Konten dari Pengguna

Pesugihan: Meminta Kekayaan Kepada Buto Ijo di Gunung Wijil

Pesugihan

Pesugihan

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Pesugihan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi gunung Wijil. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi gunung Wijil. Foto: Shutter Stock

Baca sampai tuntas kisah ini, jika kamu gak ingin tersesat dalam memburu harta kekayaan.

Gunung-gunung di Indonesia menyimpan berbagai macam keindahan yang bisa dinikmati oleh siapapun yang mendakinya. Awan yang menggulung bak gelombang samudra, hingga alam yang asri dan sulit ditemui.

Indahnya gunung-gunung di Indonesia tak bisa menutupi bahwa gunung pun memiliki sisi misterius. Terkhusus di tanah Jawa, gunung dikenal menyimpan berbagai macam fenomena-fenomena menyeramkan terkait hal ghaib yang dirangkum lewat kumpulan cerita yang berpindah dari mulut ke mulut.

Salah satunya adalah Gunung Wijl. Orang-orang bisa datang ke gunung yang terletak di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, ini untuk berwisata. Tapi berdasarkan cerita yang beredar, beberapa orang yang datang ke sini tidak hanya datang untuk melepas penat, melainkan melepaskan kepedihan hidup.

Gunung Wijil dipercaya menjadi tempat untuk melakukan pertemuan dengan makhlus halus dalam rangka menjalin kerja sama, atau dengan kata lain pesugihan. Orang-orang yang ingin merangkak keluar dari kemiskinan atau ketidakpuasan hidup akan rela pergi ke tempat ini, untuk meminta kepada sang penunggu, yaitu buto ijo.

Buto ijo merupakan makhluk mitologi asli Indonesia yang populer di masyarakat. Namanya diambil dari warna tubuhnya yang berwarna hijau dengan ukuran yang besar (raksasa) , dan dilengkapi gigi-gigi tajam di bawah matanya yang melotot seakan tidak takut oleh apapun.

Buto ijo sendiri memang lumrah disebut sebagai salah satu makhluk ghaib yang dipelihara untuk berbagai kepentingan manusia, ia diketahui dapat memperkaya, mempengaruhi orang lain, hingga dapat disuruh untuk menjadi pengawal bagi harta milik seseorang yang menjadi majikannya.

Ilustrasi Koin Emas Foto: Peter Reavill via AP

Gunung Wijil sendiri dipercaya menjadi tempat buto ijo yang siapapun bertemu dengannya, akan mendapatkan berbagai keuntungan yang tak lepas dari materi. Buto ijo disebutkan dapat memperlancar bisnis seseorang yang bertemu dengannya, ataupun memberikan “uang kaget” atau uang tunai.

Pemberian yang diberikan oleh buto ijo ini tidak bisa didapat dengan Cuma-Cuma. Meskipun tidak perlu dipanggil dengan ritual tertentu sebagaimana praktik pesugihan lainnya, seseorang yang menerima kekayaan darinya di Gunung Wijil haruslah membawakan nyawa atau tumbal bagi si buto ijo.

Kisah ini memang sangat sulit untuk ditelusuri kebenarannya, namun yang pasti, melakukan kerja sama dengan makhluk ghaib adalah perbuatan yang tidak benar, dan juga tidak ada kilau harta di dunia ini yang seharga darah. Kerja keras adalah jalan keluar sesungguhnya.