Konten dari Pengguna

Cerita Pesugihan: Susuk Samber Lilin yang Salah Sasaran

Pesugihan

Pesugihan

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Pesugihan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Hewan samber lilin. Foto Kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Hewan samber lilin. Foto Kumparan

Setelah gagal mengikuti tes menjadi tentara, Anton mencoba peruntungan berwiraswasta. Ia membuka usaha toko mebel di pojok perempatan jalan menuju kampus ternama. Anton menyewa ruang usaha itu dari pemiliknya Pak Widodo seorang tuan tanah yang kaya raya di kota itu. Berada di lokasi tepi jalan yang strategis, toko mebel milik Anton tampak menarik dengan penataan fasad dan interior kekinian.

Toko mebel Anton berfokus pada segmentasi penyediaan mebelair bagi keluarga muda dan juga perlengkapan anak kost. Berbagai macam kebutuhan mebel dari kasur, sofa, meja, kursi, lemari dengan bermacam variasi model dan harga selalu tersedia.

Sudah 5 tahun menjalankan usaha toko mebel tak ada kemajuan yang berarti bagi kehidupan Anton. Usaha toko mebelnya hidup enggan mati pun segan. Pendapatan yang tak pasti membuat Anton tak berani untuk melamar Yayuk cinta pertamanya.

Ilustrasi mebel. Foto : kumparan

Jatuh tempo membayar kontrakan ruang usaha sudah di depan mata. Uang yang disisihkan sangat jauh dari mencukupi untuk diberikan kepada Pak Widodo. Anton gelisah, kepalanya pusing tujuh keliling. Ia merasa sudah menjalankan pengelolaan usaha tokonya dengan baik. Lokasi strategis, penataan menarik, ketersediaan barang lengkap bahkan harganya pun miring. Namun entah mengapa hasil penjualannya tak banyak berarti.

Anton memberanikan diri menemui Pak Widodo. Ia bermaksud meminta keringanan atas biaya sewa ruang usahanya.

“Aku memahami kesulitanmu. Tetapi kita tak akan pernah keluar dari kesulitan tanpa adanya usaha lebih untuk mengatasinya,” ujar Pak Widodo.

Pak Widodo lalu mengkisahkan dirinya yang dulu hanya anak miskin yang selalu kesulitan dalam menghadapi hidup.

“Jika kamu mau, aku tunjukkan jalan keluarnya,” tutur Pak Widodo sembari menjelaskan panjang lebar mengenai perilaku pesugihan yang telah dijalaninya.

Sejenak Anton masih ragu. Namun desakan kebutuhan dan keinginannya untuk segera melamar Yayuk membuat hatinya mantap untuk mengikuti petunjuk Pak Widodo.

**

Setelah mengikuti petunjuk Pak Widodo, peristiwa kecelakaan acapkali terjadi di depan lokasi usaha tokonya. Anton sengaja memasang guna-guna untuk mencari tumbal atas pesugihan yang dilakoninya.

Nyaris setiap bulan satu nyawa melayang akibat kecelakaan lalu lintas. Serta merta toko mebel milik Anton semakin ramai pembeli. Anton kini mempekerjakan karyawan penjaga toko dan juga sopir untuk ekspedisi pengantaran barang. Lambat laun toko mebel Anton semakin besar, dengan ketersediaan barang yang semakin lengkap pula.

Satu keinginan sudah dicapai oleh Anton. Namun satu keinginan lain untuk mempersunting Yayuk tampaknya masih belum diraihnya. Kekayaan yang dimilikinya masih belum mampu membuat Yayuk luluh hatinya.

Atas pertimbangan dan saran dari Pak Widodo, Anton pun menggunakan susuk samber lilin sebagai jimat pemikat, dengan maksud agar Yayuk takluk kepadanya. Bersama Pak Widodo, Anton memburu kumbang liar berwarna hijau menyala itu. Mereka mendapatkan setelah dua hari pencarian di perkebunan dekat pantai selatan. Lalu dibawanya hewan itu kepada guru spiritual mereka Mbah Rahmat.

Anton tak sabar mencoba pemakaian susuk itu untuk tebar pesona kepada Yayuk. Rangkaian bunga tanda cinta Anton kirimkan kepada Yayuk. Tak jarang berbagai macam barang ia hadiahkan untuk mendapatkan perhatian Yayuk. Berbagai janji manis dihujankan Anton kepada Yayuk. Anton pun berupaya melakukan face app terhadap tampangnya yang pas-pasan itu. Produk skin care mahal hingga berbagai perawatan muka menjadi usahanya untuk tampil maksimal.

**

Sepucuk undangan pernikahan berwarna biru muda diterima Anton. Logo inisial YW bertinta emas terukir indah di sampulnya. Anton membukanya pelan-pelan. Ia kaget bukan kepalang, Yayuk perempuan idamannya justru akan menikah dengan Pak Widodo, duda beranak lima yang seumuran dengan bapaknya.

Dukun Rahmat datang meminta maaf kepada Anton. Ia mengakui ada kesalahan teknis dalam penerapan ilmu perdukunannnya. Susuk samber lilin itu ternyata justru tertancap di tubuh Pak Widodo.

Begitupula laku pesugihan yang dijalani Anton. Akibat lebih fokus mengejar cinta Yayuk, sudah 2 bulan ini Anton tidak menyetorkan tumbal. Seperti halnya perjanjian iblis lainnya, Anton harus memberikan tumbal atau menerima akibatnya. Ia pun harus mempertanggungjawabkan janji yang diingkarinya. Pilihan sulit baginya, untuk rela kehilangan nyawa atau musnah seluruh hartanya.

Tulisan ini merupakan rekayasa. Kesamaan nama dan tempat kejadian hanya kebetulan belaka.