Konten dari Pengguna

Perumahan Layak Huni di Indonesia: Pentingnya Rumah Aman, Nyaman, dan Terjangkau

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Lidya Eka Putri tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sumber: pexels.com
zoom-in-whitePerbesar
Sumber: pexels.com

Perumahan layak huni menjadi salah satu kebutuhan penting bagi masyarakat Indonesia. Saat ini, memiliki rumah yang aman, nyaman, dan terjangkau masih menjadi harapan banyak keluarga. Perumahan layak huni tidak hanya dilihat dari bentuk bangunannya, tetapi juga dari ketersediaan air bersih, sanitasi yang baik, lingkungan yang sehat, dan akses menuju fasilitas umum. Oleh karena itu, pembangunan perumahan perlu memperhatikan kualitas bangunan dan kebutuhan masyarakat agar rumah bisa menjadi tempat tinggal yang nyaman untuk jangka panjang.

Namun, persoalan perumahan di Indonesia tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan bangunan. Masyarakat juga perlu mempertimbangkan harga rumah, lokasi, akses transportasi, fasilitas umum, serta kemampuan membayar biaya perawatan. Hal ini membuat penyediaan perumahan yang layak dan terjangkau masih menjadi hal penting untuk diperhatikan.

Data Perumahan Menunjukkan Masih Ada Tantangan

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), persentase rumah tangga di Indonesia yang memiliki akses terhadap hunian layak pada 2025 mencapai 68,40 persen. Artinya, masih ada sekitar 31,60 persen rumah tangga yang belum memenuhi seluruh kriteria akses hunian layak menurut indikator tersebut. Data ini menunjukkan bahwa peningkatan kualitas perumahan masih perlu menjadi perhatian.

BPS menilai kelayakan hunian berdasarkan beberapa aspek, yaitu ketahanan bangunan, kecukupan luas lantai minimal 7,2 meter persegi per orang, akses air minum layak, dan sanitasi layak. Dengan demikian, rumah yang terlihat bagus dari luar belum tentu memenuhi seluruh kriteria rumah layak huni.

Data tersebut juga memperlihatkan pentingnya pemerataan kualitas perumahan. Pada 2025, akses terhadap hunian layak di Daerah Istimewa Yogyakarta tercatat sebesar 88,31 persen, sedangkan di DKI Jakarta sebesar 37,71 persen. Perbedaan ini menunjukkan bahwa kondisi perumahan antardaerah masih beragam.

Harga dan Lokasi Menjadi Pertimbangan Membeli Rumah

Bagi masyarakat yang ingin membeli rumah, harga menjadi salah satu pertimbangan utama. Selain uang muka dan cicilan, calon pembeli juga perlu memperhitungkan biaya listrik, air, pajak, perawatan bangunan, serta kebutuhan rumah tangga lainnya.

Rumah dengan harga lebih murah belum tentu menjadi pilihan paling hemat jika lokasinya jauh dari tempat kerja, sekolah, atau fasilitas kesehatan. Biaya transportasi dan waktu perjalanan yang panjang dapat menambah pengeluaran sehari-hari.

Karena itu, calon pembeli sebaiknya membandingkan beberapa pilihan perumahan sebelum mengambil keputusan. Informasi mengenai akses jalan, transportasi umum, kondisi lingkungan, dan fasilitas di sekitar rumah perlu diperiksa agar hunian sesuai dengan kebutuhan keluarga.

Perumahan yang Baik Tidak Hanya Dilihat dari Bangunannya

Kualitas perumahan juga berkaitan dengan lingkungan tempat tinggal. Saluran air yang berfungsi dengan baik, pengelolaan sampah, ketersediaan air bersih, dan keamanan lingkungan merupakan hal yang perlu diperhatikan.

Perumahan yang tidak memiliki sistem drainase memadai berisiko mengalami genangan ketika hujan deras. Begitu juga dengan lingkungan yang minim fasilitas umum, yang dapat menyulitkan warga memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Selain itu, pembangunan perumahan perlu mempertimbangkan akses terhadap sekolah, tempat kerja, pusat kesehatan, dan ruang terbuka. Fasilitas tersebut membantu penghuni menjalani aktivitas dengan lebih mudah sekaligus mendukung terbentuknya lingkungan tempat tinggal yang nyaman.

Hal yang Perlu Diperiksa Sebelum Membeli Rumah

Sebelum membeli rumah, masyarakat sebaiknya tidak hanya melihat desain bangunan atau penawaran harga dari pengembang. Ada beberapa hal yang perlu diperiksa agar keputusan pembelian lebih aman.

Pertama, periksa kondisi fisik rumah, termasuk dinding, atap, lantai, saluran air, dan instalasi listrik. Kedua, pastikan status tanah dan dokumen kepemilikan jelas. Calon pembeli juga perlu memeriksa izin serta informasi legalitas pembangunan sesuai ketentuan yang berlaku.

Ketiga, kunjungi lokasi perumahan secara langsung. Perhatikan kondisi jalan, akses transportasi, sumber air, sistem drainase, dan fasilitas di sekitarnya. Jika memungkinkan, tanyakan kepada warga setempat mengenai kondisi lingkungan ketika musim hujan.

Keempat, hitung kemampuan keuangan sebelum mengambil cicilan. Pembelian rumah sebaiknya disesuaikan dengan pendapatan dan kebutuhan rutin agar pembayaran tidak mengganggu pengeluaran penting lainnya.

Peran Pemerintah dan Pengembang

Penyediaan rumah layak huni membutuhkan kerja sama berbagai pihak. Pemerintah berperan dalam penyusunan kebijakan, penyediaan dukungan pembiayaan, pembangunan infrastruktur, dan peningkatan kualitas rumah masyarakat yang membutuhkan bantuan.

Sementara itu, pengembang perlu memperhatikan kualitas bangunan, kelengkapan fasilitas dasar, dan kesesuaian pembangunan dengan ketentuan yang berlaku. Pembangunan perumahan juga sebaiknya tidak hanya mengejar jumlah unit, tetapi mempertimbangkan kenyamanan penghuni dalam jangka panjang.

Masyarakat juga dapat berperan dengan menjaga kebersihan lingkungan, menggunakan fasilitas bersama secara bertanggung jawab, serta ikut menjaga keamanan kawasan tempat tinggal.

Kesimpulan

Perumahan yang layak huni merupakan bagian penting dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Rumah yang aman, nyaman, dan terjangkau perlu didukung oleh fasilitas dasar, lingkungan yang sehat, serta akses yang memadai terhadap kebutuhan sehari-hari.

Data BPS tahun 2025 menunjukkan bahwa akses terhadap hunian layak di Indonesia masih belum merata. Karena itu, peningkatan kualitas perumahan perlu dilakukan secara berkelanjutan dengan melibatkan pemerintah, pengembang, dan masyarakat. Dengan perencanaan yang baik, rumah tidak hanya menjadi tempat tinggal, tetapi juga dapat mendukung kehidupan keluarga yang lebih aman dan sejahtera.