Bisnis
·
21 September 2020 18:09

Kisah Pelaku Pesugihan yang Diikuti Ular karena Tertipu Dukun Gadungan

Konten ini diproduksi oleh Pesugihan
Kisah Pelaku Pesugihan yang Diikuti Ular karena Tertipu Dukun Gadungan (32252)
Ilustrasi ular (Foto: Kompas)
Tono sudah tak tahan lagi. Sedari kecil ia harus hidup dalam jurang kemiskinan. Padahal, cita-citanya hanya satu. Saat dewasa nanti, ia bisa menikmati hasil perjuangannya bekerja kerasnya mencari uang.
ADVERTISEMENT
Namun, kenyataan memang seringkali tidak sesuai harapan. Sampai berkeluarga sekalipun, Tono masih saja hidup dalam kemiskinan. Karena tak punya uang banyak itulah, Tono jadi gemar berutang. Sudah miskin, malah banyak utang lagi.
Tono akhirnya memutuskan untuk pulang kampung ke daerah Dieng. Setidaknya, di sana dia bisa menumpang hidup dengan keluarganya. Sesampainya di sana, ia bertemu dengan Budi, salah satu kawan lamanya.
“Ton, bagaimana kabarmu?” tanya Budi sambil bersalaman.
“Ya, begini-begini saya Bud, enggak ada progress,” jawab Tono tersenyum miris.
“Kamu mau ikut denganku tidak? Aku mau sowan dan meminta nasihat ke Ki Mojo untuk usahaku saat ini. Rumahnya ada di lereng Dieng, tidak jauh dari desa ini,” kata Budi tiba-tiba.
ADVERTISEMENT
Belum sempat Tono menimpali, Budi melanjutkan omongannya. “Paling kita cuma butuh dua jam perjalanan ke sana. Ya, kali saja kamu bisa sekalian minta bantuan sama dia,” kata Budi menawarkan, alisnya naik sebelah.
Tono merasa tertarik dengan ajakan tersebut. Selain sudah putus asa, Tono sebenarnya sudah tidak punya pekerjaan tetap yang bisa memberikannya penghasilan. Sebab, ia terkena PHK dari pabrik tempatnya bekerja beberapa hari sebelum pulang kampung ke Dieng.
Tanpa berpikir lama, Tono mengiyakan ajakan tersebut. Tak lama kemudian, Budi menyalakan motornya. Motor butut tersebut mengeluarkan suara nyaring saat dinyalakan. Tono menaiki motor tersebut di kursi penumpang dan siap melakukan perjalanan menuju rumah Ki Mojo di dekat lereng Dieng.
Jalan yang dilalui Tono dan Budi terlihat asing. Sepertinya hanya ada satu jalan untuk menuju rumah dukun tersebut. Setelah melewati banyak pepohonan tinggi, mereka akhirnya sampai. Di depan mereka ada sebuah gubuk kecil yang bisa saja roboh sewaktu-waktu.
ADVERTISEMENT
Tono turun dari motor dibarengi Budi kemudian. Ia menunggu giliran dengan duduk di depan gubuk tersebut. Setelah Budi selesai dengan urusannya, Tono buru-buru masuk. Namun, Ki Mojo malah membelakangi Tono.
“Kamu kok tidak sopan sekali. Masuk seenaknya tanpa salam. Keluar, dan masuk kembali dengan salam,” bentak Ki Mojo.
Tono kaget. Ia buru-buru keluar dan masuk lagi dengan salam. “Permisi, Ki. Assalamualaikum,” sapa Tono.
“Waalaikumsalam,” jawab Ki Mojo dengan suara berat.
“Aku sudah tahu permasalahanmu apa. Tempat ini memiliki energi yang sangat kuat sampai bisa mendeteksi permasalahan siapapun yang datang kemari,” kata Ki Mojo tegas.
Kisah Pelaku Pesugihan yang Diikuti Ular karena Tertipu Dukun Gadungan (32253)
Ilustrasi perdukunan (Foto: Aditia Noviansyah/Kumparan)
Tono terkagum-kagum dengan kekuatan Ki Mojo. Meski terlihat masih muda, dukun tersebut sepertinya lebih dari mampu untuk membantunya. Karena itulah, ia langsung meminta saran agar bisa keluar dari belenggu kemiskinan.
ADVERTISEMENT
“Itu gampang. Gampang sekali,” kata Ki Mojo sambil mengelus jenggot panjangnya.
“Kamu hanya perlu menyiapkan ayam jago, peti dari kayu jati, dan minyak apel jin merah. Kamu masukkan semua bahan ke peti itu setiap hari. Nanti, setelah kamu membuka peti itu, kamu akan mendapat dua gram emas setiap harinya,” jelas Ki Mojo dengan suara beratnya.
“Jangan lupa. Lakukan ritual itu di waktu yang sama. Kalau kamu membuka peti di jam 10 malam ya lakukan terus menerus di waktu itu,” tambah dukun tersebut.
“Tapi Ki, di mana saya bisa menemukan minyak apel jin merah tersebut? Kalau ayam dan petinya saya bisa mengusahakan, tapi kalau-”
“Bisa. Kamu akan mendapatkannya nanti,” kata Ki Mojo menyela.
ADVERTISEMENT
---
Beberapa hari setelah kunjungan itu, Tono sudah menyiapkan ayam dan peti sebagai syarat. Tapi, sampai sekarang, ia belum kunjung menemukan minyak apel jin merah. Saking pusingnya, ia terpaksa bercerita keresahannya itu kepada salah satu kawan lamanya, Yanto.
Tak disangka-sangka, ternyata Yanto punya minyak apel jin merah yang dimaksud Ki Mojo. ia dengan senang hati memberikan satu botol kepada Tono. Yanto yang baik hati itu membuat Tono senang bukan kepalang.
Tono bergegas pulang dan mencoba ritual tersebut. Ternyata, apa yang dikatakan Ki Mojo benar. Tono langsung mendapat dua gram emas setelah membuka peti itu. “Aku akan jadi orang kaya setelah ini, hahaha,” pikir Tono.
Kisah Pelaku Pesugihan yang Diikuti Ular karena Tertipu Dukun Gadungan (32254)
Ilustrasi emas (Foto: FB Anggoro/Antara)
Dan apa yang diharapkan Tono akhirnya menjadi kenyataan. Ia jadi punya banyak uang. Utang-utangnya sudah lunas dibayar. Tono kini tak perlu susah-susah bekerja karena ia sudah punya pesugihan magis itu.
ADVERTISEMENT
Namun, perubahan hidupnya itu tidak bertahan lama. Suatu hari, ayah Tono mengatakan sesuatu yang aneh. “Le, kamu sedang memelihara apa?” tanya ayah Tono mengerutkan dahi.
“Maksud ayah apa toh?” Tono bertanya balik.
“Kamu sedang diikuti ular besar,” kata ayahnya.
“Hah? Mana yah? Yang benar saja?” Tono melonjak ketakutan mencari-cari ular yang dimaksud ayahnya.
Tono ternyata tidak menemukan apapun yang sedang mengikutinya. Tapi, ia mulai khawatir. Pasalnya, ritualnya akhir-akhir ini nyandet. Tono hanya bisa mendapatkan dua gram emas dalam seminggu saja. Ia berpikir ada yang tidak beres.
Kemudian, ia berinisiatif mendatangi Ki Mojo bersama dengan Budi. Akan tetapi, mereka tidak menemukan siapapun di gubuk yang mereka datangi beberapa bulan lalu. Budi kemudian membanting setir ke arah yang berlawanan. Katanya, Budi tahu rumah kediaman Ki Mojo.
ADVERTISEMENT
Sesampainya di sana, mereka terkejut bukan main. Tidak pernah terpikir oleh mereka kalau rumah Ki Mojo sebesar itu, sudah bak istana saja.
Sayangnya, orang yang mereka cari lagi-lagi tidak berada di tempat. Kata penjaganya, Ki Mojo sedang dalam perjalanan keluar kota dan akan kembali tiga hari lagi.
Mereka memutuskan untuk beristirahat sebentar di depan rumah itu karena kelelahan dari perjalanan jauh.
“Aaarrrghhhh!!” Budi tiba-tiba berteriak kencang sekali.
“Ada apa Bud? Kenapa kamu teriak-teriak?” tanya Tono panik.
“Ada ular besar sedang nyantol di belakangmu Ton!” kata Budi sambil menunjuk punggung Tono.
Tono dan Budi kemudian berlari ke arah yang tidak jelas karena ketakutan. Karena tak tahu arah, mereka menepi ke sebuah warung.
ADVERTISEMENT
“Apakah kalian dari rumah Ki Mojo?” tanya pemilik warung itu.
“Hh hh, iya pak. Kami habis melihat ular besar,” kata Budi menimpali di sela-sela nafasnya yang tersengal.
“Hati-hati kalian. Dia itu sebenarnya penipu. Rumah dan mobilnya semua itu adalah hasil dari penipuan yang dia lakukan. Awalnya saja kalian diberi jaminan, tapi di akhir-akhir kalian akan bangkrut bahkan bisa jadi tumbalnya,” kata pemilik warung itu.
Mulai detik itu juga, Tono berhenti melakukan ritual pesugihannya. Ia tidak menyangka akan tertipu mentah-mentah oleh dukun gadungan. Kini Tono harus bekerja mulai nol lagi. Mungkin, memang sudah nasib Tono menjadi orang miskin.
Tulisan ini hanya rekayasa. Kesamaan nama dan tempat kejadian hanya kebetulan belaka.
sosmed-whatsapp-whitesosmed-facebook-whitesosmed-twitter-whitesosmed-line-white