Kisah Pesugihan Pengusaha yang Gunakan Dukun Modern

Tulisan dari Pesugihan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pucuk dicinta, mantan pun tiba. Pertemuan tak disengaja antara Ruli dan Lesmana di pameran produksi kehutanan nasional itu mengingatkan kisah cinta pertama mereka di saat SMA. Cinta sesaat yang terjalin itu terpisah setelah keduanya memasuki bangku kuliah.
Cinta lama pun bersemi kembali. Sepuluh tahun tak berjumpa menumbuhkan debar asmara yang pernah ada. Kebetulan sekali, Ruli baru saja putus cinta. Lesmana masih seperti dulu, playboy kacangan yang hobi kencan dengan banyak gadis.
Selepas lulus dari fakultas hukum, Ruli bekerja sebagai PNS kementerian di Jakarta. Ia aktif di berbagai event pameran kehutanan baik nasional maupun internasional. Sedangkan Lesmana saat ini berprofesi sebagai pengusaha muda di Kalimantan Timur.
Perusahaan pengolahan hasil hutan yang didirikan Lesmana masih tergolong baru. Lesmana masih terseok-seok dalam menjalankan usahanya. Perusahaan itu baru 2 tahun berdiri, Lesmana masih membutuhkan tahap penelitian dan pengembangan untuk mendapatkan target pasar yang tepat. Namun, Lesmana bukan tipe orang yang penyabar. Ia ingin usahanya berkembang pesat secepat mungkin, meski modalnya sangat terbatas.
Lesmana berkeluh kesah tentang pekerjaannya. Ia ingin melakukan sesuatu hal yang mampu melancarkan usahanya. Gayung bersambut. Ruli mengetahui banyak hal tentang mencari pesugihan di jaman modern. Pamannya bernama Rahmat, seorang dukun kekinian yang ahli teknologi informasi.
Keahlian Rahmat dalam meretas jaringan komputer internet tidak diragukan lagi. Ia telah banyak mempelajari, menganalisis, memodifikasi, menerobos masuk ke dalam komputer dan jaringan komputer untuk mencari keuntungan. Bahkan perpaduan antara keahliannya meretas dengan ilmu ghaib menghasilkan bentuk kemampuan istimewa. Rahmat bersedia memberikan jasa kepada siapa saja yang menginginkan pesugihan melalui basis teknologi informasi.
Tak ada ritual ataupun mantra yang diberikan dukun Rahmat kepada Lesmana. Satu-satunya petunjuk untuk mendapatkan pesugihan adalah diberikannya kode-kode virtual yang harus digunakan untuk mengajukan aplikasi online dalam mengikuti lelang proyek.
**
Lesmana berhasil memenangkan proyek pengelolaan hasil hutan di kalimantan timur senilai 50 Miliar. Tak hanya itu, proyek-proyek lain pun dengan cepat bisa dikuasai oleh perusahaan milik Lesmana. Pendek kata, Lesmana kaya raya dalam waktu singkat. Perusahaannya semakin besar, karyawannya berjumlah ratusan.
Kedudukan Lesmana kini sudah diatas awan. Dimanapun berada ia menjadi pusat perhatian. Bermodal wajah ganteng dan kantong tebal. Ia tebar pesona kepada banyak wanita. Lesmana telah lupa diri. Rulli kekasihnya yang setia menanti pun diingkari janji. Jasa dukun Rahmat yang telah membantu membesarkan perusahaannya pun dilupakan.
**
Rulli yang sudah dikecewakan hatinya mengadu kepada Paman Rahmat. Dukun Rahmat pun berang. Ia tak rela keponakan tercintanya disakiti hati dan ditinggalkan begitu saja. Rahmat pun segera bertindak. Ia mengerahkan kemampuan istimewanya untuk mengambil alih kode-kode virtual yang telah dikuasai Lesmana.
Lesmana selalu gagal dalam memenangkan tender proyek untuk perusahaannya. Bahkan proyek-proyek yang sedang berjalan pun tidak terlaksana sesuai tahapan. Perusahaan Lesmana banyak menanggung denda kegagalan pekerjaan. Tagihan dari bank pun beruntun datang. Jatuh tempo yang belum terbayar telah melumpuhkan kemampuan keuangan perusahaan. Tak perlu waktu lama, perusahaan Lesmana bangkrut. Lesmana menanggung hutang yang bertumpuk. Ia miskin seketika, tak lagi bisa tebar pesona kepada semua wanita.
Tulisan ini merupakan rekayasa dari kisah yang berkembang di masyarakat. Kesamaan nama dan tempat kejadian hanya kebetulan belaka.
