Penyesalan Seumur Hidup Berawal dari Pesugihan Minyak Kuyang

Tulisan dari Pesugihan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Hari itu Pak Dirmo menonton TV seperti biasanya di ruang tamu, sedang asyik-asyiknya mengganti channel tiba-tiba munculah iklan salah satu politisi yang akan mengisi bangku pemerintahan di kota yang ia tempati.
Lantas Pak Dirmo kembali mengingat masa-masa itu ketika ia berusaha untuk menjadi anggota rakyat. Uang ratusan juta untuk kampanye, bahkan aksi sosial yang ia lakukan untuk pencitraan seperti tidak ada artinya saat nama Dirmo tidak ditetapkan sebagai kepala daerah. Padahal ia sudah habis-habisan untuk pemilihan tersebut.
“Pak lagi mikirin apa, tv nyala tapi pandangannya kosong,” ujar Bu laila sambil menepuk pundak suaminya.
“Engga bu, lupa aja tadi sudah ambil kunci motor belum ya,” ucapnya menutupi.
Namun, karena Laila sudah melihat iklan yang sama ia menyadari apa yang dipikirkan suaminya
“sudah gausah inget masa-masa itu lagi. Masih bisa hidup kan walau engga jadi pejabat,” berusaha menenangkan.
Memang ucapan Bu Laila benar, buktinya sekarang ia masih bisa hidup tenang bangkit dari keterpurukan saat itu.
Tapi entah mengapa dibenak Pak Dirmo selalu kesal saat mengingat peristiwa yang terjadi. Kalau diceritakan begini kisahnya.
Bisa dibilang Pa Dirmo adalah salah satu orang terkaya di desanya saat itu, punya pekerjaan tetap, rumah mewah dengan fasilitas lengkap serta mobil.
Namun dirinya selalu merasa kurang dengan apa yang sudah didapat. Mengingat saat itu hampir seluruh koleganya mencalonkan diri menjadi pejabat. Lantas karena diiming-imingi gaji yang besar Pak Dirmo pun tertarik terjun ke dunia politik.
Suatu ketika, salah satu partnernya memberikan saran jika banyak yang lolos karena melakukan hal-hal gaib seperti pesugihan. Tentu saat mendengarnya saja sudah tidak bisa diterima.
Namun si Rahmat ini menjelaskan jika pesugihan itu dilakukan agar punya modal yang cukup besar bahkan bisa mendapatkan uang berlipat ganda secara gaib.
Awalnya, ia hanya ingin mencoba dan melihat bagaimana caranya dari sebuah ritual bisa menghasilkan uang ganda. Akhirnya dengan ditemani Rahmat, Dirmo datang ke rumah orang yang dikenalnya sebagai orang sakti.
Saat sampai di sana tidak seperti rumah dukun pada umumnya yang bernuansa gelap dan suram. Namun rumah dukun ini seperti rumah warga biasa, dindingnya berwarna coklat dengan dua bangku panjang di depan rumah, tetapi memang sepemikiran Dirmo dalam ruangan banyak sekali oramen seperti kris, wayang berukuran besar hingga patung-patung yang terlihat seperti binatang asli.
Mereka berdua duduk di depan mbah tersebut dan mengungkapkan keinginannya.
“Ini mbah teman saya mau mencalonkan diri jadi pejabat. Mau punya modal yang banyak, dan lolos begitu,” ucap Rahmat.
“Saya bisa kasih caranya, tapi apa kamu bisa menerima ketentuan yang saya berikan?” tanya mbah dukun.
Rahmat lantas langsung mencolek Dirmo untuk menyetujui pertaturan yang berlaku.
“Oh iya mbah saya bisa menerimanya,”
Setelah itu dukun tersebut mengeluarkan beberapa guci kecil dengan ornamen bunga biru di sekeliling. Terlihat ada 5 guci kecil yang isinya terdiri dari beberapa warna.
Si mbah pun menjelaskan jika ini yang dinamakan minyak kuyang asal Kalimantan, dan hanya bisa ditemukan oleh orang-orang sakti serta tidak dijual secara bebas.
Sebenarnya beda warna minyak kuyang tersebut juga menjelaskan masing-masing manfaatnya. Namun, karena yang dibutuhkan Dirmo saat itu menggandakan uang jadi mbah dukun memberikan minyak berwarna putih.
“Satu pantangan yang harus kamu lakukan, jangan sesekali untuk meletakkan guci minyak kuyang di depan kaca,” tegasnya.
Saat bertanya mengapa hal tersebut tidak boleh dilakukan Mbah dukun tidak menjawab hal tersebut.
Pulang ke rumah dengan hati yang was-was sekaligus takut, Dirmo meletakkan guci itu di ruang khusus agar tidak dicurigai sang istri. Seperti saran mbah dukun Dirmo selalu mengolesi sejumlah uangnya dengan minyak kuyang tersebut, tetapi percaya atau tidak, setiap bangun pagi uang yang diolesi tersebut selalu bertambah.
Hingga ia bisa mempunyai modal untuk kampanye kesana-kemari dari uang hasil pesugihan tersebut.
Sayangnya, ada kejadian fatal yang tidak terduga, Saat itu Bu Laila tidak mengetahui perihal guci berisi minyak kuyang tersebut. Alhasil karena sedang membereskan kamar yang kosong guci tersebut dipindahkan ke depan kaca meja rias. Ia menentang ketentuan yang diperintahkan sebelumnya.
Tak lama setelah itu sosok wanita bertumbuh tinggi dengan rambut panjang dan dua mata yang tidak memiliki kornea muncul di sudut ruangan itu.
Sontak Bu Laila menjerit dan melempar lilin api yang ada di kamar. Tetapi kejadian malah bertambah parah karena perlahan-lahan rumah mewah milik keduanya terbakar oleh api tersebut.
Dari sanalah kehidupan mereka berubah menjadi sengsara dan hanya tinggal di sebuah rumah petak pinggir kota.
Tulisan ini merupakan reka ulang dari kisah yang berkembang di masyarakat. Kesamaan nama dan tempat kejadian hanya kebetulan belaka.
