Konten dari Pengguna

Misteri Layang-layang yang Tentukan Tumbal Pesugihan

Pesugihan

Pesugihan

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Pesugihan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi layang-layang. Foto: kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi layang-layang. Foto: kumparan

Apa yang bisa dilakukan untuk menghentikan seseorang yang terus-menerus bergairah terhadap suatu hal? Betul, hampir tidak ada. Dan hal semacam itulah yang terjadi pada kehidupan seorang lelaki yang, sebut saja, bernama Bayu.

Di kalangan banyak orang, Bayu bukanlah orang main-main. Ia pengusaha mumpuni di berbagai bidang, mulai dari bangunan, restoran, show room mobil, rumah makan, dan masih banyak lagi.

Di televisi, ia bahkan kerap terlihat menjalankan proyek bersama beberapa pejabat di negara ini. Kesuksesannya sebagai pengusaha memang mengantarnya kenal dengan banyak orang penting. Alhasil, selain dirundung kekayaan, Bayu juga jadi sosok yang amat dihormati.

Meski begitu, karena tentu semua hal di dunia ini tak ada yang sempurna, Bayu yang kaya raya dan terhormat itu dikenal sebagai orang yang terus-menerus mengejar harta. Ia amat matre.

Kesuksesannya menjalankan banyak usaha, agaknya bukan merupakan bukti wujud kepiawaiannya dalam bisnis. Tetapi, lebih jauh, itu justru mewakili keinginannya untuk mengejar materi, uang terutama, yang tak pernah ada habisnya.

*

Suatu hari, Bayu yang pulang dari melihat salah satu proyek bangunannya pergi menuju seorang dukun terkenal. Di sana, ia hendak meminta bantuan untuk membuat salah satu cabang bisnis baru yang hendak ia bangun, yakni sebuah swalayan, supaya bisa berjalan dengan baik dan sukses. Singkatnya, ia meminta sang dukun untuk membantunya melakukan ritual pesugihan.

Ilustrasi gantung diri. Foto: kumparan

Menanggapi permintaan Bayu, sang dukun tentu menerima. Bayu yang punya banyak uang bisa meminta sang dukun untuk membantunya melakukan apa saja. Tapi, ada satu syarat yang harus dipenuhi Bayu untuk membuat ritual itu berhasil.

"Kalau kau pulang nanti, akan ku bawakan sebuah layang-layang. Kau harus menerbangkannya di malam Jumat kliwon," kata si dukun.

Kepada Bayu, sang dukun berkata bahwa Bayu harus menerbangkan layang-layang itu. Ketika menerbangkannya, ia diharuskan meninggalkan layang-layang itu, mengikatkan benangnya ke salah satu pohon. Sementara pagi harinya, kata si dukun, layang-layang itu akan jatuh tersangkut ke salah satu rumah penduduk.

"Pemilik rumah itu akan mati. Dialah yang menjadi tumbal pesugihanmu," kata si dukun.

Dan, benar saja. Bayu melakukan hal itu.

Beberapa hari setelah pergi ke tempat si dukun, ia pergi ke salah satu lapangan di malam Jumat kliwon untuk menerbangkan layang-layang pemberian sang dukun. Persis seperti apa yang diperintahkan untuknya, setelah layang-layang tersebut berhasil terbang, Bayu mengikatkan benang layang-layang ke salah satu pohon yang ada di pojok lapangan itu.

Dan, pagi harinya, sesuatu yang telah diberitahu sang dukun pun benar-benar terjadi.

Sekitar pukul delapan pagi, para penduduk ribut dan berdesak-desakan di dalam rumah salah seorang penduduk yang mati akibat gantung diri. Di halaman rumah penduduk itu, terlihat layang-layang Bayu tersangkut di sebuah pohon.

Tulisan ini hanyalah rekayasa. Kesamaan tempat dan kejadian hanyalah kebetulan belaka.