Konten dari Pengguna

Tawas: Fungsi, Manfaat, dan Penggunaan untuk Air

P

Perspektif Lingkungan

Membahas isu lingkungan secara informatif dan inspiratif.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Perspektif Lingkungan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sumber: Unsplash.com
zoom-in-whitePerbesar
Sumber: Unsplash.com

Tawas dikenal luas sebagai bahan yang kerap dipakai dalam proses penjernihan air. Di lapangan, bahan ini digunakan untuk membantu mengatasi kekeruhan dan memperbaiki mutu air baku sebelum air dipakai untuk kebutuhan sehari-hari. Tawas menjadi salah satu koagulan yang paling umum digunakan karena mampu menarik partikel-partikel di dalam air agar lebih mudah mengendap.

Apa Itu Tawas?

Tawas merupakan bahan kimia yang banyak dipakai dalam pengolahan air. Menurut jurnal Pengaruh Penambahan Al2(SO4)3 Terhadap Derajat Keasaman Air Baku pada Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Keumueneng oleh Langsa Silvia Ningsih dan Tisna Harmawan, tawas termasuk koagulan yang umum digunakan pada proses penjernihan air, terutama karena sifatnya mampu membantu penggumpalan partikel-partikel halus yang ada di dalam media air.

Definisi dan Karakteristik Tawas

Tawas dikenal sebagai bahan yang mampu memperbaiki kualitas air, terutama dengan membantu menurunkan kekeruhan. Menurut Silvia Ningsih dan Tisna Harmawan, tawas digambarkan sebagai kristal putih berbentuk gelatin yang dapat menarik partikel-partikel lain sehingga ukuran dan beratnya bertambah, lalu lebih mudah mengendap. Karakter inilah yang membuat tawas banyak dipakai dalam proses pengolahan air.

Komposisi Kimia Tawas (Al2(SO4)3)

Secara kimia, tawas adalah aluminium sulfat dengan rumus Al2(SO4)3. Senyawa ini bekerja sebagai koagulan karena saat dimasukkan ke dalam air, ia dapat membentuk ion-ion yang membantu menetralkan dan menggumpalkan partikel koloid. Sifat kimia tawas sangat berpengaruh terhadap perubahan pH air baku selama proses pengolahan.

Tawas Digunakan untuk Apa Saja?

Tawas bukan hanya dikenal dalam pengolahan air, tetapi juga digunakan di bidang lain. Tawas dapat dimanfaatkan untuk penjernihan air, bahan kosmetik, zat warna tertentu, dan zat penyamak kulit. Artinya, fungsi tawas cukup luas dan tidak terbatas hanya pada satu sektor.

Penggunaan Tawas dalam Kehidupan Sehari-hari

Dalam kehidupan sehari-hari, tawas paling sering dikenal sebagai bahan penjernih air. Jurnal yang ditulis oleh Silvia Ningsih dan Tisna Harmawan juga menyebutkan bahwa tawas dapat dipakai sebagai bahan kosmetik, bahan pewarna tertentu, dan bahan penyamak kulit. Jadi, pemanfaatannya tidak hanya berada di instalasi pengolahan air, tetapi juga merambah kebutuhan lain yang lebih dekat dengan aktivitas manusia.

Pemanfaatan Tawas dalam Pengolahan Air

Peran tawas sangat menonjol dalam pengolahan air baku. Tawas digunakan dalam proses koagulasi-flokulasi untuk membantu menggumpalkan padatan terlarut maupun tersuspensi di dalam air. Dengan cara itu, partikel-partikel penyebab kekeruhan menjadi lebih mudah dipisahkan melalui proses pengendapan.

Fungsi Tawas untuk Air

Fungsi utama tawas untuk air adalah membantu memperbaiki kualitas air dengan menurunkan kekeruhan dan mempermudah proses pemisahan partikel halus. Tawas dapat menarik partikel-partikel lain di dalam media air sehingga ukurannya membesar dan lebih mudah mengendap. Karena itu, tawas menjadi salah satu bahan yang penting dalam proses penjernihan air baku.

Peran Tawas sebagai Koagulan

Sebagai koagulan, tawas berfungsi mendestabilisasi partikel koloid agar partikel-partikel tersebut dapat bergabung membentuk flok. Penambahan koagulan membuat kestabilan koloid hancur, lalu partikel koloid menggumpal menjadi partikel yang lebih besar. Setelah itu, partikel-partikel tersebut lebih mudah dihilangkan pada unit sedimentasi.

Pengaruh Penambahan Tawas terhadap Derajat Keasaman Air Baku

Penambahan tawas terbukti memengaruhi derajat keasaman air baku. Menurut penelitian Silvia Ningsih dan Tisna Harmawan, semakin besar dosis Al2(SO4)3 yang diberikan, maka semakin kecil nilai pH air baku dan air menjadi semakin asam. Penggunaan tawas harus dikontrol dengan tepat agar mutu air tetap memenuhi standar.

Kesimpulan

Tawas memiliki peran penting dalam penjernihan air karena bekerja sebagai koagulan yang membantu menggumpalkan partikel-partikel halus di dalam air. Penambahan Al2(SO4)3 memang efektif, tetapi dosisnya harus diperhatikan karena semakin besar dosis yang digunakan, pH air akan semakin turun dan air menjadi lebih asam. Karena itu, penggunaan tawas sebaiknya tetap mengikuti takaran yang tepat agar air hasil olahan tetap berada dalam kisaran mutu yang aman untuk digunakan.