Konten dari Pengguna

Pesugihan: Monyet Ghaib dan Sosok Pria Misterius dari Rumah Makan di Purwakarta

Pesugihan

Pesugihan

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Pesugihan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

 Foto: Putri Sarah Arifira/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Foto: Putri Sarah Arifira/kumparan

Di balik panjangnya antrian atau sesaknya pelanggan di sebuah tempat makan, tak jarang terselip kisah-kisah gelap yang berkaitan dengan pesugihan. Di Indonesia sendiri, sudah menjadi rahasia umum bahwa pesugihan dilakukan untuk membuat bisnis seseorang menjadi lebih lancar atau diminati banyak orang.

Salah satu cerita pesugihan terkenal datang dari Jawa Barat, yakni Kabupaten Purwakarta. Di daerah tersebut terdapat sebuah rumah makan ternama yang dapat menghasilkan keuntungan hingga ratusan juta per harinya. Tapi, di antara penuhnya meja-meja dengan pengunjung dari luar kota, dan harumnya asap dari makanan mereka, terdapat cerita-cerita kurang mengenakan mengenai pesugihan yang dilakukan oleh rumah makan tersebut.

Monyet Tak kasat Mata

Ketika akhir pekan tiba, kamu akan sulit menemukan meja kosong di rumah makan ini. Pelanggan datang silih berganti, meja kosong hanya bertahan dalam hitungan detik.

Di antara piring-piring yang berdesakan di meja, terdapat cerita bahwa meja-meja tersebut ditempati oleh sekumpulan monyet yang tidak bisa dilihat oleh orang biasa. Monyet tersebut berlalu lalang di atas meja melewati pelanggan-pelanggan yang sedang menikmati hidangan tanpa terlihat.

Sekumpulan monyet ghaib tersebut diduga sebagai bentuk pesugihan yang dilakukan oleh rumah makan tersebut, agar pelanggan merasa tertarik untuk singgah dan memesan.

Kakek penagih makanan

Konon, salah seorang pelanggan baru saja menyelesaikan waktu makannya di rumah makan tersebut. Ia datang ke kasir, membayar semua pesanan yang ia makan, lalu pergi sebagaimana pelanggan pada umumnya. Semua berjalan normal bagi seseorang yang menjadi tokoh utama dalam kabar burung tersebut, sampai ia mendapati ban mobilnya bocor secara tiba-tiba dalam perjalanan.

Sesampainya di rumah, ia tak menyangka bahwa ada hal yang lebih aneh lagi selain ban mobil yang bocor. di dalam rumahnya, Ia mendapati sosok pria misterius yang tak ia kenal sama sekali. Sosok tersebut tidak berkata apapun kecuali “belum bayar ya?” menggunakan bahasa sunda.

Pria misterius tersebut jelas saja bukan manusia, dan pertanyaan yang ia ajukan merujuk kepada tempat makan yang ia datangi sebelum ban mobilnya bocor. Menurut cerita tersebut, sosok pria ghaib itu datang ke rumah si pelanggan dengan tujuan menegur karena terdapat pesanan yang belum dibayar oleh si pelanggan.

Memang kisah-kisah tersebut hanya beredar dari mulut ke mulut, tanpa bisa kita percayai kebenarannya. Namun, satu hal pasti yang harus kita percayai adalah pesugihan merupakan jalan pintas untuk mencapai keuntungan, meski mendatangkan kesengsaraan panjang setelahnya.