminum seharusnya tidak menimbulkan sensasi apa pun. Air yang tidak berasa merupakan kondisi yang lebih baik dibanding air yang sudah mengalami perubahan rasa. Dalam praktiknya, rasa tetap harus dilihat bersama parameter lain agar penilaian kualitas air lebih lengkap.
Ciri-ciri Air Tercemar dari Rasa
Air yang tercemar kerap menunjukkan perubahan rasa. Menurut Meutia Nanda dkk., perubahan rasa tidak boleh dianggap sepele, apalagi jika disertai bau, warna, atau endapan.
Jenis-jenis Rasa pada Air Tercemar
Air yang tercemar dapat memiliki rasa pahit, asam, atau bahkan menyerupai rasa logam seperti besi. Selain itu, air yang terkontaminasi juga sering menimbulkan bau tidak sedap dan rasa getir. Namun, dalam konteks kualitas air, yang paling penting bukan menamai jenis rasanya, melainkan memahami bahwa munculnya rasa yang tidak normal merupakan tanda bahwa air perlu diperiksa.
Penyebab Perubahan Rasa pada Air
Perubahan rasa pada air dapat terjadi karena adanya zat pencemar, baik yang bersifat kimia maupun yang berasal dari kegiatan manusia. Meutia Nanda dkk., menjelaskan kandungan besi (Fe) dalam air tanah sebagai salah satu faktor yang berkaitan dengan perubahan kualitas fisik air. Air yang mengandung besi cenderung menunjukkan ciri tertentu, seperti rasa, warna kekuningan hingga kecokelatan, dan endapan.
Dampak dan Bahaya Mengonsumsi Air dengan Rasa Tidak Normal
Air yang rasanya tidak normal sebaiknya tidak langsung dikonsumsi tanpa pemeriksaan lebih lanjut. Rasa yang berubah bisa menjadi tanda bahwa air mengandung zat tertentu yang tidak seharusnya ada dalam jumlah tinggi, sehingga aspek keamanan air perlu dicek secara lebih teliti.
Risiko Kesehatan dari Air Tercemar
Menurut Meutia Nanda dkk., kandungan besi dalam air sumur, bila dikonsumsi terus-menerus, dapat menyebabkan gangguan pada sistem pernapasan seperti lemas, batuk, sesak napas, ronkopneumonia, edema paru, sianosis, dan methemoglobinemia. Karena itu, air dengan rasa yang tidak normal seharusnya tidak diabaikan begitu saja, terutama bila juga menunjukkan bau menyengat, warna berubah, atau meninggalkan endapan.
Kesimpulan
Rasa air merupakan indikator sederhana tetapi penting dalam menilai kualitas air yang dikonsumsi sehari-hari. Air bersih seharusnya tidak berasa, sedangkan munculnya rasa dapat menandakan adanya zat pencemar di dalam air. Jika air mulai terasa tidak normal, langkah paling aman adalah tidak langsung menggunakannya untuk konsumsi dan segera memastikan kualitasnya melalui pemeriksaan lebih lanjut.